Thursday, October 15, 2009

Tuesday, May 26, 2009

MANUSIA BUKAN PENDUDUK ASLI BUMI


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang


Sejak awal abad keduapuluh para ilmuwan banyak yang penasaran , mengenai keberadaan makhluk cerdas lain di alam semesta , selain manusia . Segala macam upaya dan usaha dilakukan , antara lain dengan membuat teropong-2 raksasa dan membangun wahana-2 luar angkasa baik yang berawak maupun yang tidak berawak . Berbagai program eksplorasi ruang angkasa dibuat untuk mencari informasi tentang tanda-2 kehidupan di planet-2 dan kemungkinan adanya makhluk cerdas tersebut . Hanya saja karena keterbatasan ilmu yang dikuasai manusia , sampai sekarang eksplorasi yang dilakukan masih terbatas dalam ruang lingkup tata surya kita sendiri yakni matahari berikut planet-2-nya . Dalam skala jagad raya , tata surya kita tentu saja tidak significant karena sangat kecilnya .Untuk mendekati tata surya lain yang terdekat saja (Alpha Centauri) diperlukan perjalanan yang jaraknya empat tahun cahaya atau 400.000.000.000.000 KM . Suatu jarak yang amat teramat jauh untuk ukuran manusia . Seandainya manusia bisa sampai kesana dan pulang balik lagi kebumi , mungkin sudah tidak ada lagi orang yang dikenalnya lagi karena sudah pada meninggal atau kalaupun masih ada yang tersisa , sudah berusia sangat lanjut . Hal itu terjadi karena apabila kita melaju dengan kecepatan sangat tinggi , kecepatan cahaya misalnya , maka waktu akan merambat sangat lambat sehingga pertambahan usia kitapun akan berjalan sangat lambat pula . Sementara manusia yang tinggal di bumi pertambahan umurnya berjalan secara normal . Makin jauh kita melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya , makin tertahan pertambahan usia kita , sehingga makin jauh jarak usia kita dengan usia saudara-2 , teman-2 , bahkan anak-2 yang kita tinggalkan di bumi .
Dalam sejarah purbakala diriwayatkan,raja Namrud dari Babilonia pernah mencoba membuat sebuah menara untuk menjangkau langit ,yang kemudian dikenal dengan nama menara Babel . Tentu saja keinginan sang raja tidak kesampaian , karena berapalah tinggi menara yang bisa dibangun manusia , apalagi pada waktu itu peralatan yang digunakan masih sangat primitive . Kisah itu untuk masa kini,terdengar sangat absurd seperti layaknya suatu anekdot yang sungguh tidak lucu , karena kemustakhilannya .Demikian juga Fir’aun pernah memerintahkan seorang ahlinya yang bernama Hamman untuk membuat menara yang sangat tinggi menjangkau langit karena ia ingin bertemu dengan Tuhannya Musa . Tapi usaha inipun sia-2 karena tidak masuk akal..
Dalam usaha naik ke langit ini , bangsa Jin jauh lebih maju karena pada zaman awal kejadian mereka telah berhasil mencapai langit yang terdekat untuk mencuri mendengarkan pembicaraan para Malaikat dalam persidangan Dewan Malaikat . Tapi tidak lama kemudian mereka tidak berani naik ke langit lagi karena para Malaikat telah siap denagn bola-2 api untuk melempari para Jin yang masih berani naik ke sana . Dan hal ini kita bisa lihat dari bumi sebagai meteor-2 atau bintang jatuh di langit .

Upaya yang dilakukan umat manusia pada zaman sekarang adalah mencoba melakukan perjalanan ruang angkasa , hanya sayangnya belum dibekali dengan ilmu yang memadai . Tentu saja hal tersebut hanya akan menimbulkan frustrasi dan kekecewaan yang mendalam . Rasanya seperti mengulang sejarah menara Babel saja . Bagi orang yang mau berpikir , sangat sulit untuk bisa menerima kemungkinan perjalanan ruang angkasa dilakukan tanpa dukungan perangkat lunak dan perangkat keras yang secara teknis dan phisik dapat dipertanggung-jawabkan . Mengarungi ruang angkasa yang jaraknya sangat luar biasa jauhnya , memerlukan alat transportasi yang bisa melaju dengan kecepatan cahaya atau lebih cepat lagi. Sudah mampukah manusia mempersiapkan software dan hardware-nya ? Kalaupun itu bisa dipenuhi , mampukah secara phisik manusia melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya ? Secara teoritis apabila benda atau bentuk-2 organis , termasuk manusia , melaju dengan kecepatan cahaya ,organisme tersebut akan terurai menjadi atom kembali dan terurai berobah menjadi gas . Perjalanan ruang angkasa sampai sekarang , baru sampai pada taraf impian atau khayalan manusia dalam buku-2 atau film-2 fiksi ilmiah (science fictions) . Seperti ketika saya masih kecil dulu , senang sekali dengan cerita dan komik Flash Gordon yang bertualang dan melakukan perjalanan ruang angkasa .Pada masa kini kita banyak melihat film Star Trek , Star Wars , Babylon Five , Deep Space Nine , Battlestar Galactica , Stargate dan banyak lagi yang lain . Apakah hal itu akan bisa terwujud menjadi kenyataan dimasa depan , Wallahu a’lam Bissawwab .


Pada tahun1968 seorang penulis bangsa Jerman bernama Erich von Daniken mengarang buku yng berjudul Chariot of the Gods. Dalam buku tersebut dia menyampaikan temuan-2-nya bahwa banyak peninggalan-2 zaman purba (artifacts) seperti Piramids dan Spinx di Mesir , Piramids peninggalan suku Inca , Stonhengge dan lain-2 dinilai merupakan hasil teknologi tingkat tinggi yang melampaui kemampuan teknologi pada zamannya .Dari hasil kajian-2 yang dilakukan ia berkesimpulan bahwa pada zaman itu telah terjadi space travelers dari planit atau Galaxi lain yang mampir ke bumi dan telah mempengaruhi budaya dan teknologi masyarakat setempat . Dan extraterrestrial visitors tersebut oleh masyarakat setempat kemudian dianggap sebagai tuhan-2(Gods) yang turun dari langit .Hiphotesa Erich von Daniken tersebut tentu saja menimbulkan pro kontra diantara para ahli sejarah dan kosmopologi .
Sebenarnya kalau orang mau berpikir dan mengkaji berita-2 dari Al Qur’an mereka tidak perlu berpikir dan berpendapat yang aneh-2 seperti itu .Didalam Al Qur’an Tuhan telah memperingatkan , bahwa tanpa bantuan kekuasaan Allah SWT (sulthan) manusia tak akan mampu menembus langit . Lagi pula mengapa manusia repot-2 mencari alien (makhluk asing) di luar angkasa , sedang Al Qur’an sudah memastikan adanya makhluk yang bernama Malaikat dan Jin yang banyak tersebar di bumi dan di langit . Mereka hidup dalam dimensi yang berbeda dengan dimensi kehidupan manusia , tidak mungkin keberadaan mereka dideteksi dengan pancaindera ataupun peralatan secanggih apapun yang bisa dibuat manusia . Al Qur’an juga menyebutkan bahwa Tuhan telah menugaskan dua Malaikat untuk mendampingi setiap manusia yang tugasnya adalah mencatat semua perbuatan manusia baik yang baik maupun yang buruk . Dan malaikat inipun yang menurut para ahli bernama Rakib dan Atid tidak dapat dideteksi dengan alat apapun yang bisa dibuat manusia .

Malaikat diciptakan dari berkas cahaya , karena itu mereka bisa terbang dengan kecepatan cahaya bahkan lebih cepat lagi , tanpa harus terurai menjadi atom kembali . Salah satu manusia yang pernah diperjalankan mengarungi angkasa luar bahkan sampai ke suatu tempat paling jauh /tinggi yang bernama Sidratul Muntaha , adalah Nabi Mihammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj . Menurut suatu kisah , sebelum melakukan perjalanan tersebut , terlebih dahulu dada Nabi Muhammad SAW di belah (dioperasi) , jantung dan hatinya dicuci dengan suatu zat (hanya Allah SWT yang tahu) , sehingga beliau mampu mengarungi ruang angkasa dengan kecepatan yang boleh jadi berkali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya . Perjalanan Rasulullah didampingi Malaikat Jibri (Gabrail) dengan mengendarai binatang atau wahana ruang angkasa yang menurut sementara riwayat bernama Buraq yang sanggup berjalan secepat penglihatannya . Jadi begitu ia melihat suatu destinasi langsung ia sudah sampai disana .Dengan kata lain mampu melayang dengan kecepatan cahaya .Hanya dalam waktu satu malam saja , beliau diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan kemudian naik kelangit tertinggi , pulang balik . Suatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan apabila tidak dengan bantuan kekuasaan (hikmah) dari Allah SWT.

Apabila kita mau berpikir lebih jernih lagi , siapakah sebenarnya kita ini dan siapa leluhur-2 kita ? Kita akan menyadari bahwa sebetulnya umat manusia bukanlah asli penduduk bumi . Di bumi pada hakekatnya bangsa manusia merupakan kaum pendatang atau aliens . Sebagaimana telah diketahui , bapak umat manusia adalah Nabi Adam AS . Setelah Nabi Adam AS diciptakan Tuhan Sang Maha Pencipta , beliau ditempatkan didalam Sorga . Dimana letak Sorga tersebut ? Tak seorangpun yang mampu menunjukkan dimana letaknya . Didalam Al Qur’an disebutkan bahwa luas Sorga adalah seluas bumi dan langit , karena itu boleh jadi Sorga tidak berada di alam semesta dimana kita berada sekarang . Kalau boleh menduga , mungkin Sorga merupakan suatu alam semesta yang lain , yang hanya Allah SWT yang mengetahui bagaimana hakekatnya dan dimana letaknya .
Pada saat itu Bumi dihuni oleh bangsa Jin dan makhluk-2 Pra sejarah seperti Dinosaurus , Mastodon ,Mamoth dan makhluk-2 raksasa lainnya mungkin termasuk makhluk yang bernama “manusia purba” berbentuk manusia tapi hidup seperti binatang , buas dan tidak berakal .
Nabi Adam AS dengan isterinya ibu Hawa (Eve) dideportasi ke bumi oleh Allah SWT , karena melakukan kesalahan fatal tergoda oleh bujukan iblis makan buah khuldi yang sudah dilarang oleh Allah agar tidak menyentuhnya . Sebelumnya bumi telah disiapkan menjadi layak huni dengan memusnahkan makhluk-2 raksasa yng serba buas dan mengerikan , sehingga nantinya bisa menjadi tempat yang bisa menjadi tempat tinggal Adam dan Hawa serta anak cucunya yakni bangsa manusia untuk menjadi khalifah di bumi .Pada waktu Nabi Adam AS beserta isterinya Hawa dideportasi ke bumi, tidak jelas apakah ia menggunakan kendaraan ruang angkasa , atau di gendong Malaikat , atau dikirim dengan semacam teleport (seperti yang digunakan dalam film Star Trek) , hanya Tuhan yang tahu . Jadi secara langsung sebenarnya umat manusia adalah keturunan penduduk Sorga . Suatu sa’at nanti kita akan pulang kampung kembali ke Sorga apabila kita memiliki tiketnya yakni termasuk dalam golongan orang yang takwa , beriman dan beramal shalih . Jadi begitulah , apabila kita ingin pulang kekampung halaman umat manusia (Sorga) , maka kita haruslah menjadi orang yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa , beriman kepada Malaikat-2 -Nya , Rasul-2- Nya , Kitab-2-Nya , Hari Kiamat serta Qadha’ dan Qadar . Dan disamping itu menjalankan semua rukun Islam dengan sungguh-2 dan dengan hati yang ikhlas , serta melakukan amal-2 kebajikan lainnya sebagaimana diperintahkan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul .


Kalau masih ada orang yang masih penasaran ingin mencari Aliens atau makhluk cerdas dari planit atau Galaxi lain , tunjukkanlah bahwa kita semua berasal dari dunia lain , tidak usah repot-2 cari yang lain . Dari pada buang-2 uang untuk penyelidikan dan explorasi ruang angkasa yang pasti memerlukan biaya yang sangat besar , lebih baik gunakan uang tersebut untuk proyek-2 kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan , sehingga Aliens yang bernama bangsa manusia ini bisa hidup lebih sejahtera di bumi .

“Dan Kami berfirman , “ Hai Adam ! Tinggallah kau dan isterimu didalam Sorga . Dan makanlah kamu dari padanya dengan senang dimana saja kamu berkenan . Tapi janganlah ganggu pohon ini,supaya kamu jangan jadi orang yang dhalim . # Lalu syaitan menggelincirkan mereka dari (sorga) , dan mengeluarkan mereka dari keadaannya (yang bahagia) . Dan Kami berfirman , “ Turunlah kamu sekalian , yang sebagian jadi musuh yang lain . Bagi kamu ada tempat tinggal di bumi , dan kesenangan sampai waktu (yang ditentukan) .# Lalu Adam menerima beberapa kata dari Tuhan-nya . Maka Tuhanpun menerima taubatnya . Sungguh , Ia-lah Yang Maha Penerima Taubat , Yang Maha Penyayang .# Kami berfirman , “Turunlah kamu sekalian dari sini ! Dan jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku , siapa saja mengikuti petunjuk-Ku , tiadalah mereka perlu dikuatirkan , dan tiada mereka berduka cita . “ # “Tapi mereka yang tiada beriman , dan mendustakan ayat-2 Kami , merekalah penghuni neraka . Mereka tinggal di dalamnya se-lama-2-nya . “ (Al Baqarah / 02:35-39)

“Maha Suci Allah yang membawa berjalan hamba-Nya malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha , yang Kami berkati sekitarnya untuk memperlihatkan kepadanya beberapa tanda (kebasaran) Kami . Sungguh , Ia-lah Yang Maha Mendengar , Yang Maha Melihat . “ (Al Isra’ / 17:01)

“Diantara tanda-2 (kebesaran)-Nya , ialah penciptaan langit dan bumi , dan makhluk-2 yang Ia sebarkan di atas keduanya. Dan Ia berkuasa (pula) mengumpulkannya , jika Ia menghendaki (demikian).” (Asy Syura / 42:29)

“Ia sungguh telah melihatnya , waktu (Jibril) turun sekali lagi .# Di Sidratul Muntaha .# Dekat di situ ada taman Sorga tempat kediaman .# Ketika Sidratul Muntaha diliputi (rahasia) yang meliputi(nya) .”(An Najm / 53:13-16)

“Hai kumpulan jin dan manusia ! Jika sanggup kamu menembus keluar dari daerah-2 langit dan bumi , tembuslah ! tanpa kekuasaan (Kami), tiadalah sanggup kamu menembus (nya) . “ (Ar Rahman / 55:33)

Saturday, April 4, 2009

JADILAH UMAT PERTENGAHAN

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Salah satu warisan Rasulullah Muhammmad SAW. kepada Umat Islam adalah Al-Qur’an al Karim . Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan sedikit demi sedikit melalui Nabi Muhammad SAW. untuk ummatnya , sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Pencatatannya pada awalnya dilakukan oleh para sahabat secara sendiri-2 dan terpisah-2 . Baru setelah wafatnya Rasulullah SAW, yakni pada masa pemerintahan Khulafa’ur Rasyidin , dilakukan pengumpulan data dari catatan-2 yang ter pisah-2 tersebut dalam satu kodifikasi atau Kitab yang kemudian dikenal sebagai musyhaf Usmani . Selanjutnya Musyhaf tersebut dijadikan Kitab Suci bagi umat Islam dengan nama Al-Qur’an al Karim . Kitab ini tdak saja harus dibaca tapi harus pula diamalkan oleh orang yang beriman kepada Allah SWT. Memang secara khusus orang harus belajar membaca Al-Qur’an , karena Al-Qur’an aslinya dituliskan dalam bahasa dan huruf Arab . Akan sangat baik , apabila orang tidak hanya belajar membacanya saja atau istilah populernya ‘ belajar mengaji ‘ tapi sekaligus juga mempelajari bahasa Arab , supaya dapat memahami arti dan maknanya . Namun demikian bagi kebanyakan orang , hal ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang sangat panjang . Oleh karenanya , dengan maksud untuk membantu serta memudahkan orang dalam memahami Al-Qur’an , agar dapat pula mengamalkan , petunjuk dan pelajaran yang terkandung didalamnya , telah banyak ulama dan pakar agama Islam menerbitkan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an . Misalnya tafsir Ibnu Katsir , Sayyid Qutb , Buya Hamka , Quraish Shihab dan lain-2 . Namun hampir semuanya dalam format yang tebal dan ber-jilid-2 . Bagi mereka yang mempunyai banyak waktu atau memiliki interest khusus untuk mempelajarinya hal itu tidak menjadi persoalan . Dan memang sebagai umat Islam yang baik , seharusnya kita menyediakan waktu yang cukup dan mengem bangkan minat untuk mempelajarinya secara lengkap . Tapi bagi mereka yang punya kesibukan dalam pekerjaannya , atau sibuk dengan perjuangannya , atau yang selalu melakukan perjalan an , agak repot untuk menyediakan waktu yang cukup untuk membaca buku tafsir yang tebal-2 tersebut . Sehingga lebih banyak kita lihat , Kitab-2 tafsir yang tebal-2 tersebut , teronggok hanya sebagai hiasan lemari-2 buku saja .
Kalau demikian halnya , bagaimana mungkin kita akan bisa mengamalkan ajaran-2 Al-Qur’an dengan baik , kalau kita tidak mempunyai kesempatan untuk mengkajinya ? Sebagai umat Islam kita seharusnya mengusahakan dan menyempatkan diri untuk mempelajarinya . Meskipun diawali dengan satu ayat , kemudian sedikit demi sedikit dan mengambil bagian-2 yang mudah difahami terlebih dahulu , lama-2 , insya’ Allah , Tuhan akan membukakan pintu rahmah-Nya kepada kita semua . Amin ya Robbal Alamin . Allah sendiri telah berfirman dalam surat Al-Muzzammil ayat 20

“ ……….. Maka bacalah bagian-2 Al-Qur’an yang mudah bagimu , Ia tahu diantara kamu ada yang sakit , ada yang mengembara di muka bumi mencari karunia Allah , dan ada pula yang berperang di jalan Allah . Maka bacalah olehmu bagian-2 (Al-Qur’an) yang mudah (bagimu) ……” .
Dengan memahami secara baik petunjuk-2 serta ketentuan-2 yang ada dalam Al-Qur’an , diharapkan orang bisa mengamalkannya dengan baik pula . Memang tidak semua ayat mudah dimengerti atau difahami . Sebagian ayat Al-Qur’an ada yang memerlukan ilmu dan pengetahuan khusus untuk bisa mengerti apa maksudnya . Ayat-2 yang seperti itu disebut ayat-2 mutashabihat . Karenanya apabila kita mengalami kesulitan dalam memahami satu ayat atau keterangan dalam Al-Qur’an , janganlah membuat penafsiran sendiri atau meng-ira-2 apa maksudnya , tapi bertanyalah kepada ahlinya (ulama) . Baik menyangkut hal-2 yang berkaitan dengan masalah ibadah , maupun yang berkaitan dengan masalah muamalah .

Warisan Nabi Muhammad SAW. yang satu lagi adalah Sunnah Rasul . Sunnah adalah segala yang dilakukan dan tidak dilaku kan , segala yang diucapkan dan tidak diucapkan , dan segala yang disetujui dan yang tidak disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. , selama hidupnya , khususnya setelah beliau diangkat sebagai Rasulullah . Sunnah Rasul bisa dipelajari dari kitab tarich atau riwayat hidup Rasulullah serta kitab-2 hadist , terutama yang berstatus shahih . Dan ini bisa kita temukan dalam kitab-2 Shahih Bukhori – Muslim , atau Abu dawud . Perlu diingat bahwa dalam mempelajari hadist kita harus ber-hati-2 , karena sangat banyaknya hadist palsu atau dhoif yang beredar diantara kumpulan hadist-2 yang ada . Misalnya , Imam Bukhori yang terkenal sangat prudent dan ber-hati-2 . Beliau hanya berani mengumpulkan hadist pilihannya yang dinilai shahih sebanyak kurang lebih 6000 hadist dari jumlah hadist yang beredar sebanyak kurang lebih 600 000 hadist .
Sunnah pada awalnya diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut oleh para sahabat yang dekat dengan Nabi . Hal ini berjalan lama sekali . Dan dengan berjalannya waktu , apalagi setelah wafatnya Rasulullah SAW. dan sahabat-2 utama yang merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan tentang Sunnah Rasul tersebut , sehingga banyak terjadi distorsi . Ditambah lagi dengan munculnya banyak sumber informasi yang kurang atau tidak dapat dipercaya . Dan kemudian banyak beredar informasi-2 tentang Sunnah Rasul yang tidak benar , tidak bisa dipertanggung jawabkan , lemah , menjadi bahan pertentangan umat , dan bahkan banyak pula yang palsu . Hal tersebut tentu saja sangat memprihatinkan para ulama pada waktu itu . Sehingga karenanya , sejak kurang lebih 200 tahun (sejak wafatnya Rasulullah SAW.) , mulailah Sunnah Rasulullah tersebut dikumpulkan , diseleksi , disaring dan kemudian dituliskan oleh para ahli . Sunnah Rasul yang telah dituliskan tersebut kemudian disebut hadist .
Tuhan menjamin keaslian dan kemurnian kandungan Al-Qur’an sampai dengan hari Kiamat, tapi tidak demikian halnya dengan hadist . Namun demikian , tidak berarti kita tidak perlu lagi mempelajari hadist . Dalam rangka mendapatkan informasi mengenai Sunnah Rasul yang harus juga kita amalkan , tidak ada sumber lain kecuali kitab-2 hadist tersebut. Cuma saja kita harus ber-hati-2 dan teliti dalam memilih dan mempelajarinya . Terutama harus dilihat keselarasan nya dengan isi kandungan Al-Qur’an , tidak mengandung keanehan-2 yang tidak masuk akal , tidak wajar , dan bertentangan dengan akidah serta keimanan kita .
Memang banyak hal-2 dalam kehidupan kita yang tidak masuk akal kalau kalau kita hanya mengandalkan pada kemampuan akal kita yang terbatas dan pola berfikir kita sendiri . Namun apabila hal tersebut sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur’an , kita harus menerimanya dengan kacamata keimanan . Hal-2 yang bersifat metaphysic misalnya , seperti , penciptaan langit yang tujuh , Arasy tempat Allah bersemayam , keberadaan Malaikat dan lain-2 , akal sehat manusia tidak mampu menerimanya . Tapi sebagai hamba Allah yang beriman , nurani kita harus menerimanya sebagai suatu kebenaran yang absolut . Tidak perlu lagi diperdebatkan . Karena itu , prasyarat utama bagi seorang mukmin dan mukminat adalah keharusan memilki kepercayaan dan keimanan terhadap : 1 . Allah yang Maha Esa , 2 . Malaikat - 2-Nya , 3 . Rasul- 2-Nya , 4 . Kitab- 2-Nya , 5 . Hari Kiamat 6 . Qadho’ dan Qodar .

Banyak hal gaib dalam hidup ini , yang kita tidak bisa menangkap dengan pancaindera kita , tapi kita harus meng-imaninya karena sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur,an . Dan kita diperintahkan untuk menerimanya sebagai satu kebenaran yang mutlak . Memang hal ini tidak mudah . Tapi justru disinilah kita akan di uji dan dinilai seberapa besar keimanan kita dan seberapa tinggi kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana . Orang yang paling baik disisi Allah SWT. adalah orang yang paling besar takwanya kepada-Nya . Dan ini pula yang membedakan ummat Islam dengan golongan-2 yang berfaham materialisme . Bagi mereka yang digunakan sebagai jargon adalah prinsip : “ seeing is believing “ . Mereka hanya percaya kepada apa yang bisa dilihatnya saja . Mereka lupa , bahwa mereka tidak bisa menyangkal adanya Roh dalam tubuh makhluk hidup, meskipun mereka sendiri tidak bisa melihatnya . Believe it or Not !

Sebagai seorang muslim , kita harus betul-2 menghayati bagaimana cara ber-agama Islam yang benar . Islam tidak pernah menyulitkan pemeluknya . Malahan melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasul , Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar senantiasa menjadi umat pertengahan , artinya tidak ekstrim kekanan ataupun kekiri . Tidak memaksakan kehendak dan tidak menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya . Dalam menjalankan shalat misalnya , kita diajarkan jangan membaca bacaan shalat kita dengan suara keras , dan jangan pula perlahan , tapi ambillah jalan diantara keduanya . Dalam menghadapi musuh kita hanya disuruh memeranginya , apabila kita diserang terlebih dahulu atau diusir dari rumah atau kampung halaman kita . Dan apabila musuh kita menghentikan serangannya , kitapun disuruh menghentikan permusuhan tersebut . Apabila kita dianiaya oleh musuh , kita hanya diperkenankan membalasnya sebagaimana musuh menganiaya kita , tidak lebih dari itu , dan apabila kita mema’afkannya itu akan lebih baik bagi kita .
Allah SWT.tidak suka kepada orang yang ber-lebih-2-an . Orang Islam tidak boleh ber-lebih-2-an dalam segala hal . Kalau kita makan , makanlah secukupnya , jangan ber -ebih-2-an . Kalau kita berpakaian , pakailah seperlunya sekedar untuk menutup aurat dan menjaga kesopanan , janganlah ber-lebih-2-an . Kalau kita senang pada sesuatu , ungkapkanlah dengan rasa kegembiraan yang wajar , tidak perlu ber-lebih-2-an . Demikian pula kalau kita tidak menyenangi (membenci) sesuatu , ungkapkanlah hal itu dengan cara yang baik , janganlah mencela atau mencaci maki orang yang tidak kita senangi (apalagi dengan cara ber-lebih-2-an) . Bahkan dalam beribadahpun kita tidak boleh ber-lebih-2-an .
Pernah suatu ketika , tiga sahabat Rasul menemui isteri nabi , Siti A’isah , bermaksud untuk bertanya mengenai cara ibadahnya Rasulullah SAW.. Setelah menerima penjelasan Siti A’isah mengenai bagaimana ibadahnya Rasulullah SAW. , ketiga sahabat tersebut merasa bahwa ibadah mereka sendiri belum ada apa-2-nya , jika dibandingkan dengan ibadahnya Rasulullah SAW. Mereka berkata , “ Apabila Rasulullah yang telah dijamin akhiratnya oleh Allah SWT. beribadah seperti itu , apa artinya ibadah kita ini ? “ Maka kemudian mereka bertekad untuk “ menyempurnakan “ ibadahnya dengan cara , yang satu akan puasa terus menerus tanpa henti , yang satu akan shalat malam terus-2-an tanpa tidur , dan yang satu lagi bertekad untuk tidak kawin seumur hidupnya . Setelah mendengar tekad dari ketiga sahabatnya tersebut , Rasulullah SAW.memanggil ketiganya . Dikatakan kepada mereka , bahwa rasulullah adalah orang yang paling takwa kepada Allah dan paling tahu tentang apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi oleh Allah . Meskipun begitu , Rasulullah SAW. berpuasa dan juga berbuka (tidak puasa) , Rasulullah SAW.shalat malam (shalatul lail) dan juga tidur , dan Rasulullah SAW. juga menikah dan berkeluarga . Allah SWT.tidak senang kepada orang yang ber-lebih-2-an dalam beribadah . Dan puasa sunnah yang paling baik menurut nabi adalah cara puasanya Nabi Daud , yakni sehari puasa dan sehari tidak puasa , berselang-seling , bukannya puasa terus menerus tanpa berbuka sama sekali . Dan umat Muhammad yang paling baik adalah mereka yang mengikuti sunnahnya .
Tapi dalam kenyataan , masih banyak orang Islam yang memaksakan diri secara ber-lebih-2-an dalam menjalankan ibadahnya . Bahkan ada yang melakukan usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-2 yang berat , yang akhirnya membuatnya mabuk kepayang dan merasa bahwa dirinya sudah menyatu dengan Allah . Merasa bahwa dirinya sudah sederajat dan lebur secara ilahiah . Kondisi tersebut disebut dengan istilah wahdatul wujud . Ajaran ini diusung oleh Ibnu Arabi dan para pengikutnya . Ada suatu kaum atau kelompok yang mengkultuskan serta mendewakan pimpinan atau kyai-2-nya . Mereka menganggap kiyainya adalah orang suci atau wali atau apalah namanya . Bahkan lebih suci dari seorang nabi . Golongan orang seperti ini , akan melakukan apa saja yang diperintahkan kyainya tersebut tanpa reserve , tidak perduli perintahnya melanggar hukum atau tidak . Ada pula golongan yang merasa paling benar sendiri , dan dengan enteng meng-kafirkan orang-2 islam lainnya yang tidak sealiran atau tidak sependapat dengan golongan mereka .
Pada waktu kaum Khawarij memberontak terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib , karena tidak setuju dengan kebijaksanaan Khalifah dalam menyelesaikan pertikaiannya dengan kelompok Mu’awiyah , mereka meng-kafirkan seluruh ummat islam diluar kelompok mereka (Khawarij) . Menghadapi keadaan yang demikian para pendukung Khalifah Ali mengusulkan kepada Khalifah , agar mereka (Khawarij) dianggap telah murtad dan kafir . Usulan ini dengan tegas ditolak oleh Khalifah Ali . “ Jangan ! “ , kata beliau , “ Mereka masih mengucapkan shahadat dan menjalankan shalat .“ Lalu oleh pendukung khalifah diusulkan lagi , kalau begitu mereka (Khawarij) termasuk golongan munafik . Inipun ditolak oleh Khalifah Ali , dan katanya ,“ Mereka masih banyak dzikirnya kepada Allah . Mereka masih tetap sebagai saudara-2 kita , hanya saja mereka sedang salah jalan . “

Banyak hal seperti itu kita temukan dalam Al-Qur’an .Kita jumpai banyak sekali petunjuk-2 bagaimana seharusnya kita menjalani hidup serta mengamalkan ibadah kita . Sehingga jelas bagi siapapun yang memahami Al-Qur’an , bahwa ummat Islam adalah ummat pertengahan , ummat yang moderat , tidak ber-lebih-2-an dan sangat mencintai perdamaian . Kalau ada golongan tertentu yang menganggap bahwa Islam identik dengan ekstrimist atau terorist , itu adalah kesalah pahaman karena mereka tidak tahu apa itu Islam yang sebenarnya . Maka sangat perlu bagi ummat Islam untuk selalu menunjukan perilaku serta ke-suri tauladanan dalam hidup bermasyarakat . Sehingga orang akan melihat bahwa ummat Islam adalah ummat yang cinta kepada perdamaian dan persaudaraan .
Banyak kita jumpai ayat-2 dalam Al- Qur’an yang memuat janji Allah SWT , bahwa Ia akan memberi balasan pahala yang besar dan berlimpahan serta tempat kediaman di Sorga yang penuh dengan kenikmatan , bagi hamba-2-Nya yang ber-iman kepada-Nya dan melakukan amal-2 kebaikan (amal shaleh) .
Iman yang bagaimana dan amal-2 kebaikan yang bagaimanakah yang harus dilakukan , agar kita bisa memperoleh karunia yang dijanjikan-Nya tersebut ?
Dalam menjalankan agama Islam kita dituntut menjalankan lima rukun-nya , yakni : 1 . Mengucapkan dua Syahadat (Syahadatain) , 2 . Menjalankan shalat lima waktu , 3 . Berpuasa dalam bulan Ramadhan , 4 . Menunaikan zakat , dan ,5 . Menjalankan ibadah Haji , bagi mereka yang mampu .



Mengucapkan dua syahadat , adalah ber-ikrar dengan kesungguhan hati bahwa kita bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah SWT, dan kita bersaksi Muhammad SAW. adalah Utusan-Nya . Syahadatain bukanlah sekedar ucapan atau kesaksian tanpa makna , yang hanya diucapkan dimulut saja . Tidak , sama sekali tidak ! Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT. , membawa konsekwensi pengakuan kita bahwa tidak ada apapun dan siapapun yang kita pertuhankan kecuali Ia semata . Hal ini juga selalu kita ikrarkan pada setiap kita membaca surat Al-Fatihah , “ Hanya kepada-mu aku bersimpuh (menyembah) dan hanya kepada-Mu aku mohon pertolongan “ ., (tidak kepada yang lain) . Dan inilah landasan dari tauhid dan keimanan kita kepada Allah SWT. yang harus kita pegang teguh tanpa reserve . Kita imani ke-Esaan-Nya ,ke-Agungan-Nya , ke-Besaran-Nya , ke-Tinggian-Nya , ke-Muliaan-Nya , dan semua yang tercakup dalam Asma’ul Husna . Tidak ada sesuatupun yang dapat menyamai-Nya . Sekali kita menyamakan atau mempersekutukan-Nya dengan apapun yang ada di bumi dan langit serta apa yang ada diantara keduanya , kita akan terjerumus menjadi orang yang musyrik . Dan musyrik merupakan dosa yang paling besar dan tidak berampun . Musyrik juga akan terjadi apabila kita mempertuhankan , Malaikat , Jin , dukun , paranormal , “ orang pintar “ , kuburan , tempat-2 keramat, jabatan , kekayaan dan lain sebagainya . Maka jangan pernah melupakan ikrar kita , “ Hanya kepada-Mu (Allah) aku menyembah dan hanya kepada-Mu (Allah) aku mohon pertolongan ! “
Kemudian kita bersaksi , bahwa Muhammad SAW. adalah Utusan-Nya . Kesaksian ini merupakan satu statement yang tegas , kita mengakui bahwa Muhammad SAW. adalah manusia biasa yang telah dipilih-Nya untuk menjadi Utusan-Nya . Muhammad SAW. bukan sekutu-Nya , dan Muhammad SAW. bukan anak-Nya . Kita mengakui Muhammad SAW. sebagai rasul dan hamba-Nya . Kita menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. , karena melalui beliau kita memperoleh ke-Islaman kita , melalui beliau kita mendapatkan hidayah keimanan kita , melalui beliau kita menjadi orang yang mampu membedakan yang hak dari yang batil , dan melalui beliau , Insya’ Allah , kita akan menjadi umat yang selamat di hari akhirat serta mewarisi Sorga-Nya . Kita menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. , tapi tidak mengkultuskannya . Justru Rasulullah SAW. tidak senang umatnya ber-lebih-2-an dalam menghormati dan memujanya , bahkan mendewakannya . Beliau tidak menghendaki menjadi seperti yang dialami oleh saudaranya Isa AlMasih AS. , dikultuskan oleh umatnya sebagai Jesus sang penyelamat dan anak Tuhan . Cukuplah bagi kita mengirimkan banyak-2 shalawat dan salam kepada beliau , karena Allah SWT. dan para Malaikat-pun bershalawat kepada Nabi SAW.

Rukun ke-dua adalah menjalankan shalat lima waktu , yakni Subuh , Dhuhur , Asar , Maghrib , dan Isya’ . Ini adalah shalat yang wajib . Sebagai ibadah tambahan , kita bisa melakukan shalat malam (tahajjud) dan shalat-2 sunnah lainnya . Kecuali yang jelas terlarang untuk melakukannya , yakni shalat sunnah sesudah shalat Subuh sampai dengan terbitnya matahari dan shalat sunnah sesudah shalat Asar sampai dilaksanakannya shalat Maghrib .
Jagalah kesempurnaan shalatmu ! Lakukanlah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan ! Utamakan yang wajib dari yang sunnah , jangan dibalik . Ada orang yang tekun shalat tahajjud sepanjang malam , tapi karena kecapaian ia tertidur , sehingga bangun terlambat dan shalat Subuh-nya terjemur . Ada juga orang yang shalat Dhuha puluhan raka’at , tapi waktu datang sa’at shalat Dhuhur , karena alasan kesibukan , mereka me nunda-2nya sampai menjelang datangnya waktu shalat Asar . Tidak boleh begitu ! Ibadah wajib lebih utama dari ibadah sunnah .Usahakanlah selalu khusyuk dalam melaksanakan shalat ! Allah SWT. ber-firman , bahwa melakukann shalat itu berat , kecuali bagi mereka yang khusyuk . Karena itu dalam menjalan kan shalat , pusatkan konsentrasi kita dengan menghayati arti dan maksud dari bacaan dan gerakan-2nya . Jagalah kesopanan bersikap dalam shalat , karena kita sedang menghadap kepada Raja dan Pencipta yang Agung (meskipun kita tidak dapat melihatnya) . Bila syaitan mengganggu kekhusyukan shalat kita , dengan ber-macam-2 pikiran yang ramainya seperti pasar malam , mintalah bantuan Allah SWT. dengan lebih focus pada arti bacaan-2 kita . Shalat adalah tiang agama , dan akan menghapuskan dosa-2 (kecil) yang kita lakukan diantara dua waktu shalat . Karena itu jangan pernah meninggalkan shalat fardhu dalam keadaan bagaimanapun juga . Apabila ada gangguan untuk bisa melaksanakannya secara normal , Allah SWT. memberi kemudah an kepada hambanya untuk melaksanakan shalat secara khusus . Bila kita dalam keadaan sebagai musafir , kita diberi keringanan untuk men-jamaknya dengan cara mendahulukan atau mengakhirkannya (takdim atau takkhir) , dan bahkan dapat menyingkatnya (qosor) . Apabila kita terjebak dalam kemacetan , sehingga tidak bisa mencapai rumah atau mampir di mesjid terdekat sesuai dengan jadwal waktu shalat , kita bisa melakukannya secara darurat dengan duduk atau berbaring , didalam mobil , bis atau trem . Yang penting adalah , jangan tinggalkan shalat wajib yang lima waktu !

Rukun ke-tiga adalah berpuasa dalam bulan Ramadhan . Puasa adalah mencegah dan menahan diri dari pemuasan nafsu yang biasa kita lakukan se hari-2 , seperti makan minum , berkumpul dengan isteri , dan pelampiasan nafsu-2 yang lain . Waktunya dimulai dari datangnya waktu Imsya’ (kurang lebih 5 menit sebelum waktu Subuh) sampai dengan datangnya waktu Maghrib .Puasa adalah ibadah yang merupakan ujian ketakwaan kepada Allah SWT. , yang disertai dengan perjuangan hamba Allah dalam mendisiplinkan diri sendiri (self discipline) . Kalau seseorang tidak puasa dan secara sembunyi-2 memuaskan nafsunya , tidak akan ada yang tahu kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT. . Karenanya , puasa merupakan satu-2nya ibadah yang dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. semata . Puasa Ramadhan , wajib dijalankan satu bulan penuh , antara 29 sampai 30 hari . Apabila kita berhasil dalam melaksanakan ibadah puasa ini , dengan ketakwaan dan keikhlasan se-mata-2 karena Allah SWT. , Insya’ Allah , kita akan bisa berdisiplin dalam segala hal . Dalam dimensi kemasyarakatan , hal ini sangat penting sebagi satu tonggak untuk mewujudkan masyara kat yang adil dan bertanggung jawab , yang merupakan cita-2 luhur dalam membangun masyarakat madani .
Disamping puasa Ramadhan yang bersifat wajib bagi seluruh umat Islam , ada juga puasa-2 sunnah yang biasa dijalankan umat Islam seperti , puasa Syawal , puasa Arafah , puasa Senen-Kamis , puasa nabi Daud dan lain-2 . Tapi perlu kami ingatkan kembali , bahwa ibadah yang wajib lebih utama dari ibadah yang sunnah .

Rukun ke-empat adalah menunaikan zakat . Allah SWT. dalam firman-2Nya banyak menyinggung salah satu ukuran dari keimanan dan ketakwaan hamba-Nya adalah , mereka yang secara terbuka atau sembunyi-2 memberikan sebagian karunia yang diperolehnya dari Allah SWT. kepada fakir miskin , orang yang kesulitan dalam perjalanan , orang yang dililit hutang , orang yang berjuang di jalan Allah dan para peminta-2 . Jadi zakat merupakan ibadah yang mempunyai dimensi sosial sangat luas . Ia perwujudan dari kepedulian umat Islam terhadap ketimpangan ekonomi yang ada dalam masyarakatnya . Ia merupakan bukti adanya kesetiakawanan sosial dan semangat persaudaraan yang tinggi . Dan ia juga menjadi instrument yang andal , dalam mewujudkan masyarakat madani yang adil dan bertanggung jawab . Ibadah zakat dan biasanya dilengkapi dengan infaq dan shadaqoh , mengajarkan kepada kita untuk tidak egois , tidak kikir bin bakhil , tidak mengumbar kemewahan hidup yang ber-lebih-2-an , selalu mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada kita , peduli terhadap penderitaan sesama , peduli terhadap kebutuhan lingkungan , dan menambah ketakwa an dan keimanan kita kepada Allah SWT.,raja di hari akhirat . Pinjamilah Allah SWT. dengan pinjaman yang baik , niscaya Allah SWT. akan melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua ! Amin , Ya Robbal ‘Alamin .

Rukun kelima adalah menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu . Ibadah ini merupakan perjalanan tapak tilas perjuangan Nabi Ibrahim dalam membangun Ka’bah sebagai rumah Tuhan yang terletak di kota Mekah , sekaligus melakukan ziarah ke tempat perjuangan Nabi Muhammad SAW. di kota Mekkah dan Medinah . Ibadah haji dilaksanakan pada bulan dzulhijjah . Apabila dilaksanakan diluar bulan Dzulhijjah , ia dinamakan ibadah Umrah dan hukumnya sunnah . Ibadah Umrah tidak bisa meng gantikan ibadah haji dalam pengertian menghilangkan kewajiban melaksanakan ibadah haji itu sendiri . Pelaksanaan ibadah ini memerlukan biaya yang cukup besar , kesehatan yang prima serta kesiapan fisik yang memadai . Karenanya ibadah ini hanya diwajibkan , sekali seumur hidup , bagi mereka yang mampu dari segala aspeknya . Bagi mereka yang tidak mampu , hukumnya tidak wajib . Sebaliknya bagi mereka yang mampu tapi tidak melaksanakannya , dosanya sangat besar , dan akan meninggal menjadi seperti orang Nasrani atau Yahudi . Nau’dzubillahi min Dzalik ! Melaksanakan ibadah haji lebih dari sekali tidak dilarang , tapi untuk yang kedua , ketiga dan seterusnya hukumnya adalah sunnah .
Seperti hal-nya dengan ibadah-2 yang lain , kita harus lebih mengutamakan yang wajib dari yang sunnah . Sehingga apabila kita mau melaksanakan ibadah haji yang kedua dan seterusnya , sebaiknya kita mengevaluasi kekanan dan kekiri . Apakah tidak ada lagi manfa’at yang lebih besar dari uang yang akan kita keluarkan untuk membiayai perjalanan tersebut . Misalnya , untuk membantu fakir miskin yang ada disekeliling kita , membantu membiayai sekolah anak-2 saudara-2 kita yang tidak mampu , membangun prasarana mushalla atau mesjid , memperbaiki sarana kebersihan di lingkungan kita , dan lain-2 . Orang yang paling baik disisi Allah , adalah orang yang paling bermanfa’at bagi sesama . Karena itu jadilah orang yang paling banyak manfa’atnya bagi orang lain .

Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada nabi besar Muhammad SAW. , sanak keluarga , para sahabat dan handai taulannya . Dan mudah-2-an , Allah SWT. berkenan pula menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semuanya . Amin Ya Robbal Alamin !