Sunday, April 5, 2009
Saturday, April 4, 2009
JADILAH UMAT PERTENGAHAN
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha PenyayangSalah satu warisan Rasulullah Muhammmad SAW. kepada Umat Islam adalah Al-Qur’an al Karim . Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan sedikit demi sedikit melalui Nabi Muhammad SAW. untuk ummatnya , sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Pencatatannya pada awalnya dilakukan oleh para sahabat secara sendiri-2 dan terpisah-2 . Baru setelah wafatnya Rasulullah SAW, yakni pada masa pemerintahan Khulafa’ur Rasyidin , dilakukan pengumpulan data dari catatan-2 yang ter pisah-2 tersebut dalam satu kodifikasi atau Kitab yang kemudian dikenal sebagai musyhaf Usmani . Selanjutnya Musyhaf tersebut dijadikan Kitab Suci bagi umat Islam dengan nama Al-Qur’an al Karim . Kitab ini tdak saja harus dibaca tapi harus pula diamalkan oleh orang yang beriman kepada Allah SWT. Memang secara khusus orang harus belajar membaca Al-Qur’an , karena Al-Qur’an aslinya dituliskan dalam bahasa dan huruf Arab . Akan sangat baik , apabila orang tidak hanya belajar membacanya saja atau istilah populernya ‘ belajar mengaji ‘ tapi sekaligus juga mempelajari bahasa Arab , supaya dapat memahami arti dan maknanya . Namun demikian bagi kebanyakan orang , hal ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang sangat panjang . Oleh karenanya , dengan maksud untuk membantu serta memudahkan orang dalam memahami Al-Qur’an , agar dapat pula mengamalkan , petunjuk dan pelajaran yang terkandung didalamnya , telah banyak ulama dan pakar agama Islam menerbitkan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an . Misalnya tafsir Ibnu Katsir , Sayyid Qutb , Buya Hamka , Quraish Shihab dan lain-2 . Namun hampir semuanya dalam format yang tebal dan ber-jilid-2 . Bagi mereka yang mempunyai banyak waktu atau memiliki interest khusus untuk mempelajarinya hal itu tidak menjadi persoalan . Dan memang sebagai umat Islam yang baik , seharusnya kita menyediakan waktu yang cukup dan mengem bangkan minat untuk mempelajarinya secara lengkap . Tapi bagi mereka yang punya kesibukan dalam pekerjaannya , atau sibuk dengan perjuangannya , atau yang selalu melakukan perjalan an , agak repot untuk menyediakan waktu yang cukup untuk membaca buku tafsir yang tebal-2 tersebut . Sehingga lebih banyak kita lihat , Kitab-2 tafsir yang tebal-2 tersebut , teronggok hanya sebagai hiasan lemari-2 buku saja .
Kalau demikian halnya , bagaimana mungkin kita akan bisa mengamalkan ajaran-2 Al-Qur’an dengan baik , kalau kita tidak mempunyai kesempatan untuk mengkajinya ? Sebagai umat Islam kita seharusnya mengusahakan dan menyempatkan diri untuk mempelajarinya . Meskipun diawali dengan satu ayat , kemudian sedikit demi sedikit dan mengambil bagian-2 yang mudah difahami terlebih dahulu , lama-2 , insya’ Allah , Tuhan akan membukakan pintu rahmah-Nya kepada kita semua . Amin ya Robbal Alamin . Allah sendiri telah berfirman dalam surat Al-Muzzammil ayat 20
“ ……….. Maka bacalah bagian-2 Al-Qur’an yang mudah bagimu , Ia tahu diantara kamu ada yang sakit , ada yang mengembara di muka bumi mencari karunia Allah , dan ada pula yang berperang di jalan Allah . Maka bacalah olehmu bagian-2 (Al-Qur’an) yang mudah (bagimu) ……” .
Dengan memahami secara baik petunjuk-2 serta ketentuan-2 yang ada dalam Al-Qur’an , diharapkan orang bisa mengamalkannya dengan baik pula . Memang tidak semua ayat mudah dimengerti atau difahami . Sebagian ayat Al-Qur’an ada yang memerlukan ilmu dan pengetahuan khusus untuk bisa mengerti apa maksudnya . Ayat-2 yang seperti itu disebut ayat-2 mutashabihat . Karenanya apabila kita mengalami kesulitan dalam memahami satu ayat atau keterangan dalam Al-Qur’an , janganlah membuat penafsiran sendiri atau meng-ira-2 apa maksudnya , tapi bertanyalah kepada ahlinya (ulama) . Baik menyangkut hal-2 yang berkaitan dengan masalah ibadah , maupun yang berkaitan dengan masalah muamalah .
Warisan Nabi Muhammad SAW. yang satu lagi adalah Sunnah Rasul . Sunnah adalah segala yang dilakukan dan tidak dilaku kan , segala yang diucapkan dan tidak diucapkan , dan segala yang disetujui dan yang tidak disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. , selama hidupnya , khususnya setelah beliau diangkat sebagai Rasulullah . Sunnah Rasul bisa dipelajari dari kitab tarich atau riwayat hidup Rasulullah serta kitab-2 hadist , terutama yang berstatus shahih . Dan ini bisa kita temukan dalam kitab-2 Shahih Bukhori – Muslim , atau Abu dawud . Perlu diingat bahwa dalam mempelajari hadist kita harus ber-hati-2 , karena sangat banyaknya hadist palsu atau dhoif yang beredar diantara kumpulan hadist-2 yang ada . Misalnya , Imam Bukhori yang terkenal sangat prudent dan ber-hati-2 . Beliau hanya berani mengumpulkan hadist pilihannya yang dinilai shahih sebanyak kurang lebih 6000 hadist dari jumlah hadist yang beredar sebanyak kurang lebih 600 000 hadist .
Sunnah pada awalnya diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut oleh para sahabat yang dekat dengan Nabi . Hal ini berjalan lama sekali . Dan dengan berjalannya waktu , apalagi setelah wafatnya Rasulullah SAW. dan sahabat-2 utama yang merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan tentang Sunnah Rasul tersebut , sehingga banyak terjadi distorsi . Ditambah lagi dengan munculnya banyak sumber informasi yang kurang atau tidak dapat dipercaya . Dan kemudian banyak beredar informasi-2 tentang Sunnah Rasul yang tidak benar , tidak bisa dipertanggung jawabkan , lemah , menjadi bahan pertentangan umat , dan bahkan banyak pula yang palsu . Hal tersebut tentu saja sangat memprihatinkan para ulama pada waktu itu . Sehingga karenanya , sejak kurang lebih 200 tahun (sejak wafatnya Rasulullah SAW.) , mulailah Sunnah Rasulullah tersebut dikumpulkan , diseleksi , disaring dan kemudian dituliskan oleh para ahli . Sunnah Rasul yang telah dituliskan tersebut kemudian disebut hadist .
Tuhan menjamin keaslian dan kemurnian kandungan Al-Qur’an sampai dengan hari Kiamat, tapi tidak demikian halnya dengan hadist . Namun demikian , tidak berarti kita tidak perlu lagi mempelajari hadist . Dalam rangka mendapatkan informasi mengenai Sunnah Rasul yang harus juga kita amalkan , tidak ada sumber lain kecuali kitab-2 hadist tersebut. Cuma saja kita harus ber-hati-2 dan teliti dalam memilih dan mempelajarinya . Terutama harus dilihat keselarasan nya dengan isi kandungan Al-Qur’an , tidak mengandung keanehan-2 yang tidak masuk akal , tidak wajar , dan bertentangan dengan akidah serta keimanan kita .
Memang banyak hal-2 dalam kehidupan kita yang tidak masuk akal kalau kalau kita hanya mengandalkan pada kemampuan akal kita yang terbatas dan pola berfikir kita sendiri . Namun apabila hal tersebut sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur’an , kita harus menerimanya dengan kacamata keimanan . Hal-2 yang bersifat metaphysic misalnya , seperti , penciptaan langit yang tujuh , Arasy tempat Allah bersemayam , keberadaan Malaikat dan lain-2 , akal sehat manusia tidak mampu menerimanya . Tapi sebagai hamba Allah yang beriman , nurani kita harus menerimanya sebagai suatu kebenaran yang absolut . Tidak perlu lagi diperdebatkan . Karena itu , prasyarat utama bagi seorang mukmin dan mukminat adalah keharusan memilki kepercayaan dan keimanan terhadap : 1 . Allah yang Maha Esa , 2 . Malaikat - 2-Nya , 3 . Rasul- 2-Nya , 4 . Kitab- 2-Nya , 5 . Hari Kiamat 6 . Qadho’ dan Qodar .
Banyak hal gaib dalam hidup ini , yang kita tidak bisa menangkap dengan pancaindera kita , tapi kita harus meng-imaninya karena sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur,an . Dan kita diperintahkan untuk menerimanya sebagai satu kebenaran yang mutlak . Memang hal ini tidak mudah . Tapi justru disinilah kita akan di uji dan dinilai seberapa besar keimanan kita dan seberapa tinggi kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana . Orang yang paling baik disisi Allah SWT. adalah orang yang paling besar takwanya kepada-Nya . Dan ini pula yang membedakan ummat Islam dengan golongan-2 yang berfaham materialisme . Bagi mereka yang digunakan sebagai jargon adalah prinsip : “ seeing is believing “ . Mereka hanya percaya kepada apa yang bisa dilihatnya saja . Mereka lupa , bahwa mereka tidak bisa menyangkal adanya Roh dalam tubuh makhluk hidup, meskipun mereka sendiri tidak bisa melihatnya . Believe it or Not !
Sebagai seorang muslim , kita harus betul-2 menghayati bagaimana cara ber-agama Islam yang benar . Islam tidak pernah menyulitkan pemeluknya . Malahan melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasul , Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar senantiasa menjadi umat pertengahan , artinya tidak ekstrim kekanan ataupun kekiri . Tidak memaksakan kehendak dan tidak menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya . Dalam menjalankan shalat misalnya , kita diajarkan jangan membaca bacaan shalat kita dengan suara keras , dan jangan pula perlahan , tapi ambillah jalan diantara keduanya . Dalam menghadapi musuh kita hanya disuruh memeranginya , apabila kita diserang terlebih dahulu atau diusir dari rumah atau kampung halaman kita . Dan apabila musuh kita menghentikan serangannya , kitapun disuruh menghentikan permusuhan tersebut . Apabila kita dianiaya oleh musuh , kita hanya diperkenankan membalasnya sebagaimana musuh menganiaya kita , tidak lebih dari itu , dan apabila kita mema’afkannya itu akan lebih baik bagi kita .
Allah SWT.tidak suka kepada orang yang ber-lebih-2-an . Orang Islam tidak boleh ber-lebih-2-an dalam segala hal . Kalau kita makan , makanlah secukupnya , jangan ber -ebih-2-an . Kalau kita berpakaian , pakailah seperlunya sekedar untuk menutup aurat dan menjaga kesopanan , janganlah ber-lebih-2-an . Kalau kita senang pada sesuatu , ungkapkanlah dengan rasa kegembiraan yang wajar , tidak perlu ber-lebih-2-an . Demikian pula kalau kita tidak menyenangi (membenci) sesuatu , ungkapkanlah hal itu dengan cara yang baik , janganlah mencela atau mencaci maki orang yang tidak kita senangi (apalagi dengan cara ber-lebih-2-an) . Bahkan dalam beribadahpun kita tidak boleh ber-lebih-2-an .
Pernah suatu ketika , tiga sahabat Rasul menemui isteri nabi , Siti A’isah , bermaksud untuk bertanya mengenai cara ibadahnya Rasulullah SAW.. Setelah menerima penjelasan Siti A’isah mengenai bagaimana ibadahnya Rasulullah SAW. , ketiga sahabat tersebut merasa bahwa ibadah mereka sendiri belum ada apa-2-nya , jika dibandingkan dengan ibadahnya Rasulullah SAW. Mereka berkata , “ Apabila Rasulullah yang telah dijamin akhiratnya oleh Allah SWT. beribadah seperti itu , apa artinya ibadah kita ini ? “ Maka kemudian mereka bertekad untuk “ menyempurnakan “ ibadahnya dengan cara , yang satu akan puasa terus menerus tanpa henti , yang satu akan shalat malam terus-2-an tanpa tidur , dan yang satu lagi bertekad untuk tidak kawin seumur hidupnya . Setelah mendengar tekad dari ketiga sahabatnya tersebut , Rasulullah SAW.memanggil ketiganya . Dikatakan kepada mereka , bahwa rasulullah adalah orang yang paling takwa kepada Allah dan paling tahu tentang apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi oleh Allah . Meskipun begitu , Rasulullah SAW. berpuasa dan juga berbuka (tidak puasa) , Rasulullah SAW.shalat malam (shalatul lail) dan juga tidur , dan Rasulullah SAW. juga menikah dan berkeluarga . Allah SWT.tidak senang kepada orang yang ber-lebih-2-an dalam beribadah . Dan puasa sunnah yang paling baik menurut nabi adalah cara puasanya Nabi Daud , yakni sehari puasa dan sehari tidak puasa , berselang-seling , bukannya puasa terus menerus tanpa berbuka sama sekali . Dan umat Muhammad yang paling baik adalah mereka yang mengikuti sunnahnya .
Tapi dalam kenyataan , masih banyak orang Islam yang memaksakan diri secara ber-lebih-2-an dalam menjalankan ibadahnya . Bahkan ada yang melakukan usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-2 yang berat , yang akhirnya membuatnya mabuk kepayang dan merasa bahwa dirinya sudah menyatu dengan Allah . Merasa bahwa dirinya sudah sederajat dan lebur secara ilahiah . Kondisi tersebut disebut dengan istilah wahdatul wujud . Ajaran ini diusung oleh Ibnu Arabi dan para pengikutnya . Ada suatu kaum atau kelompok yang mengkultuskan serta mendewakan pimpinan atau kyai-2-nya . Mereka menganggap kiyainya adalah orang suci atau wali atau apalah namanya . Bahkan lebih suci dari seorang nabi . Golongan orang seperti ini , akan melakukan apa saja yang diperintahkan kyainya tersebut tanpa reserve , tidak perduli perintahnya melanggar hukum atau tidak . Ada pula golongan yang merasa paling benar sendiri , dan dengan enteng meng-kafirkan orang-2 islam lainnya yang tidak sealiran atau tidak sependapat dengan golongan mereka .
Pada waktu kaum Khawarij memberontak terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib , karena tidak setuju dengan kebijaksanaan Khalifah dalam menyelesaikan pertikaiannya dengan kelompok Mu’awiyah , mereka meng-kafirkan seluruh ummat islam diluar kelompok mereka (Khawarij) . Menghadapi keadaan yang demikian para pendukung Khalifah Ali mengusulkan kepada Khalifah , agar mereka (Khawarij) dianggap telah murtad dan kafir . Usulan ini dengan tegas ditolak oleh Khalifah Ali . “ Jangan ! “ , kata beliau , “ Mereka masih mengucapkan shahadat dan menjalankan shalat .“ Lalu oleh pendukung khalifah diusulkan lagi , kalau begitu mereka (Khawarij) termasuk golongan munafik . Inipun ditolak oleh Khalifah Ali , dan katanya ,“ Mereka masih banyak dzikirnya kepada Allah . Mereka masih tetap sebagai saudara-2 kita , hanya saja mereka sedang salah jalan . “
Banyak hal seperti itu kita temukan dalam Al-Qur’an .Kita jumpai banyak sekali petunjuk-2 bagaimana seharusnya kita menjalani hidup serta mengamalkan ibadah kita . Sehingga jelas bagi siapapun yang memahami Al-Qur’an , bahwa ummat Islam adalah ummat pertengahan , ummat yang moderat , tidak ber-lebih-2-an dan sangat mencintai perdamaian . Kalau ada golongan tertentu yang menganggap bahwa Islam identik dengan ekstrimist atau terorist , itu adalah kesalah pahaman karena mereka tidak tahu apa itu Islam yang sebenarnya . Maka sangat perlu bagi ummat Islam untuk selalu menunjukan perilaku serta ke-suri tauladanan dalam hidup bermasyarakat . Sehingga orang akan melihat bahwa ummat Islam adalah ummat yang cinta kepada perdamaian dan persaudaraan .
Banyak kita jumpai ayat-2 dalam Al- Qur’an yang memuat janji Allah SWT , bahwa Ia akan memberi balasan pahala yang besar dan berlimpahan serta tempat kediaman di Sorga yang penuh dengan kenikmatan , bagi hamba-2-Nya yang ber-iman kepada-Nya dan melakukan amal-2 kebaikan (amal shaleh) .
Iman yang bagaimana dan amal-2 kebaikan yang bagaimanakah yang harus dilakukan , agar kita bisa memperoleh karunia yang dijanjikan-Nya tersebut ?
Dalam menjalankan agama Islam kita dituntut menjalankan lima rukun-nya , yakni : 1 . Mengucapkan dua Syahadat (Syahadatain) , 2 . Menjalankan shalat lima waktu , 3 . Berpuasa dalam bulan Ramadhan , 4 . Menunaikan zakat , dan ,5 . Menjalankan ibadah Haji , bagi mereka yang mampu .

Mengucapkan dua syahadat , adalah ber-ikrar dengan kesungguhan hati bahwa kita bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah SWT, dan kita bersaksi Muhammad SAW. adalah Utusan-Nya . Syahadatain bukanlah sekedar ucapan atau kesaksian tanpa makna , yang hanya diucapkan dimulut saja . Tidak , sama sekali tidak ! Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT. , membawa konsekwensi pengakuan kita bahwa tidak ada apapun dan siapapun yang kita pertuhankan kecuali Ia semata . Hal ini juga selalu kita ikrarkan pada setiap kita membaca surat Al-Fatihah , “ Hanya kepada-mu aku bersimpuh (menyembah) dan hanya kepada-Mu aku mohon pertolongan “ ., (tidak kepada yang lain) . Dan inilah landasan dari tauhid dan keimanan kita kepada Allah SWT. yang harus kita pegang teguh tanpa reserve . Kita imani ke-Esaan-Nya ,ke-Agungan-Nya , ke-Besaran-Nya , ke-Tinggian-Nya , ke-Muliaan-Nya , dan semua yang tercakup dalam Asma’ul Husna . Tidak ada sesuatupun yang dapat menyamai-Nya . Sekali kita menyamakan atau mempersekutukan-Nya dengan apapun yang ada di bumi dan langit serta apa yang ada diantara keduanya , kita akan terjerumus menjadi orang yang musyrik . Dan musyrik merupakan dosa yang paling besar dan tidak berampun . Musyrik juga akan terjadi apabila kita mempertuhankan , Malaikat , Jin , dukun , paranormal , “ orang pintar “ , kuburan , tempat-2 keramat, jabatan , kekayaan dan lain sebagainya . Maka jangan pernah melupakan ikrar kita , “ Hanya kepada-Mu (Allah) aku menyembah dan hanya kepada-Mu (Allah) aku mohon pertolongan ! “
Kemudian kita bersaksi , bahwa Muhammad SAW. adalah Utusan-Nya . Kesaksian ini merupakan satu statement yang tegas , kita mengakui bahwa Muhammad SAW. adalah manusia biasa yang telah dipilih-Nya untuk menjadi Utusan-Nya . Muhammad SAW. bukan sekutu-Nya , dan Muhammad SAW. bukan anak-Nya . Kita mengakui Muhammad SAW. sebagai rasul dan hamba-Nya . Kita menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. , karena melalui beliau kita memperoleh ke-Islaman kita , melalui beliau kita mendapatkan hidayah keimanan kita , melalui beliau kita menjadi orang yang mampu membedakan yang hak dari yang batil , dan melalui beliau , Insya’ Allah , kita akan menjadi umat yang selamat di hari akhirat serta mewarisi Sorga-Nya . Kita menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. , tapi tidak mengkultuskannya . Justru Rasulullah SAW. tidak senang umatnya ber-lebih-2-an dalam menghormati dan memujanya , bahkan mendewakannya . Beliau tidak menghendaki menjadi seperti yang dialami oleh saudaranya Isa AlMasih AS. , dikultuskan oleh umatnya sebagai Jesus sang penyelamat dan anak Tuhan . Cukuplah bagi kita mengirimkan banyak-2 shalawat dan salam kepada beliau , karena Allah SWT. dan para Malaikat-pun bershalawat kepada Nabi SAW.
Rukun ke-dua adalah menjalankan shalat lima waktu , yakni Subuh , Dhuhur , Asar , Maghrib , dan Isya’ . Ini adalah shalat yang wajib . Sebagai ibadah tambahan , kita bisa melakukan shalat malam (tahajjud) dan shalat-2 sunnah lainnya . Kecuali yang jelas terlarang untuk melakukannya , yakni shalat sunnah sesudah shalat Subuh sampai dengan terbitnya matahari dan shalat sunnah sesudah shalat Asar sampai dilaksanakannya shalat Maghrib .
Jagalah kesempurnaan shalatmu ! Lakukanlah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan ! Utamakan yang wajib dari yang sunnah , jangan dibalik . Ada orang yang tekun shalat tahajjud sepanjang malam , tapi karena kecapaian ia tertidur , sehingga bangun terlambat dan shalat Subuh-nya terjemur . Ada juga orang yang shalat Dhuha puluhan raka’at , tapi waktu datang sa’at shalat Dhuhur , karena alasan kesibukan , mereka me nunda-2nya sampai menjelang datangnya waktu shalat Asar . Tidak boleh begitu ! Ibadah wajib lebih utama dari ibadah sunnah .Usahakanlah selalu khusyuk dalam melaksanakan shalat ! Allah SWT. ber-firman , bahwa melakukann shalat itu berat , kecuali bagi mereka yang khusyuk . Karena itu dalam menjalan kan shalat , pusatkan konsentrasi kita dengan menghayati arti dan maksud dari bacaan dan gerakan-2nya . Jagalah kesopanan bersikap dalam shalat , karena kita sedang menghadap kepada Raja dan Pencipta yang Agung (meskipun kita tidak dapat melihatnya) . Bila syaitan mengganggu kekhusyukan shalat kita , dengan ber-macam-2 pikiran yang ramainya seperti pasar malam , mintalah bantuan Allah SWT. dengan lebih focus pada arti bacaan-2 kita . Shalat adalah tiang agama , dan akan menghapuskan dosa-2 (kecil) yang kita lakukan diantara dua waktu shalat . Karena itu jangan pernah meninggalkan shalat fardhu dalam keadaan bagaimanapun juga . Apabila ada gangguan untuk bisa melaksanakannya secara normal , Allah SWT. memberi kemudah an kepada hambanya untuk melaksanakan shalat secara khusus . Bila kita dalam keadaan sebagai musafir , kita diberi keringanan untuk men-jamaknya dengan cara mendahulukan atau mengakhirkannya (takdim atau takkhir) , dan bahkan dapat menyingkatnya (qosor) . Apabila kita terjebak dalam kemacetan , sehingga tidak bisa mencapai rumah atau mampir di mesjid terdekat sesuai dengan jadwal waktu shalat , kita bisa melakukannya secara darurat dengan duduk atau berbaring , didalam mobil , bis atau trem . Yang penting adalah , jangan tinggalkan shalat wajib yang lima waktu !
Rukun ke-tiga adalah berpuasa dalam bulan Ramadhan . Puasa adalah mencegah dan menahan diri dari pemuasan nafsu yang biasa kita lakukan se hari-2 , seperti makan minum , berkumpul dengan isteri , dan pelampiasan nafsu-2 yang lain . Waktunya dimulai dari datangnya waktu Imsya’ (kurang lebih 5 menit sebelum waktu Subuh) sampai dengan datangnya waktu Maghrib .Puasa adalah ibadah yang merupakan ujian ketakwaan kepada Allah SWT. , yang disertai dengan perjuangan hamba Allah dalam mendisiplinkan diri sendiri (self discipline) . Kalau seseorang tidak puasa dan secara sembunyi-2 memuaskan nafsunya , tidak akan ada yang tahu kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT. . Karenanya , puasa merupakan satu-2nya ibadah yang dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. semata . Puasa Ramadhan , wajib dijalankan satu bulan penuh , antara 29 sampai 30 hari . Apabila kita berhasil dalam melaksanakan ibadah puasa ini , dengan ketakwaan dan keikhlasan se-mata-2 karena Allah SWT. , Insya’ Allah , kita akan bisa berdisiplin dalam segala hal . Dalam dimensi kemasyarakatan , hal ini sangat penting sebagi satu tonggak untuk mewujudkan masyara kat yang adil dan bertanggung jawab , yang merupakan cita-2 luhur dalam membangun masyarakat madani .
Disamping puasa Ramadhan yang bersifat wajib bagi seluruh umat Islam , ada juga puasa-2 sunnah yang biasa dijalankan umat Islam seperti , puasa Syawal , puasa Arafah , puasa Senen-Kamis , puasa nabi Daud dan lain-2 . Tapi perlu kami ingatkan kembali , bahwa ibadah yang wajib lebih utama dari ibadah yang sunnah .
Rukun ke-empat adalah menunaikan zakat . Allah SWT. dalam firman-2Nya banyak menyinggung salah satu ukuran dari keimanan dan ketakwaan hamba-Nya adalah , mereka yang secara terbuka atau sembunyi-2 memberikan sebagian karunia yang diperolehnya dari Allah SWT. kepada fakir miskin , orang yang kesulitan dalam perjalanan , orang yang dililit hutang , orang yang berjuang di jalan Allah dan para peminta-2 . Jadi zakat merupakan ibadah yang mempunyai dimensi sosial sangat luas . Ia perwujudan dari kepedulian umat Islam terhadap ketimpangan ekonomi yang ada dalam masyarakatnya . Ia merupakan bukti adanya kesetiakawanan sosial dan semangat persaudaraan yang tinggi . Dan ia juga menjadi instrument yang andal , dalam mewujudkan masyarakat madani yang adil dan bertanggung jawab . Ibadah zakat dan biasanya dilengkapi dengan infaq dan shadaqoh , mengajarkan kepada kita untuk tidak egois , tidak kikir bin bakhil , tidak mengumbar kemewahan hidup yang ber-lebih-2-an , selalu mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada kita , peduli terhadap penderitaan sesama , peduli terhadap kebutuhan lingkungan , dan menambah ketakwa an dan keimanan kita kepada Allah SWT.,raja di hari akhirat . Pinjamilah Allah SWT. dengan pinjaman yang baik , niscaya Allah SWT. akan melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua ! Amin , Ya Robbal ‘Alamin .
Rukun kelima adalah menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu . Ibadah ini merupakan perjalanan tapak tilas perjuangan Nabi Ibrahim dalam membangun Ka’bah sebagai rumah Tuhan yang terletak di kota Mekah , sekaligus melakukan ziarah ke tempat perjuangan Nabi Muhammad SAW. di kota Mekkah dan Medinah . Ibadah haji dilaksanakan pada bulan dzulhijjah . Apabila dilaksanakan diluar bulan Dzulhijjah , ia dinamakan ibadah Umrah dan hukumnya sunnah . Ibadah Umrah tidak bisa meng gantikan ibadah haji dalam pengertian menghilangkan kewajiban melaksanakan ibadah haji itu sendiri . Pelaksanaan ibadah ini memerlukan biaya yang cukup besar , kesehatan yang prima serta kesiapan fisik yang memadai . Karenanya ibadah ini hanya diwajibkan , sekali seumur hidup , bagi mereka yang mampu dari segala aspeknya . Bagi mereka yang tidak mampu , hukumnya tidak wajib . Sebaliknya bagi mereka yang mampu tapi tidak melaksanakannya , dosanya sangat besar , dan akan meninggal menjadi seperti orang Nasrani atau Yahudi . Nau’dzubillahi min Dzalik ! Melaksanakan ibadah haji lebih dari sekali tidak dilarang , tapi untuk yang kedua , ketiga dan seterusnya hukumnya adalah sunnah .
Seperti hal-nya dengan ibadah-2 yang lain , kita harus lebih mengutamakan yang wajib dari yang sunnah . Sehingga apabila kita mau melaksanakan ibadah haji yang kedua dan seterusnya , sebaiknya kita mengevaluasi kekanan dan kekiri . Apakah tidak ada lagi manfa’at yang lebih besar dari uang yang akan kita keluarkan untuk membiayai perjalanan tersebut . Misalnya , untuk membantu fakir miskin yang ada disekeliling kita , membantu membiayai sekolah anak-2 saudara-2 kita yang tidak mampu , membangun prasarana mushalla atau mesjid , memperbaiki sarana kebersihan di lingkungan kita , dan lain-2 . Orang yang paling baik disisi Allah , adalah orang yang paling bermanfa’at bagi sesama . Karena itu jadilah orang yang paling banyak manfa’atnya bagi orang lain .
Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada nabi besar Muhammad SAW. , sanak keluarga , para sahabat dan handai taulannya . Dan mudah-2-an , Allah SWT. berkenan pula menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semuanya . Amin Ya Robbal Alamin !
Friday, April 3, 2009
CALON PENGHUNI SORGA
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha PenyayangMANUSIA BIASA
Pada suatu malam sehabis shalat Isya’ , Nabi Muhammad duduk bersama beberapa sahabat di beranda mesjid . Dari kejauhan tampak seorang laki-laki berjalan ke arah mesjid. Dan Rasulullah berkata kepada para sahabatnya , “ Lihat , orang yang sedang berjalan kesini , dialah salah satu calon penghuni sorga “. Para sahabat pada penasaran ingin mengetahui calon penghuni sorga itu seperti apa , dan mereka memperhatikan dengan cermat segala gerak-gerik orang tersebut . Sesampainya orang tersebut di mesjid , orang tersebut meng ucapkan salam kepada Rasulullah dan para sahabat yang berada disitu , terus mengambil air wudlu. kemudian melakukan shalat sunnat dan wajib sebagaimana biasa dilakukan oleh sahabat-2 yang lain .Selesai shalat , orang tersebut duduk berdzikir dan berdo’a sebentar . Dengan diam-diam para sahabat rasulullah yang lain terus mengamati orang tersebut tanpa berkedip , setelah rasulullah pulang . Selesai orang tersebut mengerjakan shalatnya , segera berdiri dan pulang kerumahnya . Pada sa’at ia melewati para sahabat Rasulullah yang masih ada disitu , tak lupa orang tersebut mengucapkan salam .
Sejak malam tersebut banyak sahabat yang terus mengamati tungkah laku dan kegiatan “calon penghuni sorga” tersebut . Setelah beberapa waktu , mereka menghadap rasulullah dan bertanya mengapa orang tersebut bisa menjadi calon penghuni sorga karena kegiatannya se-hari-2 tampak biasa-2 saja tidak ada yang istimewa ? Rasulullah menjawab dengan tersenyum , “ Sahabatku , kuncinya adalah kewajaran dan ketulusan hidupnya .Setiap pagi ia berangkat mencari nafkah karena Allah . Dalam bekerja ia selalu menjaga kejujuran , keadilan dan amanah karena Allah . Setiap tiba sa’atnya shalat , ia selalu menja lankannya tepat waktu dengan sabar dan ikhlas karena Allah . Setiap kali menerima rezeki dan karunia Allah , ia tidak pernah lupa bersyukur dan dengan ikhlas menyisihkan sebagian untuk zakat , infaq dan shadaqah , karena Allah . Dalam pergaulan ia selalu menjaga silaturrahmi karena Allah . Ia senantiasa meng hindarkan diri dari berbuat maksiat dan meninggalkan yang subhat karena Allah . Bahkan ia menggauli isterinya-pun karena Allah . Setiap langkah dan nafasnya hampir tidak pernah ia melupakan dan mensyukuri nikmat Allah . Hatinya putih bersih , ikhlas , sabar , tawakal , tidak ada dendam , tidak ada sakit hati , tidak pernah takabur , tidak pernah menyakiti hati orang lain , tidak ada rasa iri atau dengki , dalam beramal tidak pamrih atau riya’ . “
Dari kisah diatas , kita dapat menarik pelajaran bahwa ternyata untuk bisa masuk sorga seseorang tidak perlu jungkir balik beribadah siang malam tanpa henti atau melakukan amalan-amalan yang berlebih-lebihan . Justru Allah tidak senang terhadap sesuatu yang berlebih-lebihan dan melampaui batas .
“ Hai orang yang beriman ! Janganlah haramkan yang baik-baik yang dihalalkan Allah bagimu . Dan Janganlah berlebih-lebihan. Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas “.(Al Maidah/05:87) .
Cukuplah kita menjadi manusia biasa yang normal-normal saja . Sa’at harus pergi bekerja ya pergi saja bekerja , bacalah basmalah dan niatkanlah beribadah . Sa’at waktu shalat tiba berhentilah sebentar dirikanlah shalat wajib dengan sabar dan ikhlas , dan usahakan shalat sunnah dua atau empat raka’at , berdzikir dan berdo’a sebentar kalau waktunya tidak terlalu mendesak , paling-paling 10 sampai 15 menit . Sa’at tiba waktu makan , makan dan minumlah secukupnya , makanan dan minuman yang halal dan baik , jangan lupa bacalah basmalah dan meniatkan makan dan minum karena Allah . Apabila kita memperoleh rezeki , bersyukurlah dan sisihkan sebagian untuk fakir miskin , anak yatim , dan mereka yang berhak menerimanya . Demikian seterusnya , bekerja , beristirahat , berolah-raga , menghadiri seminar , ikut program training , tidur dan lain sebagainya , dijalani saja sesuai dengan kodratnya . Yang harus diingat adalah niat bahwa semuanya itu karena Allah SWT . Sesuai dengan apa yang selalu kita ikrar-kan dalam setiap shalat bahwa : “ hidup dan matiku hanya untuk Allah seru sekalian alam “ .
“ Katakanlah ! Sesungguhnya shalatku , ibadatku , hidupku , dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan semesta alam . Tiada sekutu bagi-Nya ; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) .”, (Al An’am/06 :162-163)
Disamping itu kita harus membersihkan hati dari segala macam penyakit hati , seperti hasad , iri , dengki , pelit , serakah , sombong , angkuh , takabur , khianat , dan lain-lain . Penyakit hati merupakan sumber dari tumbuhnya nafsu angkara murka pada diri seseorang . Apabila jiwa serta mentalitas seseorang sudah dipenuhi nafsu angkara murka , iblis akan bercokol didalam hati dan sanubarinya , dan mengajaknya berjalan kearah kesesatan , kemungkaran , kejahatan , kemaksiatan dan kedholiman .
“ Hai orang yang beriman ! Janganlah kamu ikuti jejaknya syaitan . Barang siapa mengikuti jejak syaitan, (syaitan itu) akan menyuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya bukan karunia dan rahmat Allah atasmu , tiada serangpun diantara kamu akan pernah menjadi suci (dari perbuatan keji dan mungkar).Tapi Allah menyucikan siapa yang Ia berkenan . Dan Allah MahaMendengar , MahaTahu “. , (An Nur:21)
Gusti Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik serta berlomba-lomba berbuat kebaikan . Orang yang mengidap penyakit hati , lebih dekat dengan keburukan dari pada kepada kebaikan . Dan karenanya dia akan dijauhkan dari rahmat Allah .
“ Sungguh , Allah bersama mereka yang memelihara diri , dan orang-orang yang mengerjakan kebaikan “ . (An Nahl:128) .

Abu Mas’ud al Anshari Ra. Salah satu sahabat Rasulullah meriwayatkan , pada suatu sa’at seorang laki-laki datang kepada Rasullullah dan berkata , “ Wahai Rasulullah , Hampir saja aku tidak bisa mengikuti shalat Jum’at kemarin , karena Imam memanjangkan bacaan surrah-nya , sedangkan aku mempunyai urusan yang harus segera aku selesaikan “. Mendengar pengaduan seperti itu Rasulullah tampak menahan amarah , dan dengan nada keras memberi nasihat kepada para sahabat , “ Hai orang-orang Muslim , sebagian diantara kalian telah membuat orang lain tidak menyenangi perbuatan-perbuatan baik seperti ibadah shalat . Agar diperhatikan , barang siapa memimpin orang-orang dalam shalat berjama’ah hendaknya memendekkan bacaan surah-nya , sebab diantara kalian ada yang sakit , ada yang sudah renta karena usia , dan ada yang mempunyai keperluan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya “.
Disini bisa kita simak , bahwa dalam ibadahpun kita tidak boleh egois . Dalam beribadah kita tidak boleh cuek terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan anggota masyarakat yang ada di sekitar kita . Jangan sampai cara kita beribadah malahan menimbulkan antipati orang lain terhadap Islam karena kita tidak peduli terhadap perasaan mereka . Seorang hamba Allah yang baik harus memperhatikan tatakrama dalam segala hal , termasuk tatakrama dalam menjalankan ibadahnya . Tuhan dan Rasul-Nya , tidak pernah mengajarkan bahwa dalam beribadah kita boleh mengganggu ketentraman anggota masyarakat yang lain , atau men-jelek-jelekan agama lain , atau menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi . Tidak , sama sekali tidak ! Dalam beribadah hendaknya kita melakukannya dengan cara yang sopan , tertib , teratur , dan hidmat , sehingga mengundang simpati orang , bukannya menuai kebencian .
“Katakanlah,‘Serulah Allah atau serulah Ar Rahman.Dengan nama apapun kau seru Dia , kepunyaan-Nya Asma’ul Husna‘ Jangan ucapkan (do’amu) nyaring dalam melakukan shalat , dan jangan (pula) perlahan , tapi tempuhlah jalan antara keduanya “ . (Al Isra ’/17:110) .
“ Dan jangan nistakan sembahan , yang mereka seru selain Allah , supaya jangan mereka menista Allah , karena benci tanpa pengetahuan ...”. (Al An’am /06:108) .
Dengan demikian , hamba Allah yang baik dan mudah-mudahan bisa juga menjadi calon penghuni sorga , cukuplah menjadi manusia biasa yang bertakwa , berhati bersih , dan berakhlak mulia . Rasulullah setiap hari berdo’a mohon kepada Allah SWT. untuk dibaguskan akhlaknya , karena hanya orang yang berhati bersihlah yang memiliki akhlak yang bagus .
“ Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan . Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat) . Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu .“ (Al Baqarah/02:148)
AKHLAK MULIA
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha PenyayangJANGAN SOMBONG
Manusia telah ditakdirkan sebagai makhluk lemah yang mempunyai sifat khilaf dan pelupa .Tidak hanya nenek-nenek yang sudah pikun saja yang suka lupa, seorang cendekiawan yang berotak briliyan-pun bisa lupa . Penyakit lupa bisa menghinggapi siapa saja , tidak pandang bulu dan usia . Dan sebagai makhluk yang lemah seharusnya kita selalu memohon rahmat dan ampunan-Nya . Apabila seorang hamba Allah melakukan kekhilafan atau kekeliruan , dan ia tidak segera menyadari kesalahannya dan memohon ampunan-Nya . Bahkan karena gengsinya terlalu tinggi , ia malahan menyombongkan banyaknya amal kebaikannya dan menganggap bahwa kekhilafan yang telah dilakukannya merupakan hal yang wajar-wajar saja . Ia telah mengingkari kod ratnya sebagai makhluk lemah yang tidak terlepas dari sifat khilaf dan lupa.Kelemahan manusia yang memiliki sifat pelupa , sering dimanfaatkan oleh syaitan untuk mengganggunya dalam pelaksanaan ibadahnya . Tidak jarang orang lupa melaksana kan shalat karena disibukkan dengan urusan dunianya . Lagi asyik rapat-lah , atau sedang sibuk mendampingi pejabat main golf , atau lagi tanggung makan siang dengan nasabah/relasi . Dalam bulan puasa sering orang lupa makan pada siang hari , yang sebenarnya kalau dia segera sadar dan menghentikan makannya , puasanya tidak batal , tetapi orang suka bilang , “ Ah , tanggung “, dan meneruskan saja santap siangnya . Dalam shalat-pun orang sering diganggu syaitan dengan membuatnya lupa , sudah berapa raka’at yang telah dilakukannya , atau sudahkah ia melakukan tahiyat awal atau belum , atau kelupaan-kelupaan yang lain .
,
Abu Lahab paman Rasulullah mempunyai kebanggaan keliwat tinggi sebagai bangsawan Quraisy yang kaya raya merasa derajatnya jauh lebih tinggi dari Muhammad keponakannya yang miskin . Ia tidak sudi menerima ajakan sang keponakan , Muhammad , untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa . Ia dan isterinya merupakan pasangan yang selalu melakukan intimidasi terhadap usaha Nabi Muhammad dalam menyampaikan wahyu Illahi . Tak segan-segan mereka menyiksa Rasulullah , meskipun keponakannya sendiri . Buah kesombongan dan keangkara murkaan Abu Lahab dan isterinya , adalah seperti apa yang disabdakan Allah SWT. dalam Surat Al-Lahab ayat 1-5 :
“ Binasalah kedua tangan Abu Lahab . Dan sungguh , ia telah binasa . Tiada berguna baginya kekayaannya , dan apa yang dikerjakannya ! Akan dibakar ia dalam api menyala . Juga isterinya , pembawa kayu bakar , pada lehernya tali sabut dipintal “ .
Banyak kisah-kisah yang bisa kita ambil hikmahnya bahwa orang yang menabur keangkuhan dan kesombongan , akan menuai bencana bagi dirinya dan lingkungannya . Karena kesombongan nya Qarun dibenamkan ke dalam perut Bumi bersama dengan harta kekayaan , gundik dan konco-konconya . Karena kesom bongan pula iblis diusir dari sorga dan dilaknat Allah menjadi kerak neraka pada hari kiamat nanti . Karena keangkuhannya sebagai bangsa Aria yang superior (katanya ?!) Hitler beserta gundiknya Eva Braun , harus menelan cyanida didalam bunker nya . Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bisa kita cermati dari kehidupan sehari-hari dan sejarah masa lalu .Apabila kita mau menggunakan akal sehat , apa sih yang bisa kita sombongkan . Manusia adalah makhluk yang lemah yang kemam puan hidupnya rata-rata hanya 60-70 tahun , yang kalau dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang tak terbatas ruang dan waktu , tidak ada artinya . Di Jagad raya , mungkin ukuran manusia hanya sebesar kuman yang sangat amat kecil sehingga untuk melihatnya dibutuhkan microscope raksasa . Lalu apa lagi yang bisa disombongkan ? Tidak ada gunanya kita sombong , didunia kita dikucilkan dan di akhirat kita dihinakan .
“Dan janganlah berjalan di muka Bumi dengan sombong . Sungguh , tiada kau dapat menembus Bumi , dan tiada kau menca pai ketinggian gunung “. (Al Isra ’/17:37).
“(Qarun) berkata , “ Ini semua diberikan kepadaku karena ilmu yang ada padaku “ . Tidakkah ia tahu bahwa Allah membinasakan beberapa generasi sebelum ia yang lebih hebat kekuatannya dari padanya , dan lebih banyak mengumpulkan (harta) ? Tapi orang -orang yang jahat itu , tidak (perlu) dimintai pertanggung-jawaban atas dosa-dosanya “ . (Al Qashash /28:78).
“Maka Kami benamkan (Qarun) bersama rumahnya kedalam tanah . Dan tiada golongan (pengikut) yang menolongnya terhadap Allah . Dan tiada ia dapat membe la diri . Dan orang-orang yang mencita-citakan kedudukannya sehari sebelumnya , berkata pagi hari , “ Aduhai ! Memang Allah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang Ia berkenan dari hamba-hamba-Nya , dan menyempitkannya ! Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita , tentulah Ia benamkan kita kedalam tanah ! Aduhai ! Benarlah orang yang kafir tiada pernah akan berjaya “ , (Al Qashash /28:81-82) .
BERBUATLAH KEBAIKAN
Kisah kehidupan Rasulullah penuh dengan keteladanan perilaku akhlak mulia dari masa kecilnya sehingga beliau wafat dipangkuan A’isyah isteri yang sangat dicintainya . Dimasa remaja ia memperoleh sebutan kehormatan Al-Amin karena kejujuran dan sifat amanahnya . Dimasa dewasa , sebagai sorang pedagang ia terkenal kejujuran dan keadilannya . Dimasa tuanya , beliau selalu welas asih dan berbuat baik kepada semua orang termasuk terhadap orang-orang yang membencinya dan musuh-musuhnya . Rasulullah membalas keburukan orang kepadanya dengan kebaikan . Dan demikian pula yang diajarkan kepada kita semua sebagai ummatnya , selalulah berbuat baik kepada siapa saja dan balaslah keburukan dengan kebaikan .
Nasihat itu tampak sepele , sederhana , tapi mempunyai spektrum makna yang sangat luas dan mendalam . Dengan berbuat baik kepada sesama , kita bisa menciptakan suasana damai didalam lingkungan kita , meningkatkan kesetiakawanan , mempererat tali silaturakhmi , dan membuka pintu hati orang-orang yang memusuhi kita . Dengan berbuat baik kepada orang tua , orang tua akan bertambah sayang kepada kita dan Tuhanpun ter senyum melimpahkan rahmat-Nya . Demikian juga berbuat baik terhadap isteri , rumah tangga akan aman sejahtera , isteri akan lebih memanjakan kita , masakannya akan lebih enak , dan apapun yang kita mau akan diturutinya . Apabila kita membalas kebu rukan yang dilakukan orang kepada kita dengan kebaikan , pasti akan membuat orang tersebut malu hati dan akan berusaha untuk segera berbaikan dengan kita . Terkecuali orang-orang yang sudah tertutup mata hatinya dan otaknya sudah terkontaminasi kotoran keledai . Syaitan paling senang berco kol ditempat-tempat yang jorok dan penuh kotoran . Sebaliknya kalau kita suka melakukan keburukan , maka syaitan akan mudah sekali membisikkan ajakannya kearah kemungkaran , kejahatan , kerusakan , kemaksiatan dan melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih buruk lagi . Masyarakat akan menghujat dan membenci kita , keluarga akan mengucilkan dan menjauhi kita , sahabat-sahabat yang baik akan meninggalkan kita , Tuhan-pun akan melaknat dan menjauhkan kita dari rahmat-Nya .
“ Ditanyakan kepada orang yang takwa , ‘ Apakah yang diturunkan oleh Tuhanmu ? ‘ Mereka menjawab ,’ Kebaikan ‘ Bagi orang yang melakukan kebaikan , ada kebaikan di dunia ini .Tetapi perumahan di akhirat lebih baik lagi . Amatlah indah perumahan orang yang takwa “ . (An-Nahl /16:30)
Dalam bermasyarakat , Islam senantiasa mengajarkan ummatnya untuk berbuat kebaikan terhadap siapa saja , karena Islam adalah rahmatan lil ‘ alamin . Allah memerintahkan kepada kita semua agar berbuat baik kepada kedua orang tua , bagaimanapun keadaan mereka , apapun agama yang dianutnya , dan dimanapun mereka berada . Kepada orang tua kita harus menjaga sopan santun , tatakrama , serta mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri . Kita tidak boleh berbicara kasar kepada mereka apalagi membentak atau menghardiknya . Itu dosa yang amat besar , yang Allah-pun tidak akan mengampuninya , apabila orang tua kita tidak bersedia memaafkan .
Seorang sahabat rasulullah yang sangat ta’at beribadah , pada menjelang ajalnya sangat tersiksa kesakitan karena malaikat Izrail tidak segera menyelesaikan tugasnya mencabut nyawanya . Rasulullah sangat heran mengapa sahabat yang terkenal ahli ibadah itu , sangat menderita pada sakaratul mautnya . Diam-diam Rasulullah mendatangi ibu sahabat yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut dirumahnya , dan menanyakan apakah anaknya pernah berbuat dosa terhadap ibunya dan dosa apa yang pernah dilakukan anaknya tersebut . Dengan masih memendam perasaan marah , sang ibu menjawab bahwa anaknya pernah menyakiti hatinya karena tidak menjawab sewaktu dipanggilnya . Sang ibu tidak tahu bahwa pada waktu itu si anak sedang khusyuk-khusyuknya beribadah . Namun, dihadapan Allah tetap saja ia dianggap durhaka karena tidak menjawab panggilan ibunya . Mendengar penuturan orang tua tersebut , Rasulullah tertunduk dan dengan suara lembut memohonkan ampunan sang ibu atas dosa anaknya tersebut , karena Allah tidak akan mengampuninya apabila sang ibu bersikeras tidak mau memaafkannya . Dan apabila sang ibu tidak juga mau memafkannya , Rasulullah bersabda , anak durhaka tersebut akan dibakarnya supaya cepat mati . Sang ibu menangis dan berkata , ‘ Ya Rasulullah ! Jangan bakar anakku , aku telah memaafkannya ‘ . Kemudian bersama Rasulullah , sang ibu da tang menengok anaknya yang sedang sekarat . Begitu sang ibu dan Rasulullah tiba ditempat itu , anaknya tampak terlepas dari kesakitan dan dengan tersenyum ia melepaskan nyawanya dengan damai .
. “ Tuhanmu telah memutuskan , janganlah menyembah yang selain Ia . Berbuatlah baik kepada ibu bapakmu , jika salah seorang dari keduanya , atau keduanya mencapai usia tua . Janganlah katakan kepada mereka “Cis” , dan janganlah bentak mereka , tapi berkatalah dengan kata-kata yang hormat . Rendahkan hati terhadap keduanya karena kasih , dan katakanlah , ‘ Tuhanku ! Kasihilah mereka (dengan kasih) sebagaimana mereka mendidik aku semasa kecil‘. Tuhanmu mengetahui benar apa yang ada dalam hatimu, jika kamu orang yang baik , sungguh , Ia MahaPengampun kepada orang yang bertaubat “ . (Al Isra’ /17:23-25)
Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada para kerabat , sahabat , tetangga jauh dan tetangga dekat , para fakir miskin , anak-anak yatim , bahkan kepada orang-orang yang berbuat keburukan kepada kita . Kecuali terhadap orang-orang yang nyata-nyata memerangi kita , atau mengusir dari tempat kediaman kita ; kita boleh membalas memeranginya dengan pembalasan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan .
“ Allah memerintahkan berbuat adil , melakukan kebaikan dan dermawan terhadap kerabat , dan Ia melarang per buatan keji,kemungkaran,dan penindasan . Ia mengingat kan kamu supaya mengambil pelajaran“(An Nahl/16:90)
Banyak kisah-kisah yang bisa kita ambil hikmahnya bahwa orang yang menabur keangkuhan dan kesombongan , akan menuai bencana bagi dirinya dan lingkungannya . Karena kesombongan nya Qarun dibenamkan ke dalam perut Bumi bersama dengan harta kekayaan , gundik dan konco-konconya . Karena kesom bongan pula iblis diusir dari sorga dan dilaknat Allah menjadi kerak neraka pada hari kiamat nanti . Karena keangkuhannya sebagai bangsa Aria yang superior (katanya ?!) Hitler beserta gundiknya Eva Braun , harus menelan cyanida didalam bunker nya . Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bisa kita cermati dari kehidupan sehari-hari dan sejarah masa lalu .Apabila kita mau menggunakan akal sehat , apa sih yang bisa kita sombongkan . Manusia adalah makhluk yang lemah yang kemam puan hidupnya rata-rata hanya 60-70 tahun , yang kalau dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang tak terbatas ruang dan waktu , tidak ada artinya . Di Jagad raya , mungkin ukuran manusia hanya sebesar kuman yang sangat amat kecil sehingga untuk melihatnya dibutuhkan microscope raksasa . Lalu apa lagi yang bisa disombongkan ? Tidak ada gunanya kita sombong , didunia kita dikucilkan dan di akhirat kita dihinakan .
“Dan janganlah berjalan di muka Bumi dengan sombong . Sungguh , tiada kau dapat menembus Bumi , dan tiada kau menca pai ketinggian gunung “. (Al Isra ’/17:37).
“(Qarun) berkata , “ Ini semua diberikan kepadaku karena ilmu yang ada padaku “ . Tidakkah ia tahu bahwa Allah membinasakan beberapa generasi sebelum ia yang lebih hebat kekuatannya dari padanya , dan lebih banyak mengumpulkan (harta) ? Tapi orang -orang yang jahat itu , tidak (perlu) dimintai pertanggung-jawaban atas dosa-dosanya “ . (Al Qashash /28:78).
“Maka Kami benamkan (Qarun) bersama rumahnya kedalam tanah . Dan tiada golongan (pengikut) yang menolongnya terhadap Allah . Dan tiada ia dapat membe la diri . Dan orang-orang yang mencita-citakan kedudukannya sehari sebelumnya , berkata pagi hari , “ Aduhai ! Memang Allah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang Ia berkenan dari hamba-hamba-Nya , dan menyempitkannya ! Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita , tentulah Ia benamkan kita kedalam tanah ! Aduhai ! Benarlah orang yang kafir tiada pernah akan berjaya “ , (Al Qashash /28:81-82) .
BERBUATLAH KEBAIKANKisah kehidupan Rasulullah penuh dengan keteladanan perilaku akhlak mulia dari masa kecilnya sehingga beliau wafat dipangkuan A’isyah isteri yang sangat dicintainya . Dimasa remaja ia memperoleh sebutan kehormatan Al-Amin karena kejujuran dan sifat amanahnya . Dimasa dewasa , sebagai sorang pedagang ia terkenal kejujuran dan keadilannya . Dimasa tuanya , beliau selalu welas asih dan berbuat baik kepada semua orang termasuk terhadap orang-orang yang membencinya dan musuh-musuhnya . Rasulullah membalas keburukan orang kepadanya dengan kebaikan . Dan demikian pula yang diajarkan kepada kita semua sebagai ummatnya , selalulah berbuat baik kepada siapa saja dan balaslah keburukan dengan kebaikan .
Nasihat itu tampak sepele , sederhana , tapi mempunyai spektrum makna yang sangat luas dan mendalam . Dengan berbuat baik kepada sesama , kita bisa menciptakan suasana damai didalam lingkungan kita , meningkatkan kesetiakawanan , mempererat tali silaturakhmi , dan membuka pintu hati orang-orang yang memusuhi kita . Dengan berbuat baik kepada orang tua , orang tua akan bertambah sayang kepada kita dan Tuhanpun ter senyum melimpahkan rahmat-Nya . Demikian juga berbuat baik terhadap isteri , rumah tangga akan aman sejahtera , isteri akan lebih memanjakan kita , masakannya akan lebih enak , dan apapun yang kita mau akan diturutinya . Apabila kita membalas kebu rukan yang dilakukan orang kepada kita dengan kebaikan , pasti akan membuat orang tersebut malu hati dan akan berusaha untuk segera berbaikan dengan kita . Terkecuali orang-orang yang sudah tertutup mata hatinya dan otaknya sudah terkontaminasi kotoran keledai . Syaitan paling senang berco kol ditempat-tempat yang jorok dan penuh kotoran . Sebaliknya kalau kita suka melakukan keburukan , maka syaitan akan mudah sekali membisikkan ajakannya kearah kemungkaran , kejahatan , kerusakan , kemaksiatan dan melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih buruk lagi . Masyarakat akan menghujat dan membenci kita , keluarga akan mengucilkan dan menjauhi kita , sahabat-sahabat yang baik akan meninggalkan kita , Tuhan-pun akan melaknat dan menjauhkan kita dari rahmat-Nya .
“ Ditanyakan kepada orang yang takwa , ‘ Apakah yang diturunkan oleh Tuhanmu ? ‘ Mereka menjawab ,’ Kebaikan ‘ Bagi orang yang melakukan kebaikan , ada kebaikan di dunia ini .Tetapi perumahan di akhirat lebih baik lagi . Amatlah indah perumahan orang yang takwa “ . (An-Nahl /16:30)
Dalam bermasyarakat , Islam senantiasa mengajarkan ummatnya untuk berbuat kebaikan terhadap siapa saja , karena Islam adalah rahmatan lil ‘ alamin . Allah memerintahkan kepada kita semua agar berbuat baik kepada kedua orang tua , bagaimanapun keadaan mereka , apapun agama yang dianutnya , dan dimanapun mereka berada . Kepada orang tua kita harus menjaga sopan santun , tatakrama , serta mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri . Kita tidak boleh berbicara kasar kepada mereka apalagi membentak atau menghardiknya . Itu dosa yang amat besar , yang Allah-pun tidak akan mengampuninya , apabila orang tua kita tidak bersedia memaafkan .
Seorang sahabat rasulullah yang sangat ta’at beribadah , pada menjelang ajalnya sangat tersiksa kesakitan karena malaikat Izrail tidak segera menyelesaikan tugasnya mencabut nyawanya . Rasulullah sangat heran mengapa sahabat yang terkenal ahli ibadah itu , sangat menderita pada sakaratul mautnya . Diam-diam Rasulullah mendatangi ibu sahabat yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut dirumahnya , dan menanyakan apakah anaknya pernah berbuat dosa terhadap ibunya dan dosa apa yang pernah dilakukan anaknya tersebut . Dengan masih memendam perasaan marah , sang ibu menjawab bahwa anaknya pernah menyakiti hatinya karena tidak menjawab sewaktu dipanggilnya . Sang ibu tidak tahu bahwa pada waktu itu si anak sedang khusyuk-khusyuknya beribadah . Namun, dihadapan Allah tetap saja ia dianggap durhaka karena tidak menjawab panggilan ibunya . Mendengar penuturan orang tua tersebut , Rasulullah tertunduk dan dengan suara lembut memohonkan ampunan sang ibu atas dosa anaknya tersebut , karena Allah tidak akan mengampuninya apabila sang ibu bersikeras tidak mau memaafkannya . Dan apabila sang ibu tidak juga mau memafkannya , Rasulullah bersabda , anak durhaka tersebut akan dibakarnya supaya cepat mati . Sang ibu menangis dan berkata , ‘ Ya Rasulullah ! Jangan bakar anakku , aku telah memaafkannya ‘ . Kemudian bersama Rasulullah , sang ibu da tang menengok anaknya yang sedang sekarat . Begitu sang ibu dan Rasulullah tiba ditempat itu , anaknya tampak terlepas dari kesakitan dan dengan tersenyum ia melepaskan nyawanya dengan damai .
. “ Tuhanmu telah memutuskan , janganlah menyembah yang selain Ia . Berbuatlah baik kepada ibu bapakmu , jika salah seorang dari keduanya , atau keduanya mencapai usia tua . Janganlah katakan kepada mereka “Cis” , dan janganlah bentak mereka , tapi berkatalah dengan kata-kata yang hormat . Rendahkan hati terhadap keduanya karena kasih , dan katakanlah , ‘ Tuhanku ! Kasihilah mereka (dengan kasih) sebagaimana mereka mendidik aku semasa kecil‘. Tuhanmu mengetahui benar apa yang ada dalam hatimu, jika kamu orang yang baik , sungguh , Ia MahaPengampun kepada orang yang bertaubat “ . (Al Isra’ /17:23-25)
Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada para kerabat , sahabat , tetangga jauh dan tetangga dekat , para fakir miskin , anak-anak yatim , bahkan kepada orang-orang yang berbuat keburukan kepada kita . Kecuali terhadap orang-orang yang nyata-nyata memerangi kita , atau mengusir dari tempat kediaman kita ; kita boleh membalas memeranginya dengan pembalasan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan .
“ Allah memerintahkan berbuat adil , melakukan kebaikan dan dermawan terhadap kerabat , dan Ia melarang per buatan keji,kemungkaran,dan penindasan . Ia mengingat kan kamu supaya mengambil pelajaran“(An Nahl/16:90)
“ Perangilah di jalan Allah , orang yang memerangi kamu , tapi janganlah melanggar batas . Sungguh , Allah tidak suka orang yang melanggar batas “. (Al Baqarah/02:190) .
“ Tapi jika mereka berhenti memerangi kamu , sungguh , Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang “(Al Baqarah /02:192)
Sebagai balasan bagi orang yang berbuat kebaikan , Allah melipat gandakan pahala amal kebaikannya sepuluh kali lipat (Al An’am:160) dan melipat gandakan pahala nafkah yang dikeluarkan di jalan Allah dengan 700 kali lipat (Al Baqarah:261) .
CINTAILAH PERSAUDARAANDamai di bumi dan damai di akhirat merupakan dambaan umat Islam di seluruh dunia . Seorang Muslim tidak pernah melupakan do’a sapu jagad-nya , yang memohon diberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta dijauhkan dari siksa neraka , setiap sa’at dan dimana saja .
Pada dasarnya orang Islam lebih mencintai perdamaian dan persaudaraan . Sesama Muslim kita bersaudara sebagaiamana layaknya saudara kandung , saling membantu , saling nasihat menasihati , dan saling kasih mengasihi . Dalam satu shahih Bukhari dikatakan , Anas Ra. meriwayatkan : Nabi bersabda :
“ Tidaklah ber-iman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai saudaranya (yang muslim) sebagaimana mencintai dirinya sendiri “.
Persaudaraan mempunyai arti yang sangat mendalam dalam kehidupan Muslimin . Silaturahmi diantara umat Islam selalu dibina tidak saja secara lahiriyah , tetapi sudah mendarah daging menyatu dalam jiwa setiap insan Muslimin . Seorang Muslim selalu mengucapkan salam setiap bertemu dengan saudaranya seiman . Dan bagi mereka yang menerima salam wajib baginya membalas dengan salam yang lebih baik atau setidak-tidaknya sama baiknya. Saling memberi salam artinya saling mendo’akan , semoga Allah melimpahkan rahmat , keselamatan , dan barokah-Nya kepada saudaranya .
“ Bila orang memberi salam dengan salam (yang baik) , balaslah dengan salam yang lebih baik , atau (sedikit nya) sama baiknya . Allah memperhitungkan segala sesu atu “. (An-Nisa’/04:86)
Dalam setiap kesempatan berdoa , seorang Muslim tidak pernah lupa mendo’akan juga saudara-saudaranya seiman , Muslimin-Muslimat , dan Mukminin-Mukminat . Minimal memohonkan , semo ga mereka diampuni dosa-dosanya serta diberikan keselamatan dan kesejahteraan didunia dan akhirat . Demikian juga dalam setiap shalatnya , seorang Muslim selalu memohon kesela matan bagi dirinya dan orang-orang saleh ahli ibadah .Demikian indahnya arti persaudaraan diantara kaum Muslimin . Bahkan tidak membedakan apakah secara lahiriyah mereka saling kenal atau tidak . Disamping itu seorang Muslim diwajib kan untuk senantiasa menghindarkan terjadinya permusuhan diantara saudara sesama Muslimin . Sebagai manusia kita suka lupa , dan secara sengaja atau tidak kita juga sering melakukan kesalahan . Namun seorang Muslim yang baik harus cepat menyadari kesalahannya dan segera memohon ampunan-Nya . Apabila kesalahan tersebut melanggar hak-hak orang lain , kita haruslah segera meminta maaf kepada orang yang ber sangkutan . Dan bagi mereka yang dilanggar haknya , Tuhan mengajarkan kepada kita semua untuk tidak dendam dan segera memberikan ma’af kepada yang memintanya .
“ Sukalah mema’afkan , dan anjurkan orang berbuat baik . Berpalinglah dari orang yang jahil “. (Al A’raf / 07:199).
“ Perkataan yang baik dan (pemberian) ampunan , lebih baik dari sedekah yang diiringi gangguan . Allah MahaKaya , Maha Penyantun “ . (Al Baqarah / 02:263) .
Sayangnya dalam kehidupan nyata masih banyak diantara kita yang kurang menghayati arti Ukhuwah Islamiyah , dan lebih asyik dengan kepentingan pribadi ataupun golongannya. . Sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konsep Persaudaraan Muslimin , Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah kurang dapat terwujud dengan baik . Lebih sering kita lihat dan dengar , terjadinya perpecahan dan bahkan peperangan diantara umat Islam sendiri , karena perbedaan kepentingan kelompok atau golongan . Apabila satu golongan menerima kritik dari golongan yang lain . Bukannya mereka menerima dengan arif dan mengajak bermusyawarah untuk mencari solusi atau menyamakan persepsi , tetapi mereka justru mengumbar amarah nya , merah telinganya dan dengan berang menyatakan bahwa kelompoknya sudah siap mengasah golok untuk menghadapi golongan yang memberikan kritik tersebut . Begitulah yang terjadi meskipunpun notabene mereka adalah sama-sama go longan ummat Islam .
“ Dan jika dua golongan orang beriman bertengkar , damaikanlah mereka . Tapi jika salah satu dari kedua (golongan) berlaku aniaya terhadap yang lain , maka perangilah golongan (yang aniaya) sampai kembali kepada perintah Allah . Tapi jika ia telah kembali , damaikanlah dengan adil dan bertindaklah benar . Sungguh , Allah mencintai orang yang berlaku adil . Sungguh , orang Mukmin hanya satu dalam persaudaraan , maka damaikan lah kedua saudaramu , dan takwalah kepada Allah , supaya kamu beroleh rahmat“. (Al Hujurat /49:09-10)
“ Dan teguhlah sekaliannya berpegang kepada tali Allah , janganlah berpecah belah antara kamu , dan ingatlah nikmat Allah kepadamu , ketika kamu bermusuhan , lalu Ia padukan hati-hatimu , sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara . Kamu berada ditepi jurang api (neraka) , dan Ia selamatkan kamu dari padanya . Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya , supaya kamu beroleh bimbingan “ . (Ali Imran/03:103) .
Sikap lebih mencintai persaudaraan daripada permusuhan juga berlaku terhadap orang-orang non-Muslim karena pada hakekatnya Islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin .Bahkan terhadap kaum non-Muslimin yang tidak bersahabat dan cenderung memusuhi kita , Allah masih meminta kita untuk bersabar menghadapinya , tidak mengimbangi dengan sikap bermusuhan.
“Bersabarlah . Kesabaranmu hanya karena Allah . Dan janganlah berduka atas kekafiran mereka . Janganlah bersusah hati karena tipu daya yang mereka rencanakan . Sungguh , Allah bersama mereka yang memelihara diri , dan orang-orang yang mengerjakan kebaikan” , (An Nahl/16:127-128).
“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan balaslah (kejahatan) dengan yang lebih baik , niscaya orang yang ada permusuhan antara kau dan ia , menjadi seolah teman dan keluarga yang dekat” , (Al Fushshilat/41:34) .
Memang , bila mereka sudah bertindak kelewatan dan berbuat aniaya terhadap kaum Muslimin , Tuhan mengizinkan kita untuk melakukan pembalasan dengan pembalasan yang setimpal , namun tidak boleh berlebih-lebihan . Tetapi bila kita bisa bersa bar dalam menghadapinya dan mema’afkan perbuatan mereka , Allah akan memberi ganjaran yang lebih besar lagi . Bersabar disini tidak berarti bahwa kita takut atau kalah , tetapi justru hal itu menunjukkkan kelebihan nilai Islami bahwa orang Islam mampu berbuat baik bahkan kepada orang-orang yang memu suhinya . Sikap yang demikian akan membuat orang malu hati dan melunakkan kekerasan hatinya . Dan lebih dari itu , sikap bersa bar tersebut mengandung nilai-nilai da’wah bil haal yang akan mengundang simpati orang terhadap ajaran Islam yang mulia.
“ Allah tidak melarang kamu berlaku baik dan adil terhadap mereka yang tiada memerangi kamu karena agama , dan tiada mengusir kamu dari rumahmu . Sungguh , Allah cinta orang yang adil . Allah hanya melarang kamu berteman dengan orang yang memerangi kamu karena agama , yang mengusir kamu dari rumahmu , dan yang membantu (orang) yang mengusir kamu . Barang siapa menjadikan mereka kawan , mereka itulah orang yang dhalim “ .(Al Mumtahanah / 60:08-09).
“ Jika kamu memberi balasan , balaslah dengan balasan yang sama seperti mereka menganiaya kamu . Tapi jika kamu bersabar , itu sungguh lebih baik bagi orang yang sabar “. (An Nahl / 16:126).
JANGAN MENCELAAllah menciptakan makhluk-Nya tidak berdasarkan pesanan atau keinginan siapapun , tetapi semata-mata karena kehendak-Nya sendiri . Allah MahaBerkehendak dan MahaKuasa , tidak tergantung atau terpengaruh oleh apapun dan siapapun juga . Allah menciptakan manusia dalam berbagai golongan , ras dan suku yang berbeda-beda . Ada yang berkulit putih , kuning , cok lat dan hitam legam . Ada yang berhidung mbangir dan ada pula yang pesek . Ada yang wajahnya cantik manis enak dipandang , ada juga yang jelek tak layak dipajang . Disamping itu , Allah juga menciptakan manusia dengan sifat yang bermacam-macam . Ada yang mempunyai sifat sabar ada juga yang pemarah dan serba grusa-grusu nggak karuan . Ada yang dermawan suka beramal , tetapi tidak sedikit yang pelitnya Na’udzubillah min Dzaalik .
Ratusan juta umat manusia diciptakan Allah berbeda satu dengan lainnya , tak satupun yang sama baik fisik maupun sifatnya . Memang ada yang mirip tetapi tetap saja tidak sama . Bahkan anak kembarpun diberikan ciri-ciri khas yang membe dakan antara anak yang satu dengan yang lain . Hal itu bukan karena Tuhan tidak mampu menciptakan yang sama persis 100% , tetapi justru Allah menciptakan perbedaan-perbedaan itu untuk kemaslahatan umat manusia sendiri . Sidik jari misalnya , meru pakan salah satu cara untuk membedakan satu individu dengan individu lainnya . Dalam ilmu pengetahuan modern orang mengetahui bahwa tidak satupun manusia mempunyai sidik jari yang sama dengan manusia lainnya . Coba saja bayangkan apa bila seseorang dikaruniai tiga anak kembar yang persis plek-sek , mempunyai kesamaan yang mutlak baik fisik maupun sifatnya . Orang tuanya pasti akan mengahadapi kerepotan dan kesulitan yang luar biasa untuk membedakannya . Tidak hanya orang tuanya saja yang mengalami kerepotan , anggota masyarakat pun akan menghadapi bencana besar dalam berhubungan dengan mereka karena tidak bisa membedakan mana yang jujur mana yang nakal , mana yang baik mana yang jahat , baik dalam urusan sekolah , kependudukan , perkawinan dan bahkan dalam urusan kriminalitas sekalipun .
Perbedaan-perbedaan tersebut adalah rahmat . Siapa diantara kaum tersebut yang terbaik disisi Allah , bukan dinilai dari kebagusan atau kecantikan fisiknya , tetapi siapa yang paling takwa diantaranya .
“ Hai manusia ! Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan . Kami jadikan kamu berbagai bangsa dan berbagai puak , supaya kamu saling mengenal . Sungguh , yang paling mulia diantara kamu bagi Allah , ialah yang paling takwa diantara kamu . Sungguh , Allah MahaMengetahui , MahaSempurna pengetahuan-Nya “ . (Al Hujurat/49:13) .
Dari perbedaan-perbedaan tersebut , ada segolongan orang yang secara fisik lebih sempurna atau lebih cantik dari kelompok yang lain . Ada kelompok yang memiliki tingkat intelegensia sangat tinggi , tetapi tidak kurang yang IQ-nya jongkoknya bukan main . Ada yang kaya raya , ada yang cukupan , ada yang hidupnya pas-pasan , dan ada pula yang bahkan berada dibawah garis kemiskinan . Tuhan mengingatkan kepada mereka yang mempunyai kelebihan dari yang lain hendaknya tidak menyombongkan kelebihannya . Tidak ada sedikitpun hak mereka untuk mencela , mengejek , mencemooh , atau menghina kekurangan , kejelekan , kemiskinan atau kebodohan orang lain , karena semua itu adalah ciptaan dan karunia-Nya . Menghina ciptaan Allah tidak berbeda dengan menghina Penciptanya .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah ada diantara kamu yang meng-olok-olok-kan orang lain . Mungkin (yang di-olok-olok-kan itu) lebih baik dari (yang meng-olok-olok-kan) . Janganlah wanita meng-olok-olok-kan wanita lain . Mungkin (wanita yang di-olok-olok-kan) lebih baik dari (wanita yang meng-olok-olok-kan) . Janganlah kamu saling mencaci , dan janganlah saling memberi nama ejekan . Amatlah buruk nama yang fasik (di lontarkan kepada orang yang) sudah beriman . Barang siapa tiada bertaubat , merekalah orang yang dholim “ , (Al Hujurat/49:11) .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Jauhilah olehmu banyak prasangka , sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain . Sukakah salah seorang dari kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentulah merasa jijik . Dan bertakwalah kamu kepada Allah . Sesung guhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang “ . (Al Hujurat/49:12).
Apabila ada seseorang melakukan kesalahan atau kekeliruan , janganlah memaki atau mengumpatnya karena hal itu tidak akan memperbaiki keadaan tetapi justru akan memperburuknya . Memaki atau mengumpat orang , meskipun orang tersebut bersa lah , tidak akan menyelesaikan masalah , malahan bisa mencipta kan masalah baru , karena orang yang dimaki akan tersinggung perasaannya , kemudian hatinya mendidih dan tumbuhlah dendam didalam hatinya . Mencela , memaki dan mengumpat bukanlah sikap yang patut dilakukan oleh seorang yang beriman karena perbuatan itu bertentangan dengan ajaran Akhlakul Karimah dimana seorang Muslim haruslah sabar dalam menghadapi segala macam perma salahan , lebih mengutamakan persaudaraan daripada permusuh an , pemurah dan pemaaf . Tuhan melaknat mereka yang suka mengumpat dan mengancamnya dengan siksa neraka yang sangat pedih .
“ Celakalah setiap penyebar fitnah dan pengumpat . Yang mengumpulkan kekayaan dan menghitung-hitungnya . Yang mengira kekayaannya mengekalkannya . Sama sekali tidak ! Ia akan dijerumuskan kedalam Huthamah . Apakah kau tahu apakah Huthamah itu ? (Itulah) api Allah yang dinyalakan , Yang naik masuk kejantung . Sungguh , ia menutupi mereka seperti kubah , Dengan tiang-tiang tinggi menjulang ” , (Al Humazah/104:01-09)
“ Allah tidak suka kata-kata buruk dilaungkan didepan orang banyak , kecuali oleh orang yang dianiaya . Dan Allah Maha Mendengar , MahaTahu “ (An Nisa’/04:148) .
“ Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku , supaya menga takan yang baik-baik . Sungguh , syaitan menebarkan pertikaian antara mereka . Sungguh , syaitan adalah mu suh yang nyata bagi manusia “ , (Al Isra’/17:53) .
JANGAN MARAHSuatu waktu Rasulullah SAW. sedang berjalan pulang dari mesjid , beliau bertemu dengan seorang sahabat . Sahabat tersebut berkata , “ Ya , Rasulullah , berilah aku nasihat amalan apa yang utama ? “ . Rasulullah menjawab singkat , “ Jangan Marah ! “ . Sahabat tersebut rupanya belum puas dengan jawaban itu dan bertanya lagi , “ Lalu apa lagi ? “ . Rasulullah menjawab lagi , “ Jangan Marah ! “ . Sahabat tersebut masih penasaran , “ Lalu apa lagi , ya , Rasulullah ? “ . Dan untuk ketiga kalinya Rasulullah menjawab , “ Jangan Marah ! “ .
Meskipun sahabat tersebut masih belum puas juga , ia tidak berani bertanya lagi . Setelah mengucapkan terimakasih dan salam , ia melanjutkan perjalanannya sambil berbisik meng ulang-ulang kata-kata Rasulullah SAW. , jangan marah , jangan marah , dan otaknya berpikir keras mengapa Rasulullah menasihatinya seperti itu .
Pada hakekatnya orang yang sedang marah keadaan jiwanya tidak seimbang , emosinya menutup akal sehatnya , tindakan atau kelakuannya tidak terkontrol , sehingga sering muncul seperti layaknya orang hilang ingatan atau gila . Orang yang marah hatinya dipengaruhi oleh syaitan , panas penuh angkara murka dan dendam kesumat . Boleh dikata orang yang sedang marah jiwanya sakit , dan orang yang sakit jiwa tidak akan mampu menggunakan akal sehatnya dalam mengambil keputusan ataupun melakukan tindakan-tindakan hukum lainnya . Dalam kehidupan sehari-hari bisa kita perhatikan banyaknya pernyataan , keputusan dan tindakan-tindakan gila , nyeleneh , sadis dan / atau kejam yang dibuat atau dilakukan oleh orang yang sedang marah . Oleh karena itu junjungan kita Nabi besar akhiril zaman Muhammad Rasulullah , menasihatkan kepada sahabatnya dan pada kita semua ummatnya , agar kita jangan marah dan senantiasa mengendalikan emosi kita , kapan saja , dimana saja dan apapun yang kita hadapi . Apabila kita bisa melaksanakan nasihat Rasulullah tersebut , Insya’ Allah sorga Adnin balasan bagi kita semua .
Dari sejarah masa lalu dapat kita ketahui banyaknya bencana-bencana besar yang terjadi karena tindakan tokoh-tokoh yang tidak bisa menahan marahnya . Perang dunia Pertama dan Kedua misalnya , meletus karena para pimpinan dunia saling membenci dan menumpahkan kemarahannya kepada pihak lawan tanpa memikirkan apa akibatnya bagi rakyat jelata . Jutaan nyawa mela yang , ribuan gedung dan prasarana kota hancur lebur , rakyat menderita , ekonomi negara lumpuh . Semua itu merupakan akibat dari keputusan gila yang diambil karena kemarahan yang tidak dapat dibendung dari pimpinan-pimpinan dunia pada saat itu .
Dalam kejadian sehari-hari dapat pula kita lihat betapa kemarahan bisa menimbulkan terjadinya bermacam bencana , kerusuhan , kehancuran dan berbagai musibah yang diciptakan karena ulah manusia sendiri . Suami isteri bercerai , orang tua menganiaya anaknya sendiri , anak membunuh orang tuanya , dan banyak lagi contoh-contoh lain yang semuanya timbul karena manusia tidak bisa menahan amarahnya .
“ Wahai orang yang beriman ! Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan dengan shalat . Sungguh Allah bersama orang yang sabar .” , (Al Baqarah /02:153) .
Siang malam Nabi Yunus berusaha dengan segenap tenaga dan fikirannya untuk meyakinkan dan mengajak kaumnya beriman dan menyembah Tuhan Yang MahaEsa . Bukannya menerima dengan baik ajakan tersebut , bahkan kaumnya menganggap Nabi Yunus sudah gila dan kehilangan akal sehatnya karena telah berani mengajarkan hal-hal yang sangat bertentangan dengan keper cayaan leluhur dan nenek moyangnya . Setiap kali Nabi Yunus berdakwah , kaumnya selalu mengejek dan memaki-makinya dan tidak jarang melemparinya dengan batu dan kotoran kuda . Lama-lama Nabi Yunus kehabisan kesabarannya dan timbul kejengkelan didalam hatinya . Hawa amarah telah membuatnya lupa bahwa Ia adalah seorang Rasul utusan Allah yang memi kul tugas menyampaikan risalah Allah kepada kaumnya , apapun yang terjadi dan bagaimanapun kondisinya .Untuk melampiaskan kejengkelan hatinya , ia bermaksud meninggalkan kaumnya dan pergi melipur lara kenegeri seberang . Sampailah kemudian ia di daerah pantai sebuah kota pelabuhan . Disana Nabi Yunus melihat sebuah kapal tertambat dan terlihat ada kesibukan bongkar muat barang dan antrian panjang orang-orang yang akan ikut berlayar . Timbullah keinginan Nabi Yunus untuk ikut berlayar menyeberangi lautan mencari negeri baru , negeri harapan . Setelah Nabi Yunus menemui nakhoda kapal dan me ngajukan permohonan untuk ikut berlayar dengan kapal yang dipimpinnya , akhirnya Nabi Yunus diterima menjadi salah satu penumpang dikapal tersebut .
Setelah kapal berlayar kelautan lepas beberapa waktu lamanya , dengan kehendak Allah , terjadilah badai yang sangat dahsyat ditengah-tengah laut . Dengan segala daya dan upaya nakhoda berusaha menyelamatkan kapal dan muatannya , tapi kemudian diketahui bahwa telah terjadi kebocoran yang cukup parah pada kapal tersebut , sehingga untuk menyelamatkannya nakhoda terpaksa memerintahkan semua muatan barang harus dibuang kelaut . Setelah semua muatan barang dibuang ternya ta kapal masih juga oleng dan menurut perhitungan nakhoda salah seorang penumpang harus dikorbankan , dibuang kelaut . Tapi masalahnya adalah siapa yang harus dikorbankan karena tak seorangpun yang bersedia menjadi martir atau sukarelawan .Setelah nakhoda berunding dengan seluruh penumpang akhirnya disepakati untuk mengadakan undian diantara para penumpang untuk menetapkan siapa yang terpaksa harus dikorbankan . Segera undian diselenggarakan dengan hati-hati . Dan rupanya Tuhan telah menetapkan hukuman bagi Nabi Yunus yang telah marah kepada kaumnya dan meninggalkan tugasnya . Demikianlah Nabi Yunus akhirnya kalah dalam undian dan harus dibuang kelaut . Sadar bahwa Allah telah menjatuhkan hukuman kepadanya karena ia telah meninggalkan tugasnya sebagai seorang Rasul , Nabi Yunus pasrah dan dengan berdo’a mohon ampunan-Nya ia meloncat kelaut . Seekor ikan raksasa sebangsa ikan Paus yang kebetulan sedang berada didekat kapal tersebut , segera menangkap dan menelannya .
Berkat rahmat dan karunia Allah , Nabi Yunus selamat sampai didalam perut ikan tak kurang suatu apa dan tetap dalam kesadarannya . Diliputi perasaan yang tidak karuan dan dalam kegelapan perut ikan yang baunya sangat tidak sedap , Nabi Yunus pasrah dan sabar menerima nasib dan menjalaninya dengan ikhlas sebagai tebusan atas kesalahannya . Mulutnya tak henti-hentinya memanjatkan do’a , mohon ampunan-Nya atas segala dosa dan kesalahannya .
“ Tak ada Tuhan selain Engkau . Maha suci Engkau ya , Allah dan sungguh saya ini orang yang aniaya terhadap diriku sendiri (Laa Ilaaha illa anta , Subhaanaka innii kuntu min adh-dhalimiin) “ , (Al Anbia ’ / 21:87).
Tanpa mengenal lelah , Nabi Yunus terus memanjatkan do’a dan berdzikir dengan tekun dalam kegelapan dan bau amis perut ikan , tanpa makan , minum , apalagi tidur . Do’a dan permohonan ampunan Nabi Yunus tersebut akhirnya dikabulkan Allah , dan diperintahkanlah ikan raksasa tersebut memuntahkannya di pantai sebuah negeri yang tandus . Nabi Yunus terdampar dipantai dengan badan kurus lemah tak berdaya setelah tiga hari tiga malam dipenjarakan didalam perut ikan . Dengan susah payah ia merangkak kedaratan yang berbatu-batu . Berkat rahmat dan karunia Allah yang MahaPengasih dan Penyayang , ditempat Nabi Yunus terdampar terdapat sebatang pohon yang rindang daunnya dan sangat lezat buahnya . Dan dibawah rim bunnya pohon tersebutlah Nabi Yunus berlindung dari teriknya matahari sambil menyantap buahnya yang manis dan lezat , sampai badannya kuat dan pulih kembali kesehatannya . Setelah itu dengan semangat baru , Nabi Yunus kembali menjalankan tu gasnya menyampaikan risalah Allah kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan jiwa yang lebih tenang . Sehingga akhirnya banyak kaumnya yang beriman dan menjadi pengikutnya yang setia .
“ Kalau bukanlah dia (Yunus) , yang sebelumnya banyak menyebut-nyebut nama Allah (ibadah), nis caya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kiamat “ , (Ash Shaffat/37:143-144) .
“Jika Allah menimpakan bencana kepadamu , tiada yang dapat menghilangkannya , kecuali Ia . Dan ji ka Ia menghendaki kebaikan bagimu , tiada yang da pat menolak karunia-Nya . Ia melimpahkannya kepa da siapa yang Ia berkenan dari hamba-hamba-Nya . Ia Maha Pengampun ,Maha Penyayang“ ,(Yunus/10 :107)

JANGAN MEMBENCI
Manusia dilahirkan dalam fitrahnya sebagai makhluk yang suci bersih seperti kertas putih tanpa noda . Sebagai makhluk sosial manusia berinteraksi dengan sesama manusia dan makhluk lainnya . Dalam keluarga , watak dan kepribadiannya akan terbentuk dari bagaimana hubungannya dengan orang tua , saudara , kakek nenek , paman , bibi dan lain sebagainya . Seorang sastrawan Barat , Dorothy Law Nolte , berkata tentang filosofi pendidikan anak sebagai berikut : Jika anak dibesarkan dengan celaan ia akan belajar memaki ; Jika anak dibesarkan dengan suasana permusuhan ia akan belajar berkelahi ; Jika anak dibesarkan dengan cemoohan , ia akan rendah diri ; Jika anak dibesarkan dengan penghinaan ia akan belajar menyesali diri . Jadi karakter seseorang akan dibentuk dan sangat dipengaruhi faktor lingkungannya . Mereka akan memberi lingkungan sesuai dengan apa yang lingkungan berikan kepada mereka . Empat belas abad yang lalu Rasulullah SAW. bersabda : “ Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi , niscaya ia tidak akan disayangi “ , ( HR. Bukhari – Muslim ) .
Didalam masyarakat sifat dan kecenderungan nuraninya akan sangat dipengaruhi oleh pola pendidikan yang diikutinya , corak pergaulan yang digelutinya , sistim nilai yang dianutnya , baik dari guru dan ustadnya , kawan dan shohibnya , dan anggota mayarakat lainnya . Sebagai insan kamil manusia diciptakan sebagai makhluk sempurna yang mempunyai akal pikiran dan budaya yang tinggi , disamping itu ia juga memiliki nafsu dan emosi untuk memenuhi kebutuhan rohani maupun biologisnya , ia ber keinginan dan berkemauan macam-macam serta mempunyai kecenderungan sosial yang luas .
Manusia bisa memiliki hati nurani yang dipenuhi rasa cinta dan kasih sayang , perasaan yang halus dan suka pada keindahan . Tetapi manusia juga bisa mempunyai watak yang keras , pembawa an yang kasar , suka merusak , senang menganiaya , akrab dengan kemaksiatan dan tidak pantang berbuat kejahatan . Dua macam kecenderungan tersebut tergantung pada siapa pembisik yang lebih dominan dalam mempengaruhi kepribadiannya , malaikat-kah atau syaitan .Dengan adanya dua macam kecenderungan tersebut , hubungan antar manusia menjadi sangat variatief , berwarna warni sesuai dengan corak manusianya . Ada hubungan persahabatan , per saudaraan , kekeluargaan , yang dilandasi rasa cinta dan kasih sayang . Ada hubungan kolegial , bisnis dan / atau perdagangan , yang terjadi karena adanya personal interest atau adanya kepentingan kolektif . Ada juga hubungan persaingan , permu suhan , atau perseteruan , karena adanya keinginan menjadi yang lebih baik , nafsu untuk mengalahkan pihak lain , atau timbulnya rasa dengki , sirik , atau kebencian dari salah satu pihak atau dari kedua-duanya .
Islam mengajarkan agar seorang Muslim harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan siapa saja bahkan kepada yang memusuhinya (asal tidak keliwat batas) . Ia harus amanah dan berlaku adil terhadap siapa saja termasuk terhadap dirinya dan keluarganya sendiri . Ia harus membersihkan dirinya dari segala penyakit hati seperti iri , dengki , hasad , kikir , sombong , takabur , ujub (membanggakan kelebihan dirinya) dan lain sebagainya . Karena penyakit hati akan membuat hidup kita terasa sumpek , dada menjadi sesak , dan syaitanpun dengan mudah akan menanamkan kebencian didalam hati kita .Ajaran yang demikian akan membawa manusia sebagai insan kamil yang bisa menyelaraskan akal pikiran , nafsu , keinginan , dan kehendaknya , sejalan dengan Nur Illahi .
“ Hai orang yang beriman ! Tegakkan keadilan sebagai saksi karena Allah . Dan janganlah kebencian orang mendorong kamu berlaku tidak adil . Berlakulah adil . Itu lebih dekat kepada takwa . Bertakwalah kepada Allah . Sungguh , Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ , (Al Maidah/05:08) .
Dari ayat tersebut diatas , jelas bahwa Tuhan telah memerin tahkan agar kita senantiasa berlaku adil terhadap siapa saja , bahkan terhadap orang yang membenci kita . Janganlah kita mengotori hati kita dengan kebencian karena kebencian akan membuat kita tenggelam dalam kesesatan , bergelimang dalam kejahilan , dan menjauhkan kita dari rahmat Allah .
Kebencian yang diperkenankan dalam koridor agama adalah kebencian terhadap kemaksiatan , kejahatan , kejahilan dan perbuatan-perbuatan lain yang bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Janganlah kita membenci orang nya karena kita tidak tahu , mungkin suatu ketika orang tersebut bertaubat dan memperoleh kembali rahmat dan ampunan-Nya . Dan kita juga tidak tahu , mungkin suatu ketika orang tersebut bahkan menjadi sahabat atau anggota keluarga kita . Wallaahu A’lam Bis Sawwab .
Pasangan Adam dan Hawa setelah sekian lama dipersatukan sebagai suami isteri , akhirnya dikarunai putera puteri yang cukup banyak jumlahnya . Anak pertama seorang pria yang diberi nama Qobil , yang kedua seorang perempuan , yang ketiga lahir laki-laki lagi dan diberi nama Habil , keempat lahir seorang puteri lagi , dan demikian seterusnya .
Qobil tumbuh dewasa dengan badan kurus kering dan kondisi fisik yang secara umum dapat dikatakan kurang baik , wataknya jelek , kasar dan kejam , hatinya penuh dengan perasan iri , dengki , dan kebencian yang tidak jelas juntrungannya . Tapi adik perempuannya lahir dan tumbuh sebagai seorang gadis yang lemah lembut , indah perilakunya , cantik molek wajahnya , dan bentuk tubuh yang aduhai . Habil tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda tampan dengan postur tubuh tinggi besar , tegap , berdada bidang , dan mempunyai watak yang sangat santun , jujur , amanah , hatinya penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang . Adiknya seorang perempuan yang amit-amit , sudah buruk rupa , wataknya tidak jauh berbeda dengan sifat kakak nya yang tertua Qobil , yakni kasar , pendendam , pendengki , dan sadis .
Adam dan Hawa membesarkan anak-anaknya dengan penuh rasa kasih sayang , tidak membedakan antara yang satu dengan lain nya . Hanya saja karena watak buruk yang dimiliki Qobil , ia tidak terlalu dekat dengan orang tua maupun saudara-saudaranya , justru ia lebih senang bergaul dan bersahabat dengan syaitan yang telah menjadikannya sebagai ladang subur bagi benih-benih kejahatan dan kemaksiatan .
Setelah anak-anaknya cukup dewasa , maka Adam menjodohkan mereka secara silang , Qobil dikawinkan dengan adiknya Habil dan Habil dikawinkan dengan adiknya Qobil . Pada saat itu karena belum ada manusia lain kecuali Adam dan anak-anaknya , maka syariat Allah masih memperkenankan adanya perkawinan diantara saudara sekandung .
Ketika turun perintah Allah agar berkurban , Adam memerintah kan Qobil dan Habil juga mempersembahkan kurbannya . Qobil merasakan hal itu sebagai beban yang sangat berat , sehingga walaupun ia terpaksa berkurban juga , ia melakukannya dengan berat hati , dan diambilkan dari hartanya yang tidak begitu disenanginya . Sebaliknya Habil melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas dan mempersembahkannya dari bagian hartanya yang terbaik . Kurban Habil diterima oleh Allah tapi kurban Qobil ditolak-Nya . Qobil marah-marah dan kebenciannya terha dap Habil makin memuncak . Ia mengancam adiknya untuk membunuhnya . Habil dengan sabar mengatakan bahwa kalaupun Qobil akan membunuhnya , ia tidak akan melakukan sebaliknya .Syaitan yang melihat adanya peluang bagus untuk menebarkan kejahatan , segera mendatangi Qobil dan melakukan provokasi bahwa ayahnya Adam tidak adil dalam menetapkan perjodohan bagi anak-anaknya . Masak Qobil sebagai anak tertua dijodoh kan dengan adiknya Habil yang buruk rupa dan jelek perilakunya , sedang Habil yang lebih muda dikawinkan dengan adiknya yang rupawan dan baik budi pekertinya . Karena memang dasarnya dari sononya sudah sirik dan dengki , bisikan syaitan tersebut mendapat sambutan hangat dan dengan cepat meracuni jiwa dan hati sanubari si Qobil sehingga meningkatkan tegangan kebenciannya kepada Habil , meskipun ia sadar bahwa Habil adalah adiknya sendiri . Makin hari kebenciannya makin menjadi-jadi dan menumbuhkan kemarahan dan yang tak tertahankan lagi , sementara syaitan terus menerus membi sikkan ke hati kecilnya agar Habil segera dilenyapkan , dibunuh dan dibantai untuk melampiaskan nafsu angkara murkanya . Dilain pihak malaikat membisikkan juga kedalam hati nuraninya bahwa Habil adalah adiknya sendiri , dan membunuh manusia apalagi adiknya sendiri adalah salah satu dosa besar yang sangat di murkai Allah . Namun karena rasa iri dan dengkinya sudah menguasai seluruh jiwanya , akhirnya syaitan memenang kan pertempuran batin si Qobil . Ditempat sunyi ketika mereka sedang berdua , tanpa ba-bi-bu lagi Qobil memukul kepala Habil dari belakang dengan sebatang kayu besar sehingga Habil seketika jatuh tak sadarkan diri . Qobil yang hatinya sedang dipenuhi nafsu angkara murka karena kebenciannya kepada Habil sudah sampai ke ubun-ubunnya rupanya belum puas , berulang-ulang kayu yang ada ditangannya dipukulkan ke kepala Habil yang sudah tidak sadarkan diri , dan baru berhenti setelah dilihatnya Habil tidak bernafas lagi . Dengan kecapaian Qobil duduk disamping mayat Habil . Dengan perasaan yang sulit dilukiskan Qobil menatap mayat Habil adiknya dan pelan-pelan timbul kesadarannya bahwa ia telah membunuh adiknya sendiri . Dengan mata berkaca-kaca timbul penyesalan dalam hatinya mengapa ia telah menurutkan bisikan syaitan melakukan kejahatan tersebut .Tetapi apalah artinya penyesalan setelah semua terjadi . Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna . Demikianlah karena sifat iri dan dengki , tumbuhlah rasa kebencian didalam hati , dan kebencian mendorong seseorang melakukan tindak kejahatan atau kejahilan kepada siapa saja yang dibencinya , tidak peduli apakah ia sahabat , saudara , atau orang tuanya sendiri . Na’udzubillahi Min Dzalik .
“ Dan janganlah kamu berangan-angan dan iri hati atas kelebihan yang di karuniakan Allah kepada sebagian kamu , lebih dari kepada yang lain , kare na bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan , dan bagi perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan . Mohonlah kepada Allah karunia-Nya . Sungguh , Allah tahu benar segala sesuatu “ , (An Nisa’/04:32) .
“ Jika terjadi padamu suatu kebaikan , mereka sedih karenanya , dan jika suatu bencana menimpamu , mereka gembira karenanya . Tapi jika kamu (tetap) bersabar dan bertakwa (kepada Tuhan), sedikitpun tiada mereka merugikan kamu denga tipu dayanya . Sungguh , Allah meliputi (dengan ilmu-Nya) segala yang mereka lakukan “ , (An Nisa’/04:120) .
“ Dan bacakanlah kepada mereka cerita dua orang putera Adam – Habil dan Qobil – dengan sebenarnya . Ketika mereka mempersembahkan korban , lalu diterima dari yang seorang (yakni Habil) , tapi tidak diterima dari yang lain (yakni Qobil) . Berkata Qobil , “ Akan kubunuh kau “. Menjawab (Habil) , Allah hanya menerima (korban) dari orang yang takwa (kepada Tuhan) . “ Jika kau ulurkan tanganmu kepa daku untuk membunuh aku , tiadalah aku akan mengu lurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu . Karena sungguh , aku takut kepada Allah , Tuhan semesta alam . “ , (Al Maidah/05:27-28) .
JANGAN BERKHIANATApabila seorang Muslim menerima kepercayaan dari orang lain dalam bentuk titipan barang , anak , pesan atau wasiat , jabatan , dan / atau apa saja , ia haruslah menjaga sepenuhnya keperca yaan itu dan menjadikannya sebagai tanggungjawab yang harus dipertanggung jawabkannya didunia dan diakhirat nanti . Apapun yang terjadi dan bagaimanapun beratnya , kalau perlu nyawa menjadi taruhannya . Pemegang amanah tidak hanya bertanggung-jawab kepada pemberi amanah didunia saja , tapi ia juga harus mempertanggung-jawabkannya di akhirat nanti didepan pengadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala .
Rasulullah Muhammad SAW. telah mencontohkan bagaimana sejak masa mudanya beliau terkenal sangat amanah dalam menjaga kepercayaan orang , sehingga ia mendapat gelar Al-Amin dari masyarakat Quraisy Mekah .Khianat atau menyimpang dari kepercayaan yang diberikan oleh pemberi amanah merupakan salah satu dosa besar yang akan mendapat murka Allah , apabila dilakukan dengan kesengajaan .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu , sedang kamu mengetahui “ , (Al Anfal/08:27) .
Abdullah bin Dinar meriwayatkan , suatu hari ia berjalan bersama Khalifah Umar bin Khatthab dari Medinah menuju ke Mekah . Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang anak yang sedang sibuk menggembalakan kambing-kambingnya yang cukup banyak . Timbul keinginan Khalifah Umar untuk menguji si anak gembala , dan berkatalah beliau , “ Wahai anak gembala , juallah salah seekor kambingmu kepadaku “ . Si anak gembala menjawab dengan santun , “ Ma’af tuan , aku hanyalah seorang budak dan kambing-kambing itu bukan milikku . Aku tidak berhak menjualnya “. Khalifah melanjutkan ,“ Toh Tuanmu tidak melihatnya ! Katakan saja pada tuanmu salah satu kambing nya mati di terkam srigala “ . Si anak gembala melongo dan dengan polos menjawab dengan satu pertanyaan , “ Lalu , Allah ada dimana ? “ . Khalifah Umar tertegun mendengar jawaban yang sangat indah itu dan tak kuasa menahan air matanya saking terharunya , lalu katanya , “ Anakku , jawabanmu tadi telah memerdekakanmu di dunia ini , dan mudah-mudahan akan memerde kanmu pula di akhirat kelak “
Orang yang suka berkhianat biasanya disebabkan tidak adanya rasa malu pada diri orang tersebut . Orang yang tidak punya malu akan melakukan perbuatan apa saja tanpa beban dan perasaan berdosa (guilty feeling) , termasuk mengkhianati orang yang mempercayainya . Orang yang tidak mempunyai urat malu , tidak memiliki keengganan untuk melakukan perbuatan rendah atau tidak baik , bahkan ia bisa melakukannya dengan tenang tanpa kecanggungan sama sekali . Sebaliknya , orang yang memiliki rasa malu , apabila melakukan perbuatan yang tidak baik atau tidak pantas , bahkan apabila ia terpaksa harus melakukannya , akan tampak kegugupan dalam tingkah lakunya dan timbul rasa penyesalan yang mendalam didalam hatinya . Bila budaya malu tidak lagi ada dalam diri seseorang atau tidak lagi hidup dalam masyarakat , maka manusia kehilangan kemanu siannya dan menjadi lebih rendah dari binatang . Hilangnya rasa malu merupakan awal dari kehancuran dan kebinasaan . Sebuah Hadis Rasulullah mengatakan :
“ Sesungguhnya Allah Azza Wajalla , apabila ingin membinasa kan seorang hamba , Dia akan mencabut dari dirinya rasa malu . Apabila sudah dicabut dari dirinya rasa malu , maka engkau tidak mendapatkannya kecuali sebagai seorang pembenci lagi dibenci . Apabila engkau tidak mendapatkannya kecuali sebagai seorang pembenci lagi dibenci maka dicabut dari dirinya amanah . Apabila dicabut dari dirinya amanah maka engkau tidak akan mendapat kannya kecuali sebagai seorang pengkhianat lagi dikhianati . Apabila engkau tidak mendapatkannya kecuali sebagai seorang pengkhianat lagi dikhianati maka akan dicabut dari dirinya rahmah . Apabila dicabut dari dirinya rahmah maka engkau tidak akan mendapatkannya kecuali sebagai orang yang terkutuk lagi mengutuk . Apabila engkau tidak mendapatkannya kecuali seba gai orang yang terkutuk lagi mengutuk maka akan dicabut dari dirinya Islam “ , ( HR . Ibn Majjah ) .
Demikianlah malu , amanah , rahmah , dan Islam merupakan rangkaian yang saling berkaitan . Apabila amanah hilang , akan hilang pula rahmah , dan kemudian hilanglah Islam .
“ Dan janganlah berbantah (membela) orang yang khianat kepada dirinya . Sungguh , Allah tidak mencintai orang yang khianat dan bergelimang dosa “ , (An Nisa’ / 04:107) .
Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memimpin pemerintahan Islam pada abad pertama Hijriyah , terkenal sebagai seorang negarawan yang jujur dan istiqomah dalam menjaga amanah . Ia sangat berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menggunakan fasilitas negara . Ia memisahkan dengan tegas mana urusan negara dan mana yang merupakan masalah pribadi dan keluarganya . Bukan saja menyangkut soal-soal besar dan prinsipiil tetapi sampai masalah yang kecil dan sepele sekalipun .
Pada suatu malam ketika Khalifah sedang sibuk bekerja dikantor istananya , tiba-tiba datang seorang puteranya mengha dap ingin membicarakan masalah keluarga dengan ayahnya . Setelah puteranya duduk , dimatikanlah lampu yang ada dimeja nya sehingga gelap gulitalah ruangan itu . Puteranya heran melihat sikap orang tuanya tersebut dan bertanya : “ Ayahanda Khalifah , mengapa ayah memadamkan lampu diruangan ini sedangkan ananda ingin berbicara dengan ayahanda . Bukankah akan lebih baik apabila kita berbicara di bawah cahaya lampu yang terang ? “ . Dengan sabar Khalifah menjawab : “ Ananda , maafkan Ayahanda terpaksa harus memadamkan lampu ini , karena minyak yang dipakai menyalakan lampu ini dibeli dengan uang negara sedangkan yang akan ananda bicarakan adalah masalah pribadi keluarga kita yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan negara “ .
Pada suatu saat salah seorang sahabat Nabi bertanya kepada Rasulullah : “ Ya , Rasulullah ! Beritahukan kepadaku apakah yang paling berat dalam agama , dan apakah yang paling ringan ? “. Rasulullah menjawab , “ Yang paling ringan adalah mengucapkan dua kalimah syahadat , dan yang paling berat adalah memelihara / menjaga amanah . Sesungguhnya tidak sempurna agama orang yang tidak memelihara amanah , tidak diterima shalat dan zakatnya “ . Selanjutnya Rasulullah juga bersabda : “ Barang siapa diserahi suatu jabatan , dia berhak mendapatkan gaji yang layak dari jabatannya tersebut . Tetapi siapa yang mengambil lebih dari semestinya , maka dia itu telah mencuri (korupsi) “ .
Sifat amanah dan menjauhi perbuatan-perbuatan khianat , merupakan sesuatu yang sangat essensial yang tidak boleh hilang dalam kehidupan seseorang atau suatu bangsa . Kalau tidak , hilanglah nilai kemanusiaan kita dan kita menjadi binatang buas yang tak kenal batas .
“ Sungguh , Allah memerintahkan kepadamu menyampai kan amanat kepada orang yang berhak menerimanya . Dan jika kamu menetapkan hukum antara manusia , hendaklah kamu menghukum dengan adil . Sungguh , alangkah indah peringatan yang Allah berikan kepadamu ! Sungguh , Allah MahaMendengar , MahaMelihat “ , (An Nisa’/ 04:58).
“ (Dan berjaya pula) mereka yang memelihara amanat dan janjinya “ , (Al Mu’minun/23:08) .
“ Dan orang yang memelihara amanat dan janjinya . Orang yang teguh dalam kesaksiannya . Dan orang yang menjalankan shalat . Mereka itulah orang yang dimulia kan didalam sorga “ , (Al Ma’arij /70:32-35).
JANGAN RIYA
Seorang yang tidak bisa mensyukuri nikmat Allah , kikir , tamak , ujub dan riya’ . Meskipun hartanya berlimpah kepekaan sosialnya sangat tipis tidak peduli terhadap kemiskinan yang ada di sekelilingnya . Menumpuk dan menghitung-hitung harta tidak ada puasnya , seakan ia akan hidup didunia seribu tahun atau kalau mungkin selama-lamanya . Amal dan ibadahnya dilakukan bukan karena mengharapkan ridha Allah semata tapi karena ingin tampil sebagai orang terpandang dimasyarakatnya . Kalau berbicara selalu membanggakan kelebihan-kelebihan dirinya , lupa bahwa semua itu karena karunia Allah Rabbul ‘Izzati .
Penyakit hati tersebut diatas , bisa saja menghinggapi siapa saja termasuk kita sendiri apabila kita tidak berhati-hati dalam menjalani hidup ini , dan selalu menyadari bahwa hidup didunia ini hanya sebentar seperti main-main saja . Apa yang ada pada kita seperti kesehatan , harta , anak , pangkat , jabatan , kedudukan dan apa saja , hanya mungkin kita miliki karena rahmat dan karunia-Nya . Ingatlah selalu ikrar yang kita ucapkan dalam setiap shalat bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah semata .
Rasulullah mengajarkan kepada ummatnya agar ikhlas dalam setiap amalannya baik yang bersifat muamalah maupun ubudiyah , karena ikhlas merupakan dasar gerakan hati dari seluruh ibadah . Apapun yang kita lakukan , apabila kita melakukannya dengan hati yang ikhlas dan diniatkan karena Allah , maka ia akan diperhitungkan sebagai ibadah . Berangkat bekerja dengan meniatkannya sebagai usaha mencari rezeki karena Allah , itu adalah ibadah . Berangkat sekolah dengan meniatkannya untuk mencari ilmu karena Allah , itupun ibadah . Demikian seterusnya , semua yang diniatkan dengan ikhlas sebagai ibadah karena Allah , jadilah ia ibadah . Semua amal tergantung dari niatnya .
“ Tidaklah mereka diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan diri kepada-Nya dalam urusan agama “ ,(Al Bayyinah/ 98:05) .
Dalam satu kesempatan Rasulullah bersabda : “ Allah tidak menerima amal-amal melainkan yang dilakukan secara ikhlas karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya “ .
Ikhlas disini diartikan sebagai amalan ta’at seseorang yang semata-mata tertuju untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mengharapkan ridha-Nya , tanpa maksud yang lain seperti mencari pujian dari manusia , tamak , atau maksud lainnya . Ibadah yang dilakukan tidak semata-mata taqarrub atau mendekatkan diri pada-Nya tetapi ada maksud-maksud lain yang bersifat duniawi seperti untuk memperoleh pujian , kehormatan , atau harta benda , dilarang oleh agama . Imam Ghazali rahimahullah berkata , pengertian tersebut diatas dicontohkan seperti orang berpuasa yang bertujuan mendapat perlindungan disamping beribadah kepada Allah , shalat malam agar terhindar dari rasa kantuk untuk memelihara keamanan rumah dan keluarga , dan belajar agar hidup mulia dan memperoleh nama harum diantara teman-temannya .
Amalan yang dilakukan atau ditampakkan melalui omongan , tulisan dan / atau perbuatan karena ingin mendapatkan pujian orang , supaya diketahui kehebatannya dan kebaikan-kebaikan nya , tidak semata-mata karena mengharapkan ridha-Nya , disebut riya’ . Orang Muslim harus waspada dan senantiasa menghindar kan timbulnya penyakit riya’ didalam hatinya , karena riya’ merusak amal dan menghancur-leburkan pahala ibadah . Dalam beramal dan beribadah tujukan hati nurani kita semata-mata hanya karena mengharapkan ridha-Nya , agar terhindar dari riya’ . Seseorang yang beramal dengan tujuan riya’ , itu meru pakan tanda-tanda kemurkaan dan siksaan Allah , karena ia telah mengotori hatinya dengan pamrih terhadap manusia dengan pura-pura menampakkan dirinya sebagai orang yang ikhlas dan ta’at kepada Allah . Mengotori suatu amal dengan pamrih duniawi seperti shalat , puasa , sedekah , naik haji , membaca Qur’an dengan maksud agar orang memuji , memulia kan , mengagungkan , dan memberikan sebagian hartanya , hukumnya haram .
“ Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya satu bagianpun di akhirat “ , (Asy Syura/42:20) .
“ Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat , (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya , orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna “ , (Al Ma’un/107:04-07) .
Setiap orang Mukmin yang berakal wajib bersungguh-sungguh menghindari perbuatan riya’. Amal dan ibadah hendaknya dituju kan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah . Jangan suka memamerkan amal kebajikan serta ketaatan beribadah agar orang menganggap kita orang yang hebat , shaleh , dan alim , karena hal itu merupakan bagian dari hawa nafsu lawwamah yang akan menghancurkan pahala amal kebaikan kita . Namun jika kita memperlihatkan kepada orang yang tidak tahu agar ia mau mengikuti dan cinta pada kebaikan , hal itu lebih baik dari pada menyembunyikannya . Untuk amalan yang bersifat lahiriyah , dimana orang lain tidak dapat menirunya apabila tidak melihatnya dengan jelas , seperti belajar dan mengajar , shalat berjama’ah dan haji misalnya , kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh agar tidak terbetik maksud riya’ didalam hati kita . Mohonlah pertolongan Allah agar kita selalu dijauhkan dari penyakit hati yang satu itu .
“ Hai orang yang beriman ! Janganlah batalkan sedekahmu dengan umpatan dan gangguan , seperti orang yang menafkahkan kekayaannya supaya dilihat orang , tapi tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian . Perumpamaan mereka adalah seperti batu yang licin dengan tanah diatasnya .Hujan lebat menimpanya , maka tinggallah (batu yang) licin . Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang telah mereka dapatkan . Dan Allah tidak membimbing orang yang kafir “ , (Al Baqarah/02:264) .
“ (Demikian pula Allah tidak suka) orang yang menafkahkan hartanya supaya dilihat orang , dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian . Dan barang siapa mengambil syaitan sebagai teman , itulah sejahat-jahat teman ! “ , (An Nisa’/04:38) .
Manusia atau bahkan Malaikat sekalipun , tidak bisa menilai dengan sebenar-benarnya amalan yang dilakukan seseorang . Mereka hanya dapat melihat dari sisi lahiriyahnya saja , tetapi sisi batinnya apakah amalan tersebut riya’ atau tidak , hanya Allah yang tahu .
Riya’ ada dua macam , yaitu :
1. Riya’ Ajali (terang) , yaitu orang yang melakukan amalan kebajikan dihadapan orang banyak agar dikagumi , dipuji , dan dianggap sebagai orang shaleh yang berbakti kepada Allah ;
2. Riya’ Khofi (samar) , yaitu orang yang merahasiakan amalan kebajikannya dari hadapan orang banyak , tetapi dalam merahasiakan tersebut terkandung tujuan agar mendapat pujian .
Adapun tanda-tanda riya’ khofi antara lain , senang dihormati (gila hormat) , tidak suka diremehkan , suka menonjolkan diri , ingin diutamakan kebutuhannya , ingin dianggap penting , merasa dirinya paling berjasa , paling pandai dan lain sebagainya .
Penyakit hati yang menjadi pasangan riya’ adalah ujub , yaitu mengagumi dirinya sendiri , suka membanggakan kelebihan diri nya , membanggakan kepandaiannya , membanggakan kederma wanannya , membanggakan keshalehannya , membanggakan kecantikan / ketampanannya dsb.
Dua penyakit hati riya’ dan ujub tersebut hukumnya wajib kita hindari karena akan menghilangkan semua pahala amal ibadah kita . Seseorang mungkin merasa sudah banyak mengumpulkan pahala dari ibadah haji dan umroh yang dilakukannya hampir setiap tahun ; amalan zakat , infaq dan sodaqohnya setiap tahun mendapat liputan luas dari media massa , serta amalan-amalan lainnya . Namun karena hatinya terkontaminasi penyakit riya’ dan ujub , di akhirat nanti betapa dia akan sangat kaget dan kecewa berat karena semua pahalanya telah musnah dimakan rayap . Wallahu A’lam Bis Sawwab .
TEPATILAH JANJI
Janganlah berjanji apabila kamu tidak sanggup memenuhinya karena janji adalah hutang yang harus dipertanggung jawabkan baik didunia maupun di akhirat . Seorang yang tidak memenuhi janjinya atau cidera janji , didunia ia tidak dapat menghindar dari gugatan atau tuntutan pihak yang dirugikan , sementara di akhirat nanti ia akan termasuk golongan penipu yang akan dimnta pertanggung--jawabannya dimuka pengadilan Allah . Menurut hadis Nabi , dikatakan bahwa :
“ Di hari kiamat nanti tiap-tiap penipu akan membawa bendera sambil dikatakan kepadanya orang ini pernah menipu orang ini dan itu “ , ( HR . Muslim ) .
Orang yang suka cidera janji termasuk orang munafik . Ia adalah orang yang rapuh mentalnya , rendah akhlaknya , dan lemah akidahnya . Orang semacam ini hatinya tertutup kabut kekufuran , sehingga baginya menjadi hal yang biasa menyakiti hati seseorang dengan kebohongannya tersebut dan tak ada beban moral sama sekali dalam hati nuraninya . Rasulullah bersabda : “ Tanda-tanda orang munafik ada tiga , yakni : Apabila berbicara ia berdusta , apabila berjanji ia cidera , dan apabila dipercaya ia berkhianat.“,(HR Bukhari-Muslim).Dalam kesempat an lain Rasulullah juga bersabda : “ Ada empat hal yang apabila dimiliki semuanya maka orang tersebut benar-benar munafik . Dan apabila seseorang memiliki sebagian dari sifat-sifat itu , maka orang tersebut terjangkit penyakit kemunafikan sampai ia meninggalkannya . Empat hal itu adalah : Bila dipercaya ia khianat ; Bila berbicara ia dusta ; Bila berjanji ia cidera ; Bila berdebat/bertengkar ia lacur (keluar batas) “ , (HR Bukhari-Muslim) .
Menepati janji menumbuhkan kepercayaan dan rasa hormat orang terhadap kita . Saling menepati janji menumbuhkan sikap saling mempercayai dan membuat hubungan menjadi mesra , romantis dan ideal dalam semua aspek kehidupan manusia . Hilangnya kepercayaan berarti putusnya tali silaturahmi .
“ Hai orang yang beriman penuhilah Uqud (janji-janji itu) …………..” , (Al Maidah/05:01) .
“ …………. Penuhilah perjanjian . Sungguh , perjanjian harus dipertanggung jawabkan “ , (Al Isra’/17:34) .
Janganlah bersumpah kecuali atas nama Allah dan benar-benar yakin akan kebenaran yang diikrarkan , karena melanggar sumpah atau bersumpah palsu diancam dengan siksa neraka yang amat pedih . Sumpah palsu adalah salah satu tanda kemuna fikan seseorang . Bagi orang munafik sumpah merupakan alat untuk mengelabuhi seseorang agar orang tersebut percaya kepadanya dan sekaligus menjadi alat untuk menyembunyikan kejahatannya . Meskipun tindakannya bisa mencelakakan atau merugikan orang lain , bagi orang yang suka bersumpah palsu hal itu bukan masalah , yang penting tujuan dan ambisinya tercapai .
“ Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai kemudian mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah . Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan “,(Al Munafiqun /63:02) .
Ancaman Allah terhadap orang yang suka melanggar sumpahnya sangat tegas , karena sumpah palsu bisa menjungkir balikkan fakta yang benar menjadi salah yang salah menjadi benar , yang baik menjadi jelek yang jelek menjadi kelihatan baik dibuatnya . Karena itu orang yang suka bersumpah palsu hati nuraninya sudah diberakin Syaitan , tidak punya perasaan , bengis dan tidak tahu malu .Tidak perduli bahwa dengan sumpah palsunya itu , orang lain bisa dirugikan , celaka atau hancur usahanya . Keberadaan mereka didalam masyarakat seperti bunglon , suka berubah-ubah menyesuaikan dengan lingkungan nya dan menjadikan sumpah palsu sebagai tameng dan sekaligus senjata pamungkas untuk tujuan jahatnya . Allah dalam Firman-Nya mengibaratkan orang yang bersumpah palsu sebagai orang yang menjual janji Allah dengan harga murah , apa yang ia bisa raih didunia tidak sebanding dengan beratnya siksa yang akan diterimanya di akhirat nanti .
“ Sungguh , orang yang menjual janjinya kepada Allah dan sumpah mereka sendiri dengan harga yang murah , mereka tidak beroleh bagian di akhirat . Allah tiadakan berkata-kata kepada mereka , tiada melihat mereka , dan tidak mensucikan mereka di hari kiamat . Mereka beroleh azab yang pedih menyakitkan “ , (Ali Imran/03:77) .
“ Dan janganlah seperti perempuan yang meng-uraikan pintalan menjadi benang cerai berai , sesudah (tadinya dipintalnya dengan) kuat . Kamu gunakan sumpahmu untuk melakukan penipuan di antara kamu , supaya kamu menjadi golongan yang lebih besar jumlahnya dari golongan (yang lain) . Allah hanya menguji kamu dengan itu , dan di hari kiamat Ia pasti akan memberikan penjelasan tentang hal yang kamu perselisihkan “ , (An Nahl/16:92) .
Orang yang bersumpah hanya dituntut tanggung jawabnya apabila ia benar-benar sengaja dalam bersumpah , tapi bagi orang yang bersumpah karena kelepasan ngomong tidak diwajibkan untuk mempertanggung-jawabkannya . Namun demi kian seorang Muslim haruslah berhati-hati jangan sembarang an mengucapkan sumpah , karena meskipun sifatnya kelepasan atau latah karena kebiasaan jelek gampang mengucapkan sumpah , sumprit , swear atau semacamnya , ia akan kehilangan kepercayaan orang dan dalam tata pergaulanpun namanya akan rusak . Dan lebih jauh lagi , apabila kebiasaan sembarangan mengucapkan sumpah tidak segera ditinggalkan , dikhawatirkan akan memudahkan berjangkitnya virus kemunafikan dalam diri kita . Na’udzubillahi Min Dzaalik .
Orang yang melanggar sumpah diwajibkan membayar denda kafarah memberi makan sepuluh orang miskin masing-masing satu mud atau 1 1/3 kati ; atau memerdekakan seorang budak Muslim ; atau memberi pakaian sepuluh orang miskin masing-masing satu potong . Dan apabila tidak sanggup melaksanakan salah satunya , maka orang yang telah melanggar sumpahnya wajib berpuasa selama tiga hari .
“ Allah tiada menghukum kamu , karena kekeliruan dalam sumpahmu . Tapi Ia menghukum kamu , karena niat yang terkandung dalam hatimu . Allah MahaPengampun , Maha Penyantun “ , (Al Baqarah/02:225) .
“ Allah tiadakan menuntut pertanggung-jawaban daripadamu disebabkan kata-kata yang terlepas yang tiada dimaksud dalam sumpahmu , tapi Ia menuntut pertanggung-jawabanmu mengenai kata-kata dalam sumpahmu yang memang kamu sengaja . Maka kafarah nya adalah : Memberi makan sepuluh orang miskin menurut yang biasa kamu berikan kepada keluargamu , atau memberi mereka sandang , atau membebaskan seorang hamba . Tapi barang siapa tidak dapat (memberi kan apa-apa), hendaklah berpuasa tiga hari . Itulah kafarah sumpahmu , jika kamu telah bersumpah . Dan tepatilah sumpahmu . Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya , supaya kamu bersyukur “ , (Al Maidah/05:89) .
Dan jangan sekali-kali bersumpah dengan menyebut nama siapa dan apa saja selain Allah , karena hal itu merupakan dosa yang paling besar dan tidak terampunkan yakni syirik . Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Abi Umar Ra . yang berbunyi :
“ Barangsiapa bersumpah dengan (menyebut nama) selain Allah , maka ia telah kafir dan syirik “ .
Karena beratnya konsekwensi dari pengucapan sumpah yang sarat dengan muatan moral dan akidah , maka apabila tidak bisa bersumpah sesuai dengan syari’ah maka lebih baik jangan bersumpah . Rasulullah SAW dalam suatu riwayat bersabda :
“ Barangsiapa bersumpah , maka janganlah bersumpah kecuali dengan menyebut nama Allah , atau hendaknya diam “ .
JAGALAH UCAPAN
Ada pepatah lama yang berbunyi “ Mulut kamu harimau kamu “ yang mengandung arti bahwa ucapan yang keluar dari mulut kita bisa berakibat fatal bagi diri kita sendiri kalau kita tidak hati-hati atau asal buka mulut tanpa berfikir panjang . Seseorang bisa selamat atau mengalami musibah karena ucapannya sendiri . Ada juga pepatah berbahasa Arab yang kira–kira artinya : Keselamatan manusia terletak dalam bagaimana ia menjaga atau memelihara ucapannya .
Seorang Muslim yang baik akan selalu waspada terhadap ucapan yang keluar dari lisannya karena ia mempunyai dampak yang luas baik dalam tata pergaulan di masyarakat maupun dalam menjaga akidah dan amal ibadahnya . Ucapan seseorang bisa terdengar merdu dan menyejukkan bagi pendengarnya apabila yang diucapkan adalah hal-hal yang baik dan di sampaikan secara ma’ruf (baik) pula . Tapi ucapan itu bisa juga menimbulkan keresahan , kemarahan dan antipati bagi yang men dengarnya apabila yang diucapkan adalah hal-hal yang buruk , kebohongan , fitnah dan / atau caci maki , dan dengan cara pengucapan yang kasar , bernada ancaman atau cemoohan . Kualitas ucapan seseorang akan mencerminkan kualitas kepri badian orangnya . Seorang yang ucapan dan cara bicaranya baik , tidak suka berbohong , selalu memelihara janjinya , tidak suka mengobral sumpah palsu , tidak pernah mencela , mencaci ataupun mencemoohkan orang lain , dapat dipastikan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang luhur , amanah , dan berakhlak mulia . Tapi sebaliknya orang yang bicaranya kasar tidak memperhatikan sopan santun , kalau bicara banyak bohongnya , sumpah serapah selalu diujung lidahnya , suka mengobral omongan yang sia-sia , bila berjanji selalu cidera , pasti orang tersebut sulit dapat dipercaya dan ia termasuk orang munafik . Imam Ghazali mengutip ucapan Bilal bin Sa’ad sebagai berikut :“ Jikalau pada suatu ketika engkau melihat seseorang mengobral kata-kata , suka berbantah , dan bangga terhadap pendapatnya sendiri , maka sudah sempurnalah kerugiannya “.
Allah mengingatkan , apabila kita tidak memelihara lisan dan mengumbar ucapan-ucapan yang buruk , syaitan akan nimbrung menebar virus pertengkaran dan perpecahan diantara kita . Ucapan yang asal bunyi bisa merobah persahabatan menjadi perseteruan , merusak hubungan persaudaraan , memutuskan tali silaturakhmi , merenggangkan hubungan anak dengan orang tuanya , mengobarkan permusuhan dan peperangan . Karenanya menjadi kewajiban kita semua senantiasa memeliha ra lisan dari ucapan-ucapan yang bisa menyinggung perasaan dan / atau menimbulkan kerugian orang lain . Lebih-lebih bagi mereka yang mempunyai kedudukan atau jabatan tinggi , harus lah ekstra hati-hati dalam mengeluarkan ucapan atau pernyataan . Ucapan seorang pemimpin akan didengar dan dicer mati rakyatnya Pimpinan adalah teladan bagi ummatnya , seperti telah dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya yang penuh dengan sifat keteladanan yang menjadi rujukan bagi ummatnya . Semua ucapan dan tindakannya merupakan mutiara-mutiara keteladanan yang tidak ternilai . Pemimpin yang ucapan atau pernyataannya asal bunyi tanpa memperdulikan perasaan rakyatnya , bukanlah seorang panutan bagi rakyatnya dan tidak sepantasnya ia menjadi seorang pemimpin .
Ucapan yang baik mempunyai nilai ibadah karena ia sama dengan shadaqah . Dengan ucapan yang ma’ruf , Insya’ Allah , kita akan dijauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk ; dapat mempererat tali silaturakhmi diantara saudara , teman , dan kerabat ; dan membangun masyarakat madani yang berakhlak mulia .
“ Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku supaya mengatakan yang baik-baik . Sungguh , syaitan menebarkan pertikaian antara mereka . Sungguh , syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia “ , (Al Isra’/17:53) .
Seseorang yang memelihara lisannya akan senantiasa menghindarkan diri dari berbicara bohong atau dusta , karena berdusta merupakan salah satu dosa besar yang akan mengantar ke neraka bagi yang melakukannya . Rasulullah bersabda :
“ Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya didalam neraka “ , (HR . Muslim) .
Termasuk dalam kategori dusta adalah menyebarluaskan berita bohong atau menebar fitnah . Fitnah merupakan senjata kaum munafik untuk menghancurkan nama baik seseorang atau golongan , memutarbalikkan fakta , mencari keuntungan untuk diri dan kelompoknya sendiri , mengacaukan persatuan ummat , dan bentuk kejahatan serta kekejian lainnya .
Bagi orang munafik berlaku paradigma tujuan menghalalkan cara dan fitnah merupakan salah satu andalannya yang sangat keji . Dalam setiap kesempatan orang munafik selalu mengguna kan fitnah sebagai alat yang cukup ampuh untuk menghancur kan ummat Islam .
Dalam satu ekspedisi perang melawan Bani Musthaliq , Rasulullah SAW. mengikut sertakan Aisyah isteri yang sangat dicintainya dalam rombongannya . Setelah perang usai dan kemenangan ada di pihak Rasulullah SAW , maka pasukan segera dipersiapkan untuk pulang kembali ke Medinah . Karena perjalanan ke Medinah cukup jauh , disiapkanlah tandu untuk membawa Aisyah . Menjelang malam hari rombongan Rasulullah SAW. berhenti disuatu tempat untuk bermalam . Pada saat pasukan dan anggota rombongan lainnya sedang beristirahat , Aisyah keluar dari perkemahan untuk mencari air wudlu . Selesai melaksanakan wudlunya , Aisyah ingin cepat-cepat kembali ke kemahnya . Tapi alangkah terkejutnya pada waktu ia meraba lehernya ternyata kalung yang tadinya dipakai tidak ada lagi ditempatnya , sedangkan kalung tersebut terbuat dari mutiara dan intan Yaman yang mahal harganya . Dengan kebingungan , setelah menyelesaikan shalatnya , Aisyah keluar lagi berusaha mencari kalungnya di tempat-tempat yang dilewatinya tadi . Saking paniknya mencari kalungnya yang hilang , Aisyah tidak sadar bahwa waktu telah merambat menjelang pagi , dan rombongan telah bersiap-siap melanjutkan perjalanan . Karena kalungnya tidak juga ditemukan , Aisyah tidak sadar waktu rombongan berangkat sehingga tertinggal lah ia . Aisyah memperkirakan toh rombongan akan menunggu nya setelah diketahui bahwa ia tertinggal , tetapi dugaannya meleset rombongan berjalan terus dan tidak ada yang tahu bahwa Aisyah telah tertinggal dibelakang .
Maka berjalanlah ia dengan lunglai ketempat yang teduh untuk berlindung dari teriknya matahari sambil tetap berharap ada pasukan yang menjemputnya . Tapi tak seorangpun tentara yang muncul karena memang tak seorangpun yang mengetahi bahwa Aisyah tertinggal . Karena capai menunggu tanpa hasil , iapun tertidur ditempat itu .
Beberapa waktu kemudian , datang Shafwan bin Mua’thal As-Salamy , seorang anggota pasukan yang bertugas memeriksa perbekalan yang tugasnya dibelakang pasukan . Dilihatnya ada seorang yang sedang tertidur pulas disitu , maka didekatinya dan disingkapnya hijab yang menutupi mukanya untuk memeriksa siapa gerangan yang tertidur tersbut . Betapa kagetnya Shafwan begitu mengetahui siapa yang tertidur tersebut sambil dengan nyaring mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun . Mendengar ucapan yang keras itu , Aisyah kaget dan terbangun . Setelah melihat siapa yang berdiri disitu Aisyah segera menutupkan kembali hijabnya kemukanya dan berkata dengan marah : “ Jangan berbicara satu patah katapun padaku dan jangan mengatakan apapun kecuali kalimat istirja’ yang telah kau ucapkan tadi ! “ .
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Shafwan segera menundukkan untanya untuk dinaiki Aisyah . Setelah Aisyah naik kepunggung unta , Shafwan cepat kembali ke induk pasukannya , sementara Aisyah dengan mengendarai unta Shafwan pulang kembali ke Medinah Al-Mukarramah .
Kejadian tersebut diketahui oleh Abdullah bin Ubay bin Salul , tokoh munafik yang membenci dan selalu memusuhi Rasulullah SAW. dari dalam . Maka jadilah kisah tersebut sebagai bahan gunjingan dan fitnah untuk menjatuhkan nama Nabi . Disebarkanlah berita bohong yang sangat keji bahwa isteri Rasulullah SAW . , Aisyah , telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mua’thal As-Salamy . Dan berita bohong tersebut disebarluaskan lagi oleh Mistach bin Khalat Abi Bakar yang juga anggota gang-nya Abdullah bin Ubay si biang munafik . Berita tersebut cepat sekali beredar dikalangan shahabat , dan akhirnya sampai juga ketelinga Nabi . Kabar bohong tersebut sempat membuat Rasulullah SAW. sedih dan murung sehingga hubungannya dengan Aisyah menjadi dingin tidak seperti biasanya yang selalu hangat dan mesra . Sampai akhirnya turun ayat yang membebaskan Aisyah dari fitnah yang sangat keji tersebut :
“ Sesungguhnya , orang-orang yang melontarkan tuduhan kepada perempuan yang baik laku , yang tidak tahu menahu , yang beriman , terkutuk dunia akhirat . Mereka mendapat azab yang dahsyat “,(An Nur/24:23) .
Dalam suatu kesempatan , Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“ Sesungguhnya berkata benar itu membawa kepada kebaikan , dan kebaikan itu membawa ke sorga . Sedang seseorang yang membiasakan diri selalu dalam kebenaran akan dicatat disisi Allah sebagai orang yang benar (Siddiq) . Sesungguhnya dusta itu dapat membawa kepada kedurhakaan , dan kedurhakaan itu membawa ke neraka . Seseorang yang membiasakan dirinya selalu dalam kedurhakaan (berkata dusta) akan dicatat disisi Allah sebagai pendusta “ , ( HR . Ibnu Mas’ud Ra. ) .
Menyadari sangat jahatnya fitnah dalam kehidupan masyarakat , seorang Muslim harus selalu waspada terhadap berita yang sampai ketelinganya . Sebaiknya dilakukan cek dan recek dulu mengenai kebenaran berita tersebut sebelum memberi tanggapan atau bertindak lebih jauh . Apalagi kalau sumber berita nya adalah orang fasik , orang yang suka bicara bohong , menyebarkan berita bohong , hobby-nya ngrumpi dan bergossip ria .Jangan sampai karena ketidak pedulian atau karena kebiasaan ikut ngrumpi , seorang Muslim terjebak dalam lingkaran kemunafikan dan tanpa disadari ikut ambil bagian dalam penyebar luasan berita bohong atau fitnah terhadap seseorang atau golongan . Ingat peringatan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa fitnah itu jauh lebih jahat dari pembunuhan (Al Baqarah :191 & 217) .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa berita , carilah keterangan ten tang kebenarannya , supaya jangan kamu rugikan orang karena tidak tahu , hingga menyebabkan kamu penuh penye salan atas perbuatanmu “ , (Al Hujurat / 49:06) .
“ Pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah , mukanya menjadi hitam . Bukankah didalam neraka Jahannam tersedia tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri “,(Az Zumar / 39:60)
“ Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah atasmu didunia ini dan akhirat , azab yang dahsyat tentulah menimpa kamu , karena kamu menyebarluaskan (berita bohong itu) . Ketika kamu dengar (berita itu) dari lidah ke lidah , dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tiada kamu ketahui , dan kamu menganggapnya remeh , sedang menurut Allah itu soal besar “ , (An Nur / 24 :14-15) .
“ Sungguh , mereka yang suka agar berita perbuatan keji tersebar luas dikalangan orang beriman , akan mendapat azab yang pedih menyakitkan didunia dan akhirat . Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “,(An Nur / 24:19)
Dalam memberikan kesaksian kita haruslah adil dan berkata benar sesuai dengan apa yang kita ketahui . Katakanlah tidak tahu apabila memang kita tidak mengetahuinya , tapi apabila kita tahu janganlah kita bilang tidak tahu atau menyembunyikan kebenaran . Kesaksian kita disaksikan oleh malaikat dan akan dimintakan pertanggung jawabannya di pengadilan Ilahi di akhirat kelak . Janganlah kita berkata bohong karena takut kesaksian kita memberatkan sahabat , sejawat , keluarga , atau bahkan diri kita sendiri dan jangan pula kita berkata bohong untuk memberatkan hukuman bagi musuh atau orang yang tidak kita senangi . Jangan pula kesaksian kita dipengaruhi oleh kedudukan , pangkat , jabatan , atau kekayaan seseorang . Katakanlah yang benar adalah benar yang salah adalah salah , yang jelek adalah jelek yang baik adalah baik , yang buruk adalah buruk yang bagus adalah bagus . Kesaksian palsu tidak saja berat hukumannya di dunia tapi di akhirat akan dibalas dengan siksa neraka yang pedih tak terperikan .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu penegak keadilan , sebagai saksi bagi Allah , sekalipun terhadap dirimu sendiri , atau orang tuamu , atau kerabatmu , baik ia kaya maupun ia miskin . Allah lebih mengetahui ke maslahatan masing-masing . Janganlah ikuti hawa nafsu , supaya jangan kamu menyimpang (dari kebenaran) . Jika kamu memutar balik (kebenaran) atau menyimpang (dari Keadilan) , sungguh Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ , (An Nisa’/04:135) .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Tegakkan keadilan sebagai saksi karena Allah . Dan janganlah kebencian orang mendorong kamu berlaku tidak adil . Berlakulah adil . Itu lebih dekat kepada takwa . Bertakwalah kepada Allah . Sungguh , Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ , (Al Maidah/05:08) .
“ Orang yang teguh pada kesaksiannya . Dan orang yang terus menjalankan shalat . Mereka itulah yang dimulia kan didalam sorga “, (Al Ma’arij/70:33-35) .
JAUHILAH RASA DENGKI
Sifat dengki , hasad , atau irihati menandakan kemunafikan seseorang . Tersiksa batinnya dan sakit hatinya kalau melihat seseorang memperoleh kebaikan ; sangat gembira dan senang hatinya kalau melihat seseorang mendapatkan kesusahan atau terkena musibah . Dengki dan irihati merupakan induk dari semua penyakit hati . Apabila seorang muslim dihinggapi rasa dengki pada saat melihat sahabat atau saudaranya memperoleh keberuntungan , ia harus cepat-cepat membaca istighfar dan membersihkan hatinya dengan mengambil air wudlu , mendirikan shalat sunnah dua rakaat , mohon ampunan-Nya dan mohon agar hatinya dibersihkan dari rasa dengki dan hasad . Jangan dibiarkan kedengkian bercokol dihati terlalu lama karena virus kedengkian mempunyai komplikasi penyakit kejiwaan lainnya seperti menjadi pendendam , pemarah , pembenci , pemfitnah dsb . dan lebih dari itu hasad mendekatkan seseorang kepada kemunafikan . Orang yang hasad adalah orang yang sakit jiwanya , rendah moralnya , keji hatinya , dan lemah akidahnya .
Sifat hasad atau dengki mutlak harus dijauhi , sebab disamping akan membuat hati sumpek , sesak nafas , perut mules , kepala pusing ; juga akan menggrogoti akidah dan menghancurkan pahala ibadah dan amal baik seseorang .
Ketika didunia , seorang pendengki akrab dengan ketidak tentraman karena batinnya akan selalu sakit dan tersiksa apabila menyaksikan seseorang memperoleh keberuntungan atau kebahagiaan . Dalam usahanya menghancurkan kebahagia an orang lain , tak segan-segan memutuskan tali silaturakhmi dengan siapa saja termasuk sahabat , kerabat , atau keluarga sendiri . Seorang pendengki biasanya suka membuat ghibah atau membeberkan kejelekan orang lain , melakukan tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain , su’udzon atau berbu ruk sangka , dan berbuat fitnah yakni menuduh orang lain berbuat kejahatan meskipun tidak ada bukti-bukti untuk itu .
Ketika di akhirat , hasil kedengkiannya didunia akan dimintakan pertanggung jawabannya dihadapan pengadilan Allah yang MahaAdil . Semua pahala amal baiknya akan disita dan diserah kan kepada orang yang di dholimi sehingga ia menjadi salah seorang yang bangkrut disana . Dan sebagaimana telah diper ingatkan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an , mereka yang amal baiknya lebih ringan dari timbangan amal buruknya maka ia akan menjadi penghuni neraka Jahannam . Rasulullah SAW. bersabda :
Pada suatu malam ketika Khalifah sedang sibuk bekerja dikantor istananya , tiba-tiba datang seorang puteranya mengha dap ingin membicarakan masalah keluarga dengan ayahnya . Setelah puteranya duduk , dimatikanlah lampu yang ada dimeja nya sehingga gelap gulitalah ruangan itu . Puteranya heran melihat sikap orang tuanya tersebut dan bertanya : “ Ayahanda Khalifah , mengapa ayah memadamkan lampu diruangan ini sedangkan ananda ingin berbicara dengan ayahanda . Bukankah akan lebih baik apabila kita berbicara di bawah cahaya lampu yang terang ? “ . Dengan sabar Khalifah menjawab : “ Ananda , maafkan Ayahanda terpaksa harus memadamkan lampu ini , karena minyak yang dipakai menyalakan lampu ini dibeli dengan uang negara sedangkan yang akan ananda bicarakan adalah masalah pribadi keluarga kita yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan negara “ .
Pada suatu saat salah seorang sahabat Nabi bertanya kepada Rasulullah : “ Ya , Rasulullah ! Beritahukan kepadaku apakah yang paling berat dalam agama , dan apakah yang paling ringan ? “. Rasulullah menjawab , “ Yang paling ringan adalah mengucapkan dua kalimah syahadat , dan yang paling berat adalah memelihara / menjaga amanah . Sesungguhnya tidak sempurna agama orang yang tidak memelihara amanah , tidak diterima shalat dan zakatnya “ . Selanjutnya Rasulullah juga bersabda : “ Barang siapa diserahi suatu jabatan , dia berhak mendapatkan gaji yang layak dari jabatannya tersebut . Tetapi siapa yang mengambil lebih dari semestinya , maka dia itu telah mencuri (korupsi) “ .
Sifat amanah dan menjauhi perbuatan-perbuatan khianat , merupakan sesuatu yang sangat essensial yang tidak boleh hilang dalam kehidupan seseorang atau suatu bangsa . Kalau tidak , hilanglah nilai kemanusiaan kita dan kita menjadi binatang buas yang tak kenal batas .
“ Sungguh , Allah memerintahkan kepadamu menyampai kan amanat kepada orang yang berhak menerimanya . Dan jika kamu menetapkan hukum antara manusia , hendaklah kamu menghukum dengan adil . Sungguh , alangkah indah peringatan yang Allah berikan kepadamu ! Sungguh , Allah MahaMendengar , MahaMelihat “ , (An Nisa’/ 04:58).
“ (Dan berjaya pula) mereka yang memelihara amanat dan janjinya “ , (Al Mu’minun/23:08) .
“ Dan orang yang memelihara amanat dan janjinya . Orang yang teguh dalam kesaksiannya . Dan orang yang menjalankan shalat . Mereka itulah orang yang dimulia kan didalam sorga “ , (Al Ma’arij /70:32-35).
JANGAN RIYASeorang yang tidak bisa mensyukuri nikmat Allah , kikir , tamak , ujub dan riya’ . Meskipun hartanya berlimpah kepekaan sosialnya sangat tipis tidak peduli terhadap kemiskinan yang ada di sekelilingnya . Menumpuk dan menghitung-hitung harta tidak ada puasnya , seakan ia akan hidup didunia seribu tahun atau kalau mungkin selama-lamanya . Amal dan ibadahnya dilakukan bukan karena mengharapkan ridha Allah semata tapi karena ingin tampil sebagai orang terpandang dimasyarakatnya . Kalau berbicara selalu membanggakan kelebihan-kelebihan dirinya , lupa bahwa semua itu karena karunia Allah Rabbul ‘Izzati .
Penyakit hati tersebut diatas , bisa saja menghinggapi siapa saja termasuk kita sendiri apabila kita tidak berhati-hati dalam menjalani hidup ini , dan selalu menyadari bahwa hidup didunia ini hanya sebentar seperti main-main saja . Apa yang ada pada kita seperti kesehatan , harta , anak , pangkat , jabatan , kedudukan dan apa saja , hanya mungkin kita miliki karena rahmat dan karunia-Nya . Ingatlah selalu ikrar yang kita ucapkan dalam setiap shalat bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah semata .
Rasulullah mengajarkan kepada ummatnya agar ikhlas dalam setiap amalannya baik yang bersifat muamalah maupun ubudiyah , karena ikhlas merupakan dasar gerakan hati dari seluruh ibadah . Apapun yang kita lakukan , apabila kita melakukannya dengan hati yang ikhlas dan diniatkan karena Allah , maka ia akan diperhitungkan sebagai ibadah . Berangkat bekerja dengan meniatkannya sebagai usaha mencari rezeki karena Allah , itu adalah ibadah . Berangkat sekolah dengan meniatkannya untuk mencari ilmu karena Allah , itupun ibadah . Demikian seterusnya , semua yang diniatkan dengan ikhlas sebagai ibadah karena Allah , jadilah ia ibadah . Semua amal tergantung dari niatnya .
“ Tidaklah mereka diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan diri kepada-Nya dalam urusan agama “ ,(Al Bayyinah/ 98:05) .
Dalam satu kesempatan Rasulullah bersabda : “ Allah tidak menerima amal-amal melainkan yang dilakukan secara ikhlas karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya “ .
Ikhlas disini diartikan sebagai amalan ta’at seseorang yang semata-mata tertuju untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mengharapkan ridha-Nya , tanpa maksud yang lain seperti mencari pujian dari manusia , tamak , atau maksud lainnya . Ibadah yang dilakukan tidak semata-mata taqarrub atau mendekatkan diri pada-Nya tetapi ada maksud-maksud lain yang bersifat duniawi seperti untuk memperoleh pujian , kehormatan , atau harta benda , dilarang oleh agama . Imam Ghazali rahimahullah berkata , pengertian tersebut diatas dicontohkan seperti orang berpuasa yang bertujuan mendapat perlindungan disamping beribadah kepada Allah , shalat malam agar terhindar dari rasa kantuk untuk memelihara keamanan rumah dan keluarga , dan belajar agar hidup mulia dan memperoleh nama harum diantara teman-temannya .
Amalan yang dilakukan atau ditampakkan melalui omongan , tulisan dan / atau perbuatan karena ingin mendapatkan pujian orang , supaya diketahui kehebatannya dan kebaikan-kebaikan nya , tidak semata-mata karena mengharapkan ridha-Nya , disebut riya’ . Orang Muslim harus waspada dan senantiasa menghindar kan timbulnya penyakit riya’ didalam hatinya , karena riya’ merusak amal dan menghancur-leburkan pahala ibadah . Dalam beramal dan beribadah tujukan hati nurani kita semata-mata hanya karena mengharapkan ridha-Nya , agar terhindar dari riya’ . Seseorang yang beramal dengan tujuan riya’ , itu meru pakan tanda-tanda kemurkaan dan siksaan Allah , karena ia telah mengotori hatinya dengan pamrih terhadap manusia dengan pura-pura menampakkan dirinya sebagai orang yang ikhlas dan ta’at kepada Allah . Mengotori suatu amal dengan pamrih duniawi seperti shalat , puasa , sedekah , naik haji , membaca Qur’an dengan maksud agar orang memuji , memulia kan , mengagungkan , dan memberikan sebagian hartanya , hukumnya haram .
“ Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya satu bagianpun di akhirat “ , (Asy Syura/42:20) .
“ Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat , (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya , orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna “ , (Al Ma’un/107:04-07) .
Setiap orang Mukmin yang berakal wajib bersungguh-sungguh menghindari perbuatan riya’. Amal dan ibadah hendaknya dituju kan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah . Jangan suka memamerkan amal kebajikan serta ketaatan beribadah agar orang menganggap kita orang yang hebat , shaleh , dan alim , karena hal itu merupakan bagian dari hawa nafsu lawwamah yang akan menghancurkan pahala amal kebaikan kita . Namun jika kita memperlihatkan kepada orang yang tidak tahu agar ia mau mengikuti dan cinta pada kebaikan , hal itu lebih baik dari pada menyembunyikannya . Untuk amalan yang bersifat lahiriyah , dimana orang lain tidak dapat menirunya apabila tidak melihatnya dengan jelas , seperti belajar dan mengajar , shalat berjama’ah dan haji misalnya , kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh agar tidak terbetik maksud riya’ didalam hati kita . Mohonlah pertolongan Allah agar kita selalu dijauhkan dari penyakit hati yang satu itu .
“ Hai orang yang beriman ! Janganlah batalkan sedekahmu dengan umpatan dan gangguan , seperti orang yang menafkahkan kekayaannya supaya dilihat orang , tapi tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian . Perumpamaan mereka adalah seperti batu yang licin dengan tanah diatasnya .Hujan lebat menimpanya , maka tinggallah (batu yang) licin . Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang telah mereka dapatkan . Dan Allah tidak membimbing orang yang kafir “ , (Al Baqarah/02:264) .
“ (Demikian pula Allah tidak suka) orang yang menafkahkan hartanya supaya dilihat orang , dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian . Dan barang siapa mengambil syaitan sebagai teman , itulah sejahat-jahat teman ! “ , (An Nisa’/04:38) .
Manusia atau bahkan Malaikat sekalipun , tidak bisa menilai dengan sebenar-benarnya amalan yang dilakukan seseorang . Mereka hanya dapat melihat dari sisi lahiriyahnya saja , tetapi sisi batinnya apakah amalan tersebut riya’ atau tidak , hanya Allah yang tahu .
Riya’ ada dua macam , yaitu :
1. Riya’ Ajali (terang) , yaitu orang yang melakukan amalan kebajikan dihadapan orang banyak agar dikagumi , dipuji , dan dianggap sebagai orang shaleh yang berbakti kepada Allah ;
2. Riya’ Khofi (samar) , yaitu orang yang merahasiakan amalan kebajikannya dari hadapan orang banyak , tetapi dalam merahasiakan tersebut terkandung tujuan agar mendapat pujian .
Adapun tanda-tanda riya’ khofi antara lain , senang dihormati (gila hormat) , tidak suka diremehkan , suka menonjolkan diri , ingin diutamakan kebutuhannya , ingin dianggap penting , merasa dirinya paling berjasa , paling pandai dan lain sebagainya .
Penyakit hati yang menjadi pasangan riya’ adalah ujub , yaitu mengagumi dirinya sendiri , suka membanggakan kelebihan diri nya , membanggakan kepandaiannya , membanggakan kederma wanannya , membanggakan keshalehannya , membanggakan kecantikan / ketampanannya dsb.
Dua penyakit hati riya’ dan ujub tersebut hukumnya wajib kita hindari karena akan menghilangkan semua pahala amal ibadah kita . Seseorang mungkin merasa sudah banyak mengumpulkan pahala dari ibadah haji dan umroh yang dilakukannya hampir setiap tahun ; amalan zakat , infaq dan sodaqohnya setiap tahun mendapat liputan luas dari media massa , serta amalan-amalan lainnya . Namun karena hatinya terkontaminasi penyakit riya’ dan ujub , di akhirat nanti betapa dia akan sangat kaget dan kecewa berat karena semua pahalanya telah musnah dimakan rayap . Wallahu A’lam Bis Sawwab .
TEPATILAH JANJIJanganlah berjanji apabila kamu tidak sanggup memenuhinya karena janji adalah hutang yang harus dipertanggung jawabkan baik didunia maupun di akhirat . Seorang yang tidak memenuhi janjinya atau cidera janji , didunia ia tidak dapat menghindar dari gugatan atau tuntutan pihak yang dirugikan , sementara di akhirat nanti ia akan termasuk golongan penipu yang akan dimnta pertanggung--jawabannya dimuka pengadilan Allah . Menurut hadis Nabi , dikatakan bahwa :
“ Di hari kiamat nanti tiap-tiap penipu akan membawa bendera sambil dikatakan kepadanya orang ini pernah menipu orang ini dan itu “ , ( HR . Muslim ) .
Orang yang suka cidera janji termasuk orang munafik . Ia adalah orang yang rapuh mentalnya , rendah akhlaknya , dan lemah akidahnya . Orang semacam ini hatinya tertutup kabut kekufuran , sehingga baginya menjadi hal yang biasa menyakiti hati seseorang dengan kebohongannya tersebut dan tak ada beban moral sama sekali dalam hati nuraninya . Rasulullah bersabda : “ Tanda-tanda orang munafik ada tiga , yakni : Apabila berbicara ia berdusta , apabila berjanji ia cidera , dan apabila dipercaya ia berkhianat.“,(HR Bukhari-Muslim).Dalam kesempat an lain Rasulullah juga bersabda : “ Ada empat hal yang apabila dimiliki semuanya maka orang tersebut benar-benar munafik . Dan apabila seseorang memiliki sebagian dari sifat-sifat itu , maka orang tersebut terjangkit penyakit kemunafikan sampai ia meninggalkannya . Empat hal itu adalah : Bila dipercaya ia khianat ; Bila berbicara ia dusta ; Bila berjanji ia cidera ; Bila berdebat/bertengkar ia lacur (keluar batas) “ , (HR Bukhari-Muslim) .
Menepati janji menumbuhkan kepercayaan dan rasa hormat orang terhadap kita . Saling menepati janji menumbuhkan sikap saling mempercayai dan membuat hubungan menjadi mesra , romantis dan ideal dalam semua aspek kehidupan manusia . Hilangnya kepercayaan berarti putusnya tali silaturahmi .
“ Hai orang yang beriman penuhilah Uqud (janji-janji itu) …………..” , (Al Maidah/05:01) .
“ …………. Penuhilah perjanjian . Sungguh , perjanjian harus dipertanggung jawabkan “ , (Al Isra’/17:34) .
Janganlah bersumpah kecuali atas nama Allah dan benar-benar yakin akan kebenaran yang diikrarkan , karena melanggar sumpah atau bersumpah palsu diancam dengan siksa neraka yang amat pedih . Sumpah palsu adalah salah satu tanda kemuna fikan seseorang . Bagi orang munafik sumpah merupakan alat untuk mengelabuhi seseorang agar orang tersebut percaya kepadanya dan sekaligus menjadi alat untuk menyembunyikan kejahatannya . Meskipun tindakannya bisa mencelakakan atau merugikan orang lain , bagi orang yang suka bersumpah palsu hal itu bukan masalah , yang penting tujuan dan ambisinya tercapai .
“ Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai kemudian mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah . Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan “,(Al Munafiqun /63:02) .
Ancaman Allah terhadap orang yang suka melanggar sumpahnya sangat tegas , karena sumpah palsu bisa menjungkir balikkan fakta yang benar menjadi salah yang salah menjadi benar , yang baik menjadi jelek yang jelek menjadi kelihatan baik dibuatnya . Karena itu orang yang suka bersumpah palsu hati nuraninya sudah diberakin Syaitan , tidak punya perasaan , bengis dan tidak tahu malu .Tidak perduli bahwa dengan sumpah palsunya itu , orang lain bisa dirugikan , celaka atau hancur usahanya . Keberadaan mereka didalam masyarakat seperti bunglon , suka berubah-ubah menyesuaikan dengan lingkungan nya dan menjadikan sumpah palsu sebagai tameng dan sekaligus senjata pamungkas untuk tujuan jahatnya . Allah dalam Firman-Nya mengibaratkan orang yang bersumpah palsu sebagai orang yang menjual janji Allah dengan harga murah , apa yang ia bisa raih didunia tidak sebanding dengan beratnya siksa yang akan diterimanya di akhirat nanti .
“ Sungguh , orang yang menjual janjinya kepada Allah dan sumpah mereka sendiri dengan harga yang murah , mereka tidak beroleh bagian di akhirat . Allah tiadakan berkata-kata kepada mereka , tiada melihat mereka , dan tidak mensucikan mereka di hari kiamat . Mereka beroleh azab yang pedih menyakitkan “ , (Ali Imran/03:77) .
“ Dan janganlah seperti perempuan yang meng-uraikan pintalan menjadi benang cerai berai , sesudah (tadinya dipintalnya dengan) kuat . Kamu gunakan sumpahmu untuk melakukan penipuan di antara kamu , supaya kamu menjadi golongan yang lebih besar jumlahnya dari golongan (yang lain) . Allah hanya menguji kamu dengan itu , dan di hari kiamat Ia pasti akan memberikan penjelasan tentang hal yang kamu perselisihkan “ , (An Nahl/16:92) .
Orang yang bersumpah hanya dituntut tanggung jawabnya apabila ia benar-benar sengaja dalam bersumpah , tapi bagi orang yang bersumpah karena kelepasan ngomong tidak diwajibkan untuk mempertanggung-jawabkannya . Namun demi kian seorang Muslim haruslah berhati-hati jangan sembarang an mengucapkan sumpah , karena meskipun sifatnya kelepasan atau latah karena kebiasaan jelek gampang mengucapkan sumpah , sumprit , swear atau semacamnya , ia akan kehilangan kepercayaan orang dan dalam tata pergaulanpun namanya akan rusak . Dan lebih jauh lagi , apabila kebiasaan sembarangan mengucapkan sumpah tidak segera ditinggalkan , dikhawatirkan akan memudahkan berjangkitnya virus kemunafikan dalam diri kita . Na’udzubillahi Min Dzaalik .
Orang yang melanggar sumpah diwajibkan membayar denda kafarah memberi makan sepuluh orang miskin masing-masing satu mud atau 1 1/3 kati ; atau memerdekakan seorang budak Muslim ; atau memberi pakaian sepuluh orang miskin masing-masing satu potong . Dan apabila tidak sanggup melaksanakan salah satunya , maka orang yang telah melanggar sumpahnya wajib berpuasa selama tiga hari .
“ Allah tiada menghukum kamu , karena kekeliruan dalam sumpahmu . Tapi Ia menghukum kamu , karena niat yang terkandung dalam hatimu . Allah MahaPengampun , Maha Penyantun “ , (Al Baqarah/02:225) .
“ Allah tiadakan menuntut pertanggung-jawaban daripadamu disebabkan kata-kata yang terlepas yang tiada dimaksud dalam sumpahmu , tapi Ia menuntut pertanggung-jawabanmu mengenai kata-kata dalam sumpahmu yang memang kamu sengaja . Maka kafarah nya adalah : Memberi makan sepuluh orang miskin menurut yang biasa kamu berikan kepada keluargamu , atau memberi mereka sandang , atau membebaskan seorang hamba . Tapi barang siapa tidak dapat (memberi kan apa-apa), hendaklah berpuasa tiga hari . Itulah kafarah sumpahmu , jika kamu telah bersumpah . Dan tepatilah sumpahmu . Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya , supaya kamu bersyukur “ , (Al Maidah/05:89) .
Dan jangan sekali-kali bersumpah dengan menyebut nama siapa dan apa saja selain Allah , karena hal itu merupakan dosa yang paling besar dan tidak terampunkan yakni syirik . Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Abi Umar Ra . yang berbunyi :
“ Barangsiapa bersumpah dengan (menyebut nama) selain Allah , maka ia telah kafir dan syirik “ .
Karena beratnya konsekwensi dari pengucapan sumpah yang sarat dengan muatan moral dan akidah , maka apabila tidak bisa bersumpah sesuai dengan syari’ah maka lebih baik jangan bersumpah . Rasulullah SAW dalam suatu riwayat bersabda :
“ Barangsiapa bersumpah , maka janganlah bersumpah kecuali dengan menyebut nama Allah , atau hendaknya diam “ .
JAGALAH UCAPANAda pepatah lama yang berbunyi “ Mulut kamu harimau kamu “ yang mengandung arti bahwa ucapan yang keluar dari mulut kita bisa berakibat fatal bagi diri kita sendiri kalau kita tidak hati-hati atau asal buka mulut tanpa berfikir panjang . Seseorang bisa selamat atau mengalami musibah karena ucapannya sendiri . Ada juga pepatah berbahasa Arab yang kira–kira artinya : Keselamatan manusia terletak dalam bagaimana ia menjaga atau memelihara ucapannya .
Seorang Muslim yang baik akan selalu waspada terhadap ucapan yang keluar dari lisannya karena ia mempunyai dampak yang luas baik dalam tata pergaulan di masyarakat maupun dalam menjaga akidah dan amal ibadahnya . Ucapan seseorang bisa terdengar merdu dan menyejukkan bagi pendengarnya apabila yang diucapkan adalah hal-hal yang baik dan di sampaikan secara ma’ruf (baik) pula . Tapi ucapan itu bisa juga menimbulkan keresahan , kemarahan dan antipati bagi yang men dengarnya apabila yang diucapkan adalah hal-hal yang buruk , kebohongan , fitnah dan / atau caci maki , dan dengan cara pengucapan yang kasar , bernada ancaman atau cemoohan . Kualitas ucapan seseorang akan mencerminkan kualitas kepri badian orangnya . Seorang yang ucapan dan cara bicaranya baik , tidak suka berbohong , selalu memelihara janjinya , tidak suka mengobral sumpah palsu , tidak pernah mencela , mencaci ataupun mencemoohkan orang lain , dapat dipastikan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang luhur , amanah , dan berakhlak mulia . Tapi sebaliknya orang yang bicaranya kasar tidak memperhatikan sopan santun , kalau bicara banyak bohongnya , sumpah serapah selalu diujung lidahnya , suka mengobral omongan yang sia-sia , bila berjanji selalu cidera , pasti orang tersebut sulit dapat dipercaya dan ia termasuk orang munafik . Imam Ghazali mengutip ucapan Bilal bin Sa’ad sebagai berikut :“ Jikalau pada suatu ketika engkau melihat seseorang mengobral kata-kata , suka berbantah , dan bangga terhadap pendapatnya sendiri , maka sudah sempurnalah kerugiannya “.
Allah mengingatkan , apabila kita tidak memelihara lisan dan mengumbar ucapan-ucapan yang buruk , syaitan akan nimbrung menebar virus pertengkaran dan perpecahan diantara kita . Ucapan yang asal bunyi bisa merobah persahabatan menjadi perseteruan , merusak hubungan persaudaraan , memutuskan tali silaturakhmi , merenggangkan hubungan anak dengan orang tuanya , mengobarkan permusuhan dan peperangan . Karenanya menjadi kewajiban kita semua senantiasa memeliha ra lisan dari ucapan-ucapan yang bisa menyinggung perasaan dan / atau menimbulkan kerugian orang lain . Lebih-lebih bagi mereka yang mempunyai kedudukan atau jabatan tinggi , harus lah ekstra hati-hati dalam mengeluarkan ucapan atau pernyataan . Ucapan seorang pemimpin akan didengar dan dicer mati rakyatnya Pimpinan adalah teladan bagi ummatnya , seperti telah dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya yang penuh dengan sifat keteladanan yang menjadi rujukan bagi ummatnya . Semua ucapan dan tindakannya merupakan mutiara-mutiara keteladanan yang tidak ternilai . Pemimpin yang ucapan atau pernyataannya asal bunyi tanpa memperdulikan perasaan rakyatnya , bukanlah seorang panutan bagi rakyatnya dan tidak sepantasnya ia menjadi seorang pemimpin .
Ucapan yang baik mempunyai nilai ibadah karena ia sama dengan shadaqah . Dengan ucapan yang ma’ruf , Insya’ Allah , kita akan dijauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk ; dapat mempererat tali silaturakhmi diantara saudara , teman , dan kerabat ; dan membangun masyarakat madani yang berakhlak mulia .
“ Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku supaya mengatakan yang baik-baik . Sungguh , syaitan menebarkan pertikaian antara mereka . Sungguh , syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia “ , (Al Isra’/17:53) .
Seseorang yang memelihara lisannya akan senantiasa menghindarkan diri dari berbicara bohong atau dusta , karena berdusta merupakan salah satu dosa besar yang akan mengantar ke neraka bagi yang melakukannya . Rasulullah bersabda :
“ Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya didalam neraka “ , (HR . Muslim) .
Termasuk dalam kategori dusta adalah menyebarluaskan berita bohong atau menebar fitnah . Fitnah merupakan senjata kaum munafik untuk menghancurkan nama baik seseorang atau golongan , memutarbalikkan fakta , mencari keuntungan untuk diri dan kelompoknya sendiri , mengacaukan persatuan ummat , dan bentuk kejahatan serta kekejian lainnya .
Bagi orang munafik berlaku paradigma tujuan menghalalkan cara dan fitnah merupakan salah satu andalannya yang sangat keji . Dalam setiap kesempatan orang munafik selalu mengguna kan fitnah sebagai alat yang cukup ampuh untuk menghancur kan ummat Islam .
Dalam satu ekspedisi perang melawan Bani Musthaliq , Rasulullah SAW. mengikut sertakan Aisyah isteri yang sangat dicintainya dalam rombongannya . Setelah perang usai dan kemenangan ada di pihak Rasulullah SAW , maka pasukan segera dipersiapkan untuk pulang kembali ke Medinah . Karena perjalanan ke Medinah cukup jauh , disiapkanlah tandu untuk membawa Aisyah . Menjelang malam hari rombongan Rasulullah SAW. berhenti disuatu tempat untuk bermalam . Pada saat pasukan dan anggota rombongan lainnya sedang beristirahat , Aisyah keluar dari perkemahan untuk mencari air wudlu . Selesai melaksanakan wudlunya , Aisyah ingin cepat-cepat kembali ke kemahnya . Tapi alangkah terkejutnya pada waktu ia meraba lehernya ternyata kalung yang tadinya dipakai tidak ada lagi ditempatnya , sedangkan kalung tersebut terbuat dari mutiara dan intan Yaman yang mahal harganya . Dengan kebingungan , setelah menyelesaikan shalatnya , Aisyah keluar lagi berusaha mencari kalungnya di tempat-tempat yang dilewatinya tadi . Saking paniknya mencari kalungnya yang hilang , Aisyah tidak sadar bahwa waktu telah merambat menjelang pagi , dan rombongan telah bersiap-siap melanjutkan perjalanan . Karena kalungnya tidak juga ditemukan , Aisyah tidak sadar waktu rombongan berangkat sehingga tertinggal lah ia . Aisyah memperkirakan toh rombongan akan menunggu nya setelah diketahui bahwa ia tertinggal , tetapi dugaannya meleset rombongan berjalan terus dan tidak ada yang tahu bahwa Aisyah telah tertinggal dibelakang .
Maka berjalanlah ia dengan lunglai ketempat yang teduh untuk berlindung dari teriknya matahari sambil tetap berharap ada pasukan yang menjemputnya . Tapi tak seorangpun tentara yang muncul karena memang tak seorangpun yang mengetahi bahwa Aisyah tertinggal . Karena capai menunggu tanpa hasil , iapun tertidur ditempat itu .
Beberapa waktu kemudian , datang Shafwan bin Mua’thal As-Salamy , seorang anggota pasukan yang bertugas memeriksa perbekalan yang tugasnya dibelakang pasukan . Dilihatnya ada seorang yang sedang tertidur pulas disitu , maka didekatinya dan disingkapnya hijab yang menutupi mukanya untuk memeriksa siapa gerangan yang tertidur tersbut . Betapa kagetnya Shafwan begitu mengetahui siapa yang tertidur tersebut sambil dengan nyaring mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun . Mendengar ucapan yang keras itu , Aisyah kaget dan terbangun . Setelah melihat siapa yang berdiri disitu Aisyah segera menutupkan kembali hijabnya kemukanya dan berkata dengan marah : “ Jangan berbicara satu patah katapun padaku dan jangan mengatakan apapun kecuali kalimat istirja’ yang telah kau ucapkan tadi ! “ .
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Shafwan segera menundukkan untanya untuk dinaiki Aisyah . Setelah Aisyah naik kepunggung unta , Shafwan cepat kembali ke induk pasukannya , sementara Aisyah dengan mengendarai unta Shafwan pulang kembali ke Medinah Al-Mukarramah .
Kejadian tersebut diketahui oleh Abdullah bin Ubay bin Salul , tokoh munafik yang membenci dan selalu memusuhi Rasulullah SAW. dari dalam . Maka jadilah kisah tersebut sebagai bahan gunjingan dan fitnah untuk menjatuhkan nama Nabi . Disebarkanlah berita bohong yang sangat keji bahwa isteri Rasulullah SAW . , Aisyah , telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mua’thal As-Salamy . Dan berita bohong tersebut disebarluaskan lagi oleh Mistach bin Khalat Abi Bakar yang juga anggota gang-nya Abdullah bin Ubay si biang munafik . Berita tersebut cepat sekali beredar dikalangan shahabat , dan akhirnya sampai juga ketelinga Nabi . Kabar bohong tersebut sempat membuat Rasulullah SAW. sedih dan murung sehingga hubungannya dengan Aisyah menjadi dingin tidak seperti biasanya yang selalu hangat dan mesra . Sampai akhirnya turun ayat yang membebaskan Aisyah dari fitnah yang sangat keji tersebut :
“ Sesungguhnya , orang-orang yang melontarkan tuduhan kepada perempuan yang baik laku , yang tidak tahu menahu , yang beriman , terkutuk dunia akhirat . Mereka mendapat azab yang dahsyat “,(An Nur/24:23) .
Dalam suatu kesempatan , Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“ Sesungguhnya berkata benar itu membawa kepada kebaikan , dan kebaikan itu membawa ke sorga . Sedang seseorang yang membiasakan diri selalu dalam kebenaran akan dicatat disisi Allah sebagai orang yang benar (Siddiq) . Sesungguhnya dusta itu dapat membawa kepada kedurhakaan , dan kedurhakaan itu membawa ke neraka . Seseorang yang membiasakan dirinya selalu dalam kedurhakaan (berkata dusta) akan dicatat disisi Allah sebagai pendusta “ , ( HR . Ibnu Mas’ud Ra. ) .
Menyadari sangat jahatnya fitnah dalam kehidupan masyarakat , seorang Muslim harus selalu waspada terhadap berita yang sampai ketelinganya . Sebaiknya dilakukan cek dan recek dulu mengenai kebenaran berita tersebut sebelum memberi tanggapan atau bertindak lebih jauh . Apalagi kalau sumber berita nya adalah orang fasik , orang yang suka bicara bohong , menyebarkan berita bohong , hobby-nya ngrumpi dan bergossip ria .Jangan sampai karena ketidak pedulian atau karena kebiasaan ikut ngrumpi , seorang Muslim terjebak dalam lingkaran kemunafikan dan tanpa disadari ikut ambil bagian dalam penyebar luasan berita bohong atau fitnah terhadap seseorang atau golongan . Ingat peringatan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa fitnah itu jauh lebih jahat dari pembunuhan (Al Baqarah :191 & 217) .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa berita , carilah keterangan ten tang kebenarannya , supaya jangan kamu rugikan orang karena tidak tahu , hingga menyebabkan kamu penuh penye salan atas perbuatanmu “ , (Al Hujurat / 49:06) .
“ Pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah , mukanya menjadi hitam . Bukankah didalam neraka Jahannam tersedia tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri “,(Az Zumar / 39:60)
“ Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah atasmu didunia ini dan akhirat , azab yang dahsyat tentulah menimpa kamu , karena kamu menyebarluaskan (berita bohong itu) . Ketika kamu dengar (berita itu) dari lidah ke lidah , dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tiada kamu ketahui , dan kamu menganggapnya remeh , sedang menurut Allah itu soal besar “ , (An Nur / 24 :14-15) .
“ Sungguh , mereka yang suka agar berita perbuatan keji tersebar luas dikalangan orang beriman , akan mendapat azab yang pedih menyakitkan didunia dan akhirat . Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “,(An Nur / 24:19)
Dalam memberikan kesaksian kita haruslah adil dan berkata benar sesuai dengan apa yang kita ketahui . Katakanlah tidak tahu apabila memang kita tidak mengetahuinya , tapi apabila kita tahu janganlah kita bilang tidak tahu atau menyembunyikan kebenaran . Kesaksian kita disaksikan oleh malaikat dan akan dimintakan pertanggung jawabannya di pengadilan Ilahi di akhirat kelak . Janganlah kita berkata bohong karena takut kesaksian kita memberatkan sahabat , sejawat , keluarga , atau bahkan diri kita sendiri dan jangan pula kita berkata bohong untuk memberatkan hukuman bagi musuh atau orang yang tidak kita senangi . Jangan pula kesaksian kita dipengaruhi oleh kedudukan , pangkat , jabatan , atau kekayaan seseorang . Katakanlah yang benar adalah benar yang salah adalah salah , yang jelek adalah jelek yang baik adalah baik , yang buruk adalah buruk yang bagus adalah bagus . Kesaksian palsu tidak saja berat hukumannya di dunia tapi di akhirat akan dibalas dengan siksa neraka yang pedih tak terperikan .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu penegak keadilan , sebagai saksi bagi Allah , sekalipun terhadap dirimu sendiri , atau orang tuamu , atau kerabatmu , baik ia kaya maupun ia miskin . Allah lebih mengetahui ke maslahatan masing-masing . Janganlah ikuti hawa nafsu , supaya jangan kamu menyimpang (dari kebenaran) . Jika kamu memutar balik (kebenaran) atau menyimpang (dari Keadilan) , sungguh Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ , (An Nisa’/04:135) .
“ Hai orang-orang yang beriman ! Tegakkan keadilan sebagai saksi karena Allah . Dan janganlah kebencian orang mendorong kamu berlaku tidak adil . Berlakulah adil . Itu lebih dekat kepada takwa . Bertakwalah kepada Allah . Sungguh , Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ , (Al Maidah/05:08) .
“ Orang yang teguh pada kesaksiannya . Dan orang yang terus menjalankan shalat . Mereka itulah yang dimulia kan didalam sorga “, (Al Ma’arij/70:33-35) .
JAUHILAH RASA DENGKISifat dengki , hasad , atau irihati menandakan kemunafikan seseorang . Tersiksa batinnya dan sakit hatinya kalau melihat seseorang memperoleh kebaikan ; sangat gembira dan senang hatinya kalau melihat seseorang mendapatkan kesusahan atau terkena musibah . Dengki dan irihati merupakan induk dari semua penyakit hati . Apabila seorang muslim dihinggapi rasa dengki pada saat melihat sahabat atau saudaranya memperoleh keberuntungan , ia harus cepat-cepat membaca istighfar dan membersihkan hatinya dengan mengambil air wudlu , mendirikan shalat sunnah dua rakaat , mohon ampunan-Nya dan mohon agar hatinya dibersihkan dari rasa dengki dan hasad . Jangan dibiarkan kedengkian bercokol dihati terlalu lama karena virus kedengkian mempunyai komplikasi penyakit kejiwaan lainnya seperti menjadi pendendam , pemarah , pembenci , pemfitnah dsb . dan lebih dari itu hasad mendekatkan seseorang kepada kemunafikan . Orang yang hasad adalah orang yang sakit jiwanya , rendah moralnya , keji hatinya , dan lemah akidahnya .
Sifat hasad atau dengki mutlak harus dijauhi , sebab disamping akan membuat hati sumpek , sesak nafas , perut mules , kepala pusing ; juga akan menggrogoti akidah dan menghancurkan pahala ibadah dan amal baik seseorang .
Ketika didunia , seorang pendengki akrab dengan ketidak tentraman karena batinnya akan selalu sakit dan tersiksa apabila menyaksikan seseorang memperoleh keberuntungan atau kebahagiaan . Dalam usahanya menghancurkan kebahagia an orang lain , tak segan-segan memutuskan tali silaturakhmi dengan siapa saja termasuk sahabat , kerabat , atau keluarga sendiri . Seorang pendengki biasanya suka membuat ghibah atau membeberkan kejelekan orang lain , melakukan tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain , su’udzon atau berbu ruk sangka , dan berbuat fitnah yakni menuduh orang lain berbuat kejahatan meskipun tidak ada bukti-bukti untuk itu .
Ketika di akhirat , hasil kedengkiannya didunia akan dimintakan pertanggung jawabannya dihadapan pengadilan Allah yang MahaAdil . Semua pahala amal baiknya akan disita dan diserah kan kepada orang yang di dholimi sehingga ia menjadi salah seorang yang bangkrut disana . Dan sebagaimana telah diper ingatkan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an , mereka yang amal baiknya lebih ringan dari timbangan amal buruknya maka ia akan menjadi penghuni neraka Jahannam . Rasulullah SAW. bersabda :
“ Jauhilah sifat hasad , karena sesungguhnya sifat hasad itu merusak amal kebajikan , seperti api memakan kayu “ , (HR. Abu Daud) .
Sifat hasad juga dapat menutup mata hati dan merusak akal sehat seseorang . Seperti Abu Jahal dan Abu Lahab , meskipun yakin tentang kebenaran ajaran keponakannya Muhammad karena dari kecil sudah terkenal kejujurannya sehingga menda patkan gelar Al-Amin , tapi karena sifat hasad bersemayam di hati , mereka tidak bersedia mengakuinya dan bahkan memusuhinya .
Kisah anak–anak Nabi Adam , Qobil dan Habil , merupakan contoh yang paling klasik dari jahatnya sifat dengki . Kedengkian Qobil menumbuhkan kebencian dihatinya , kebencian menimbulkan kemarahan , kebengisan dan kesadisan . Akhirnya terjadilah peristiwa pembunuhan yang pertama didunia yang dilakukan Qobil terhadap adiknya sendiri Habil .
Kedengkian membawa seseorang kepada kemaksiatan dan menggiringnya kepada kehinaan baik didunia maupun di akhirat . Seorang pendengki , boleh dikatakan orang yang berhati iblis , dimana dalam dirinya bercokol rasa permusuhan dan kebencian , tinggi hati dan merasa dirinya yang paling mulia . Orang yang dengki akan menggunjingkan orang yang dibenci , mendustakan semua yang baik , mencela , mencaci , mendoakan keburukan me nimpa mereka , dan dengan segala daya dan upaya akan berusaha menghilangkan atau menghancurkan kebahagiaan orang tersebut , bila perlu at any cost .
Orang yang hasad tidak akan memperoleh syafaat dari Rasulullah SAW. sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Basyir Ra. bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“ Bukan termasuk golonganku orang yang punya rasa hasad , orang yang suka mengadu domba , tukang ramal , dan aku ini bukan termasuk golongannya “ .
“ Dan janganlah kamu berangan-angan dan irihati atas kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu , lebih dari kepada yang lain . Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan . Dan bagi perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan . Mohonlah kepada Allah karunia-Nya . Sungguh Allah tahu benar segala sesuatu “ , (An Nisa’/04:32) .
“Jika terjadi padamu suatu kebaikan , mereka sedih karenanya . Dan jika suatu bencana menimpamu , mereka gembira karenanya . Tapi jika kamu (tetap) bersabar dan bertakwa (kepada Tuhan) , sedikitpun tiada mereka meru gikan kamu dengan tipu dayanya . Sungguh , Allah meli puti (dengan ilmu-Nya) segala yang mereka lakukan “ , (An Nisa’/04:120) .
“ Katakanlah “ Aku berlindung kepada Tuhan (penguasa) fajar . Dari kejahatan apa yang Ia ciptakan . Dari kejahatan kegelapan bila menyelimuti (malam) . Dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang menggunakan jampi-jampi . Dan dari kejahatan orang yang dengki , bila mereka mendengki “,(Al Falaq/113 :1-5)
BERSYUKURLAH ATAS KARUNIA ALLAH
Seorang yang beriman adalah orang yang pandai mensyukuri rahmat dan karunia Allah dan menyadari bahwa semua yang dimilikinya hanya ada karena Allah , termasuk hidup dan matinya . Anak manusia dilahirkan karena Kehendak Allah semata bukan karena kehendak ibu bapaknya dan bukan pula kehendaknya sendiri . Suami istri bisa saja kumpul setiap malam , setiap hari , setiap minggu , setiap bulan , bahkan bertahun-tahun , tapi apabila Tuhan tidak ber-Kehendak tidak mungkin lahir seorang bayi dalam keluarga itu . Seorang anak manusia tidak dilahirkan atas dasar keinginannya sendiri atau atas dasar pesanan agar dilahirkan sebagai seorang laki-laki yang sehat , tampan , gagah , lengkap dan sempurna pancainderanya , dan dilahirkan dari rahim seorang ibu bangsawan yang kaya raya . Atau ingin dilahirkan sebagai seorang puteri yang cantik molek , mempunyai postur tubuh yang indah , kulit putih bersih , dan mempunyai orang tua pejabat tinggi yang sangat berpengaruh .
Semua itu adalah hal yang tidak mungkin , karena manusia telah ditakdirkan sebagai makhluk Allah yang tidak berdaya dan keberadaannya di dunia ini semata-mata karena takdir dan Kehendak Allah . Apapun kondisi dari keberadaanya adalah karena rahmat dan karunia-Nya . Baik dilahirkan sebagai sese orang yang sempurna jasmani dan rokhaninya maupun sedikit cacat rokhani atau jasmaninya . Baik dilahirkan didalam ling kungan keluarga bangsawan yang kaya raya , atau dari orang tua yang hanya pedagang kecil dan berpenghasilan pas-pasan , atau bahkan dilahirkan oleh orang tua yang tidak jelas juntrungannya dan dibesarkan di Panti Asuhan . Semuanya ada lah takdir Allah . Kewajiban seorang hamba Allah adalah mensyukuri semua nikmat dan karunia-Nya . Meskipun ada sedikit cacat pada diri seseorang , tak ada sedikitpun hak pada orang tersebut untuk mengingkari nikmat Allah atau menyesalinya , karena masih lebih banyak karunia yang diberikan dibandingkan dengan sedikit kekurangan yang ada . Apabila kita menghitung-hitung jumlah karunia yang diberikan Allah kepada kita , tak bakalan sanggup kita mengetahui berapa jumlahnya karena saking banyaknya . Nikmat kesehatan saja misalnya . Dalam keadaan sehat walafiat biasanya orang tidak merasakan betapa besar nikmat tersebut . Bernafas menghirup udara segar tanpa bayar dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja tidak ada istimewanya . Cobalah , kita terkena gangguan sesak nafas 5 menit saja , kalau tidak kelojotan dan bahkan mungkin tak mampu lagi bernafas untuk selamanya .
Apabila Allah menyayangi seorang hamba , akan diberikan cobaan-cobaan untuk menguji keimanannya dan sekaligus untuk mengingatkannya pada kekuasaan Allah yang Maha Berkehendak . Cobaan Allah tidak selalu dalam bentuk kesusahan , kesakitan , atau kemiskinan , tapi tidak jarang seorang hamba diuji dengan berbagai bentuk kesenangan dan keberuntungan . Apapun bentuk ujian yang diterima oleh hamba Allah yang beriman , tidak akan membuatnya mengeluh atau lupa daratan , tapi justru akan lebih memperbesar rasa syukurnya dan mempertebal imannya .
Nabi Ayyub yang diberi cobaan sakit berkepanjangan sampai 7 (tujuh) tahun lamanya , tidak membuatnya putus asa , mengeluh , atau mengurangi aktivitas ibadahnya . Tetapi justru saking be sarnya rasa syukur atas segala karunia yang diterimanya sejak dilahirkan kedunia ini , ia malahan meningkatkan ketaatannya menjalankan perintah Allah . Dan ia merasa malu untuk mohon kepada Allah agar disembuhkan dari penyakitnya .
Hamba Allah yang selalu mensyukuri rahmat dan karunia Allah akan tampak dalam kepribadiannya yang tenang , sabar , tawakkal , rendah hati , jujur , amanah , tidak berlebih-lebihan , dan berakhlak mulia . Seseorang yang tipis rasa syukurnya sangat rentan terhadap segala cobaan yang diterimanya , cepat stress , suka mengeluh , menggerutu , ngomel , dan selalu menganggap cobaan sebagai gangguan terhadap ketenangan hidupnya . Baru kena flu ringan saja sudah mengeluh berkepanjangan , yang badannya sakit semua-lah , yang hidungnya tersumbat susah bernafas , dan tak berhenti mulutnya berdo’a minta cepat disembuhkan . Kalau sakitnya belum juga sembuh , tak segan-segan ia menyalahkan Allah karena mulutnya sampai berbusa berdo’a tapi belum juga di berikan ijabah ( dikabulkan ) .
Pada abad ke-delapan , di Basrah hidup seorang ulama berdarah biru dari istana Balkh bernama Ibrahim bin Adham rahimahullah . Suatu hari ia berjalan lewat sebuah pasar dan banyak orang yang mengenalnya yang kemudian pada mengerubunginya . Salah seorang dari kerumunan orang itu berkata , “ Wahai Ibrahim bin Adham , kami sudah berdo’a siang malam tapi mengapa do’a kami belum juga dikabulkan ? “.
Sang ulama menjawab dengan tenang , “ Hatimu sudah tertutup oleh sepuluh perkara . Satu , engkau mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya . Dua , engkau merasa mencintai Rasulullah tapi engkau tinggalkan sunnahnya . Tiga , engkau membaca Al-Qur’an tapi engkau tidak mengamalkan ajarannya . Empat , eng kau menikmati semua karunia Allah tapi engkau tidak mensyu kurinya . Lima , engkau bilang syaitan adalah musuhmu tapi eng kau tidak melawannya . Enam , engkau mengatakan bahwa sorga adalah hak namun engkau tidak beramal untuk memperolehnya . Tujuh , engkau bilang bahwa neraka adalah hak tapi engkau tidak beramal untuk menghindarinya . Delapan , kamu bilang ke matian adalah hak tapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya . Sembilan , setiap bangun tidur kamu lantas sibuk dengan aib orang lain sementara borokmu sendiri tidak kamu hiraukan . Sepuluh , engkau telah menguburkan orang-orang yang mati diantaramu tapi engkau tidak mengambil pelajaran dari mereka .
“ Maka ingatlah akan Daku , Aku ‘kan ingat kepadamu . Bersyukurlah kepada -Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku “ , (Al Baqarah/02:152) .
“ Dan tiada seseorang akan mati kecuali seizin Allah , menurut keputusan , pada waktu yang telah ditentukan .Barangsiapa menghendaki pahala di dunia , Kami akan memberikannya kepadanya . Dan barangsiapa menghen daki pahala akhirat , Kami akan memberikannya kepada nya . Dan Kami akan memberi ganjaran kepada orang yang bersyukur “ , (Ali Imran/03:145) .
“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan , “ Jika kamu bersyukur , pasti akan Kuberi kamu (kurnia) lebih banyak lagi . Tapi jika kamu tidak bersyukur , sungguh , azab-Ku amatlah dahsyat “ , (Ibrahim/14:07) .
“ Dan Ia berikan kepadamu segala yang kamu minta kepada-Nya . Jika kamu hendak menghitung nikmat Allah , tiada kamu dapat menghitungnya . Sungguh , manusia tidak adil dan tidak tahu berterima-kasih “, (Ibrahim/14:34)
“ Jika kamu menghitung nikmat Allah , kamu tiadakan dapat menghitungnya . Sungguh , Allah MahaPengampun , MahaPenyayang “ , (An Nahl/16:18) .
“ ……….. Barang siapa bersyukur , ia bersyukur demi kebaikan dirinya . Dan barangsiapa ingkar , sungguh , Tuhanku MahaKaya , MahaMulia . (Ia tidak memerlukan suatu apa) “ , (An Naml/27:40) .
“ Telah Kami berikan kepada Lukman hikmah “ Bersyukurlah kepada Allah “ . Barangsiapa yang bersyu kur , ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri . Dan barangsiapa yang ingkar , sungguh , Allah MahaKaya , MahaTerpuji “ , (Luqman/31:12) .
Dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut diatas dapat diambil sarinya sbb. :
1. Apabila kita mengingat Allah maka Allah pun akan mengingat kita ;
2. Allah mengingatkan kepada ummat-Nya agar bersyukur dan jangan mengingkari nikmat dan karunia-Nya ;
3. Seseorang hanya akan mati pada waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan keputusan dan izin Allah ;
4. Apabila seorang hamba menghendaki pahala dunia Tuhan akan memberikannya , dan apabila ia menginginkan pahala akhirat Tuhan – pun akan memberikannya ;
5. Allah akan memberi ganjaran kepada hamba-Nya yang bersyukur ;
6. Apabila kita bersyukur Allah akan memberikan karunia lebih banyak lagi , dan apabila kita tidak bersyukur Allah akan memberikan azab yang amat dahsyat ;
7. Allah memberikan segala karunia yang diminta hambanya . Apabila seorang hamba ingin menghitung karunia Allah , ia tak bakalan bisa menghitungnya ;
8. Kebanyakan manusia tidak tahu berterimakasih atas segala rahmat dan karunia yang diterimanya ;
9. Seorang hamba yang bersyukur pada hakikatnya bersyukur demi kepentingan dan kebaikannya sendiri ;
10. Apabila manusia mengingkari nikmat karunia-Nya (kufur nikmat) , Allah tidak akan dirugikan karena Ia memang tidak membutuhkan apa-apa dari hamba-Nya . Allah MahaKaya , MahaMulia , MahaTerpuji .
Mensyukuri rahmat dan karunia Allah tidak hanya sekedar mengucapkan terimakasih dan membaca Alhamdulillah ratusan atau ribuan kali sementara kelakuannya masih urakan , akrab dengan kemaksiatan , acak-acakan amal ibadahnya , tipis kepe dulian sosialnya dan rendah akhlaknya . Bukan itu arti ber syukur ! Bersyukur adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki kwalitas pribadi dan keimanannya dengan melaku kan secara ikhlas tanpa pamrih (riya’) semua perintah dan meninggalkan semua larangan-Nya .
Orang yang tidak pandai bersyukur kepada Allah SWT . sama dengan orang yang sudah mati hatinya dan otaknya penuh dengan kotoran syaitan . Bagaimana bisa orang yang hidup dan matinya semata-mata karena rahmat dan karunia Allah tidak mempunyai rasa terimakasih kepada Penciptanya . Seorang penge mis yang menerima sedekah sekedarnya saja bisa berterimakasih kepada orang yang memberinya . Semua makhluk yang ada di Bumi dan di Langit , baik yang bernyawa atau tidak , semuanya bersujud dan bertasbih kepada Allah sebagai pencerminan rasa syukur mereka kepada penciptanya .
“ Dan kepada Allah semata bersujud apa yang di Langit dan apa yang di Bumi , binatang maupun Malaikat , sedang mere ka tidak menyombongkan diri . Mereka takut kepada Tuhannya yang berada diatas mereka . Dan mereka melaku kan apa yang diperintahkan kepadanya “ , (An Nahl / 16:49-50) .
“ Bertasbih memuji–Nya Langit yang tujuh , dan Bumi serta makhluk yang ada diatas keduanya . Dan tidak satupun yang tidak bertasbih memuji-Nya , tapi kamu tidak mengerti pujiannya . Sungguh , Ia MahaPenyantun , MahaPengampun “ , (Al Isra’ / 17: 44) .
Jadi boleh dikata orang yang tidak mau bersyukur kepada Penciptanya , seperti Zombie ( mayat hidup ) , manusia iblis yang tidak mempunyai martabat . Biasanya orang yang suka ingkar terhadap nikmat Allah , baru ingat kepada Allah kalau sedang dalam kesulitan atau terkena musibah . Tapi begitu hilang kesulitannya , mereka tidak ingat lagi kepada Allah bahkan mengingkari karunia-Nya . Begitu banyak karunia Allah yang kita nikmati dari sejak kita dilahirkan didunia sampai menutup mata nanti . Apabila kita ber fikir jernih , apa sih yang bisa kita miliki yang bukan dari Allah ? Rumah , mobil , kebun , sawah , Villa , emas berlian , atau apa saja yang bisa kita sebutkan . Apakah itu semua bukan dari Allah ? Memang secara langsung Allah tidak menurunkan hujan emas dan perak dari langit , tapi siapa yang membuka pintu rezeki untuk dapat memperoleh semua itu ? Kepandaian , keahlian , dan ilmu pengetahuan . Apakah semua itu kita miliki karena usaha kita sendiri dan karena kita rajin belajar ? Lalu siapa yang meng encerkan otak kita ? Demikian juga yang lain-lain , tak satupun yang dapat kita miliki tanpa rahmat dan karunia Allah . Karenanya tak pantaslah kalau kita mengingkarinya . Sebalik nya kita harus pandai mensyukuri semua itu dengan meningkat kan amar ma’ruf nahi munkar .
Seandainya seluruh makhluk di Bumi dan di Langit mengingkari rahmah dan karunia-Nya , Allah tidak akan dirugikan karenanya , karena Allah MahaKaya , MahaKuasa , MahaMulia .
“ Segala nikmat yang ada padamu , adalah dari Allah . Kemudian bila kamu ditimpa kemalangan , kapada-Nya kamu menyampaikan keluhan “ ,(An Nahl / 16:53) .
“ Dan bila kemalangan menimpamu dilaut , mereka yang kau seru , meninggalkan kau , kecuali Ia ! Tapi setelah Ia menyelamatkan kamu ke darat , kamupun berpaling . Amatlah ingkar manusia ! “ , (Al Isra’ / 17:67)
“ Jika manusia ditimpa kemalangan , mereka menyeru Tuhannya , bertaubat kepada-Nya . Kemu dian , bila Tuhan merasakan kepada mereka rahmat -Nya , lihatlah sebagian mereka mempersekutu kan Tuhannya “ , (Ar Rum / 30:33) .
“ Maka apabila manusia ditimpa bencana , ia menyeru Kami .Tapi bila Kami karuniakan nikmat kepadanya , iapun berkata , “ Ini diberikan kepada ku karena ilmu pengetahuanku “ . Tidak , ini hanyalah ujian , tapi ke banyakan mereka tidak tahu ! “ , (Az Zumar / 39 :49) .
JANGAN BAKHIL JANGAN BOROS
Tuhan menciptakan manusia dengan garis tangan yang berbeda-beda sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan untuk masing-masing orang . Ada yang ditakdirkan menjadi seorang penguasa , ada juga yang hanya menjadi rakyat jelata . Ada yang gagah perkasa , ada yang kurus kering peot kempot tak bertenaga . Ada yang ditakdirkan menjadi orang kaya raya , tapi tidak sedikit yang hidupnya pas-pasan hidup menderita . Ada yang dikaruniai sifat welas asih , dermawan dan sangat memperhatikan ling kungan , ada yang suka membelanjakan hartanya secara berlebih-lebihan tak kenal batas , tapi ada juga yang meng-geng gam tangannya kuat-kuat mempertahankan hartanya jangan sampai bocor ketangan orang lain alias pelit , kikir bin bakhil .
Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya sesuai dengan Kehendaknya . Sebagian diberikan harta lebih banyak dari sebagian yang lain . Sebagian diberikan kemudahan memperoleh nya karena pintu rezeki dibuka lebar-lebar , dan sebagian mengalami kesulitan memperolehnya karena pintu rezekinya agak tertutup atau tertutup sama sekali . Perbedaan-perbedaan itu bukan berarti Allah tidak adil . Sama sekali tidak ! Semua itu merupakan cobaan bagi manusia , untuk menguji siapa diantara mereka yang lebih takwa kepada-Nya .
Seorang yang dikarunia kekayaan melimpah , akan diminta pertanggung-jawabannya di akhirat kelak , bagaimana dan kemana ia membelanjakan hartanya . Apakah dia gunakan hartanya untuk hidup berfoya-foya dan menghambur-hambur kannya secara berlebih-lebihan . Atau menumpuknya tanpa rasa puas , menghitung-hitungnya dan menyimpannya dengan cermat jangan sampai orang lain ikut menikmati hasil jerih payahnya tersebut . Atau ia mensyukurinya dengan memperbesar zakat , infaq , dan shadaqahnya , meningkatkan bantuan untuk kesejahteraan lingkungannya , dan memperbanyak sumbangan-sumbangannya kepada lembaga-lembaga pendidikan dan rumah-rumah ibadah .
Seorang yang diuji dengan kemiskinan , akan dinilai bagaimana ia menerima kemiskinan tersebut . Apakah ia akan menyesali nasibnya , ngomel menyalahkan Allah yang telah memberikan takdir seperti itu , membenci orang kaya , dan berusaha men dapatkan rezeki secara tidak halal , mencuri , merampok , mencopet , merampas , menjarah dsb. Ataukah ia akan tetap sabar dalam menghadapi kesulitan hidup seperti itu , tetap bersyukur karena menyadari masih banyak karunia Allah yang diterimanya , meningkatkan ibadahnya semata-mata karena Allah bukan karena mengharapkan diturunkannya hujan rezeki dari Langit . Memelihara rasa malu untuk meminta belas kasihan orang lain , meskipun ia sangat membutuhkan , karena peng hayatannya yang mendalam terhadap ikrar yang terkandung dalam surat Al-Fatihah yang selalu dibaca dalam shalatnya , “ Hanya Engkaulah yang kami sembah , dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan “.
Pada zaman Rasulullah , ada warga penghuni serambi Masjid Nabawi yang kemana-mana selalu mengikuti dan membantu dakwah Nabi sepenuh waktunya (full timer) . Mereka bukan tuan tanah atau saudagar kaya seperti kebanyakan kaum Muhajirin dan Anshar . Mereka juga tidak memiliki usaha yang layak secara ekonomi , malah boleh dikatakan mereka termasuk golongan fakir miskin . Sekalipun mereka fakir dalam soal ekonomi tapi kaya batinnya . Mereka senantiasa menjaga diri dari nafsu ang kara murka , tetap berlaku sopan kepada siapa saja , sabar dan tawakal menghadapi segala macam kesulitan , dan selalu memelihara sifat haya’ (malu) untuk meminta-minta bantuan kepada para sahabat lain yang berkecukupan . Rasulullah sangat memuji sifat haya’ yang dimiliki sahabatnya itu yang dikatakannya merupakan salah satu pondasi agama Islam .
Orang yang mempunyai sifat haya’ , yakni orang fakir yang memelihara kehormatan dirinya dari meminta-minta , mungkin banyak disekitar kita , yang tidak kita ketahui . Mungkin mereka adalah tetangga dekat kita , mungkin seorang guru SD atau ustadz Taman Pendidikan Al-Qur’an yang kita kenal , mungkin orang yang kita temui di Mushalla . Karena mereka menjaga martabat tidak pernah meminta-minta bantuan , orang sering mengira mereka termasuk orang yang berkecukupan , meskipun sebenarnya fakir . Kepada orang-orang seperti itulah sebenar nya sasaran infaq kita , sebagaimana dimaksud dalam surat Al-Baqarah ayat 273 :
“ (Sedekah adalah) untuk orang miskin , yang terhalang di jalan Allah , dan tidak dapat ber gerak keliling dimuka bumi (mencari kekayaan). Orang yang tidak tahu , mengira bahwa mereka orang yang tidak memerlukan suatu apa , karena kerendahan hatinya . Kau kenali mereka pada ciri-cirinya . Mereka tidak meminta-minta secara mende sak kepada orang . Dan apapun yang baik kamu beri kan , sungguh , Allah mengetahuinya “ .
Jadi orang miskin itu ada dua macam . Yang pertama , adalah orang miskin yang tidak punya malu untuk minta-minta dan kadang-kadang malahan dengan setengah memaksa mengatakan bahwa pada harta orang itu ada bagian yang menjadi haknya . Yang kedua , adalah orang miskin yang menerima kemiskinannya dengan sabar , tawakal , memelihara sopan santun , dan memiliki sifat haya’ (malu) untuk minta-minta bantuan orang lain .
Dan orang kaya pada dasarnya ada tiga macam . Yang pertama , adalah orang kaya yang menyenangi hidup mewah dan suka menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan dan/atau kemaksiatan (hedonist) . Yang kedua , adalah orang kaya yang ti dak ingin hartanya dinikmati atau jatuh ketangan orang lain meskipun hanya sebagian kecil . Orang seperti ini kadang-kadang terhadap dirinya sendiripun sangat pelit , dan kalaupun ter paksa harus beramal tujuannya adalah untuk memperoleh puji an atau kehormatan (riya’) . Yang ketiga , adalah orang kaya yang hidupnya sederhana tetapi banyak amalan sosialnya , banyak menafkahkan hartanya di jalan Allah , senantiasa menjaga akidah dan melaksanakan semua syari’ah agamanya .
Bisa saja kalau mau , penggolongan itu ditambah lagi dengan kombinasi dari kelompok-kelompok tersebut diatas . Misalnya golongan orang yang cukup mampu tapi suka pingin memiliki barang kepunyaan orang lain dan tak malu-malu untuk memintanya , atau orang fakir tapi suka bersedekah dengan hartanya yang pas-pasan kadang-kadang terpaksa megorbankan keperluannya sendiri , dsb.
Nah , pertanyaannya sekarang adalah , termasuk kelompok yang manakah kita ?
Al-Qur’an mengajarkan kepada kita , apabila termasuk orang kaya janganlah kita lupa daratan , menurutkan nafsu berme wah-mewah tanpa batas , menghambur-hamburkan uang tanpa perhitungan dan berfoya-foya mengumbar kemaksiatan . Orang yang suka memboroskan hartanya adalah saudaranya syaitan . Janganlah sombong membanggakan banyaknya harta yang dimiliki karena sesungguhnya harta kekayaan itu adalah titipan Allah yang didalamnya ada bagian yang menjadi milik orang fakir miskin , anak-anak yatim , dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah . Rasulullah bersabda bahwa ,
“ Yang benar-benar menjadi hartamu hanyalah apa yang kamu makan lantas habis , apa yang kamu pakai lantas lapuk , dan apa yang kamu infaq-kan lantas menjadi simpananmu di akhirat . Diluar itu akan hilang dan ditinggalkan menjadi milik orang lain “, (HR.Muslim) .
Bersyukurlah atas limpahan harta yang diberikan dengan membelanjakannya dijalan Allah . Keluarkanlah zakat , infaq dan shadaqah tidak hanya sebesar batas minimal yang diwajib kan tapi nafkahkanlah sebanyak yang dibutuhkan fakir miskin , yayasan sosial , lembaga pendidikan dan rumah-rumah ibadah yang memerlukan uluran tangan kita . Jangan sekali-kali timbul dihatimu rasa sayang terhadap hartamu yang melebihi kecinta anmu kepada Allah dan Rasul-Nya , karena itu akan membuatmu jadi orang yang kikir bin bakhil . Apabila kita sayang untuk menafkahkan harta dijalan Allah , Allah-pun akan menyempit kan rezeki kita . Api neraka yang bergejolak akan menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang mengumpulkan harta dan menyimpannya saja . Emas , perak , intan , mutiara dan harta keka yaan yang dibakhilkan , pada hari kiamat kelak , akan dipanaskan dengan api neraka Jahannam lalu dikalungkan dan ditempel kan ke dahi , lambung , dan punggung orang yang bakhil .
Apabila termasuk orang yang diuji dengan kemiskinan , janganlah meradang menyesali nasib , membenci orang tua yang telah melahirkan kita , apalagi menuduh dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil karena tidak melimpahkan rezeki secara merata diantara hamba-hamba-Nya . Jangan biarkan kemiskinan menghilangkan rasa malu untuk minta-minta atau menjadikan nya alasan untuk menghalalkan segala macam cara memper oleh harta , mencuri , merampok atau menjarah harta benda milik orang kaya . Jangan biarkan kemiskinan menjadikan kita orang yang tidak mempunyai martabat , pendengki , pembenci , pengkhianat , tidak mengenal sopan santun , kejam , keji , dan kehilangan kemanusiannya .Sabarlah menerima kemiskinan sebagai cobaan Allah Robbil ‘Izzati dan teguhkan iman dengan tetap mensyukuri nikmat-Nya yang jauh lebih besar dari kemiskinan itu sendiri . Tetaplah memelihara akidah serta menjalankan semua syariah dan sunnah-Nya .
“ Dan janganlah orang yang bakhil dengan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karunia-Nya, mengira bahwa (kebakhilan) Itu lebih baik baginya . Tidak , (kebakhilan) itu buruk baginya. Segala yang mereka bakhilkan itu akan dikalung kan kelak di lehernya pada hari kiamat . Kepunyaan Allah warisan Langit dan Bumi . Dan Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ ,(Ali Imran /03:180) .
“ Dan jangan persekutukan Ia dengan sesuatu . Berlakulah baik terhadap kedua orang tua , para kerabat , anak yatim , tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman yang akrab , orang (yang terlantar) dalam perjalanan, dan hamba sahayamu . Sungguh, Allah tidak suka orang yang sombong dan besar omong . (Yaitu) orang yang kikir dan menyuruh orang kikir (pula), dan menyembunyikan karunia yang di berikan Allah kepadanya. Kami telah sediakan bagi orang yang kafir azab yang menghinakan“,
(An Nisa’/04:36-37) .
“ Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanya lah ujian (bagimu) . Dan bahwa Allah , pada-Nya lah pahala yang besar “ ,(Al-Anfal/08:28) .
“ Sungguh , orang yang boros adalah saudara syaitan-syaitan , dan Syaitan ingkar kepada Tuhannya “ , (Al Isra’/17:27) .
“ Katakanlah , “ Sungguh , Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Ia berkenan , dan menyempitkan(nya) . Tapi kebanyakan manusia tidak tahu . Bukanlah kekayaan mu , bukan (pula) putera-puteramu yang mendekatkan kamu kepada Kami , tapi mereka yang beriman dan beramal saleh , mereka itulah yang mendapat pahala berlipat ganda bagi amal perbuatannya , sedang mereka (tinggal) aman di kediamannya yang tinggi “ , (Saba’/34:36-37) .
“ Tidak sama sekali ! Itu adalah api neraka yang menyala ,yang mengopak kulit kepala ! Menarik (kepadanya) orang yang membelakang dan berpaling (dari kebenaran) , menghimpun (keka yaan) dan menimbunnya “ , (Al Ma’arij/70:15-18)
“ Tapi siapa yang bakhil , dan puas dengan dirinya sendiri , serta mendustakan adanya pahala yang terbaik , Kami ‘kan mudahkan baginya jalan kepada kemalangan . Tiada berguna baginya kekayaannya , bila ia jatuh lintang pukang “ , (Al Lail/92:08-11)
“ Bermegah-megah karena banyak harta dan pengikut , menjadikan kamu lalai “ ,(At Takatsur/102:01) .
SABAR DAN TAWAKAL
Sabar dan tawakal adalah pakaian kebesaran yang selalu melekat dibadan orang yang beriman . Tak pernah mereka melepaskannya meskipun menghadapi berbagai macam godaan dan hujan badai musibah dan kesulitan . Sabar bukanlah sekedar hiasan dan ibadah tambahan , tetapi merupakan satu hal yang essensial dan mutlak harus dimiliki setiap orang yang beriman , baik dalam susah maupun senang , untuk meningkatkan kualitas pribadi dan spiritualnya . Sabar tidak saja diperlukan pada waktu seseorang mengahadapi musibah atau kesulitan . Kesabaran justru mempunyai peranan yang sangat penting pada saat seorang hamba memperoleh berbagai kenikmatan . Ia bisa mencegah jangan sampai kenikmatan membuatnya terlena dan lupa daratan , sehingga memudahkan syaitan mempengaruhinya berbuat kemaksiatan . Dan ia juga bisa mengingatkan untuk men syukurinya dengan meningkatkan amal ibadahnya dan tidak melupakan kewajiban zakat , infaq dan shadaqahnya . Karena pentingnya fungsi sabar dalam kehidupan manusia , Allah menyebutkannya berulang-ulang dalam kitab suci Al-Qur’an . Imam Akhmad mengatakann : “ Sebutan sabar dalam Al-Qur’an kira-kira ada di sembilan puluh tempat “ .
Sifat sabar akan membuat seseorang senantiasa tegar dalam mempertahankan kebenaran , teguh dalam pendirian (istiqomah) , jernih dalam berfikir , tidak putus asa dalam menghadapi berba gai kesulitan , ikhlas dan tidak grusa-grusu dalam bertindak , hati bersih dan selalu mensyukuri nikmat Allah yang Maha Pemurah pemberi rahmah . Sebaliknya ketidak sabaran akan membuat orang menjadi kerdil dan labil jiwanya , mudah putus asa , mudah tersinggung , pendiriannya suka berubah-ubah (plin-plan) , gampang menyerah , mudah marah , suka nekad , dan kondisi kejiwaan negative yang lain .
Ketidak sabaran merupakan salah satu kelemahan manusia , ia merupakan penyakit bawaan sejak dilahirkan didunia , karena manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang suka tergesa-gesa sebagaimana sabda Allah dalam firman-Nya :
“ Diciptakan manusia bertabiat tergesa . Akan Kuperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (adzab)-Ku , maka janganlah kamu minta bergesa-gesa “ , (Al Anbia’/21:37) .
Oleh karena ditakdirkan memiliki penyakit yang kronis tersebut , Allah mengingatkan kepada kita semua agar tidak menyerah pasrah dan agar selalu berusaha menyembuhkannya dengan obat yang telah disediakan yakni kesabaran . Orang yang beriman selalu menggunakan kesabaran sebagai pakaian yang selalu melekat dibadannya , karena sadar apabila ia lepaskan , penyakit tergesa-gesa–nya akan kambuh lagi .
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan dengan shalat . Ini sungguh berat , kecuali bagi orang yang khusyu’ , (Al Baqarah/02:45) .
Tawakal merupakan sikap pasrah dari seorang hamba dalam menerima takdir Allah . Pasrah disini tidak berarti menyerah kalah tanpa daya upaya , tapi merupakan rangkaian sikap yang di dahului dengan usaha yang sungguh-sungguh , dilakukan dengan penuh kesabaran , dan menerima dengan tawakal hasil usahanya karena apapun hasilnya hal itu sudah menjadi Kehendak Allah dan itulah yang terbaik bagi dirinya .
Konon pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khatab , ada seorang yang terkenal alim dan ahli ibadah , yang siang malam kerjanya hanya i’tikaf di mesjid melakukan shalat , berdo’a , dzikir , dan membaca Al-Qur’an . Apabila capai dan datang rasa kantuknya ia sempatkan untuk tidur sebentar dan setelah hi lang rasa kantuknya ia mengambil air wudlu dan mulai lagi melakukan ritual ibadahnya , shalat , berdo’a , dzikir dan sete rusnya . Pada jam-jam makan , datang sanak keluarganya mengantar makanan , dan pada sa’at itu biasanya ia sudah siap di beranda mesjid untuk menyambutnya . Habis makan ia kembali lagi masuk kedalam mesjid untuk beribadah lagi . Demikian kerjanya setiap hari , jarang sekali ia meninggalkan mesjid kecuali untuk keperluan-keperluan yang sangat mendesak .
Pada suatu hari Khalifah Umar keliling kota Medinah melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap kondisi keamanan dan kesejahteraan rakyatnya . Sampailah Khalifah di mesjid dimana orang alim tadi sedang beri’tikaf . Dari para pembantu nya , Khalifah memperoleh informasi mengenai apa yang dilakukan ahli ibadah tersebut . Maka didekatinya dan beliau menunggu dibelakangnya karena orang itu sedang melakukan shalat Dhuha . Setelah selesai shalatnya , orang tersebut ber diri menghadap Khalifah menyalami dan mencium tangannya . Khalifah kemudian mengajukan pertanyaan kepada orang tersebut , apa saja yang dilakukannya di mesjid itu . Orang tersebut dengan berbunga-bunga menjawab , “ Ya Khalifah , hamba di mesjid ini melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah . Hamba menggunakan hampir seluruh waktu yang hamba miliki untuk beri’tikaf dan beribadah di mesjid ini . Hamba tidak pernah pulang kerumah kecuali untuk keperluan-keperluan yang sangat penting “ . Khalifah meneruskan pertanyaannya , “ Apakah kamu mempunyai keluarga , isteri dan anak ? “ . Si alim menjawab , “ Punya ya , Khalifah . Hamba mempunyai seorang isteri dan beberapa orang anak “ . Khalifah bertanya kembali , “ Lalu , siapa yang memberi nafkah mereka ? “ . Orang tersebut menjawab dengan mantap , “ Ya, Khalifah , hamba mengamalkan ajaran Rasulullah untuk tawakal kepada takdir Allah . Karenanya soal nafkah hamba serahkan sepenuhnya kepada anak dan isteri hamba “. Dengan menahan marah Khalifah berkata , “ Keluar kau dari mesjid ini . Carilah nafkah , jangan kamu menjadi beban bagi isteri dan anak-anakmu karena merekalah yang justru harus kamu beri nafkah . Tawakal tidak berarti berpangku tangan tanpa ber usaha mencari rezeki dan hanya berdo’a mengharapkan hujan rezeki turun dari langit “ .
Tawakal mengandung arti sikap berserah diri kepada Allah , karena menyadari bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui dan MahaBerkehendak , tiada daya dan kekuatan kecuali milik-Nya . Jangan diartikan tawakal sebagai sikap pasrah yang pasif . Tawakal harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan penuh kesabaran . Apabila kita sakit janganlah kita pasrah dan hanya berdo’a saja kepada Tuhan mohon disembuhkan . Tetapi berusahalah mencari kesembuhan dengan berobat kepada Dokter atau Tabib yang ahli mengobati penyakitnya , sambil berdo’a mohon pertolongan-Nya .
Anas bin Malik meriwayatkan , suatu ketika seorang laki-laki Badui datang kepada Rasulullah dan meninggalkan untanya sambil berkata , “ Aku lepaskan untaku dan aku bertawakal “ . Maka Rasulullah berkata , “ Ikatlah untamu dan bertawakallah kamu “ .
“ (Yaitu) orang yang hatinya takut bila (nama) Allah disebut . Mereka yang sabar terhadap apapun yang menimpa dirinya , dan memelihara terus shalatnya , serta menafkahkan sebagian dari apa yang Kami berikan kepadanya “ , (Al Hajj/22:35) .
“ Maka sabarlah menghadapi apa yang mereka katakan , dan tasbihlah memuji Tuhanmu , sebelum matahari terbit , dan sebelum ia terbenam “ , (Qaf/50:39) .
“ Sekarang sabarlah menunggu putusan Tuhanmu , karena sungguh , kau dalam perlindungan Kami . Dan tasbihlah memuji Tuhanmu , sewaktu engkau bangkit berdiri “ , (Ath Thur/52:48)
“ Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan , dan jauhilah mereka dengan cara yang baik “ ,(Al Muzzammil/73:10) .
“ Maka sabarlah kamu menunggu ketetapan Tuhanmu , dan janganlah turuti orang durjana , atau orang yang ingkar antara mereka “,(Al Insan/Ad Dahri /76:24) .
“ Demi masa . Sungguh manusia dalam kerugian . Kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan , saling menasihati supaya mengikuti kebenaran , dan saling menasihati supaya mengamalkan kesabaran “ , (Al ‘Ashr/103:01-03) .
Bersihkanlah hatimu , tingkatkan kualitas ketakwaan dan ibadahmu , dan berdo’alah dengan sabar setiap selesai shalat seperti do’anya Rasulullah SAW , “ Ya Allah , baguskanlah akhlakku “ . Mudah-mudah Allah Rabbil “Izzati meridhoi dan memasukkan kita kedalam golongan orang yang ber-Akhlak Mulia . Amin ya Robbal Alamin .
Sifat hasad juga dapat menutup mata hati dan merusak akal sehat seseorang . Seperti Abu Jahal dan Abu Lahab , meskipun yakin tentang kebenaran ajaran keponakannya Muhammad karena dari kecil sudah terkenal kejujurannya sehingga menda patkan gelar Al-Amin , tapi karena sifat hasad bersemayam di hati , mereka tidak bersedia mengakuinya dan bahkan memusuhinya .
Kisah anak–anak Nabi Adam , Qobil dan Habil , merupakan contoh yang paling klasik dari jahatnya sifat dengki . Kedengkian Qobil menumbuhkan kebencian dihatinya , kebencian menimbulkan kemarahan , kebengisan dan kesadisan . Akhirnya terjadilah peristiwa pembunuhan yang pertama didunia yang dilakukan Qobil terhadap adiknya sendiri Habil .
Kedengkian membawa seseorang kepada kemaksiatan dan menggiringnya kepada kehinaan baik didunia maupun di akhirat . Seorang pendengki , boleh dikatakan orang yang berhati iblis , dimana dalam dirinya bercokol rasa permusuhan dan kebencian , tinggi hati dan merasa dirinya yang paling mulia . Orang yang dengki akan menggunjingkan orang yang dibenci , mendustakan semua yang baik , mencela , mencaci , mendoakan keburukan me nimpa mereka , dan dengan segala daya dan upaya akan berusaha menghilangkan atau menghancurkan kebahagiaan orang tersebut , bila perlu at any cost .
Orang yang hasad tidak akan memperoleh syafaat dari Rasulullah SAW. sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Basyir Ra. bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“ Bukan termasuk golonganku orang yang punya rasa hasad , orang yang suka mengadu domba , tukang ramal , dan aku ini bukan termasuk golongannya “ .
“ Dan janganlah kamu berangan-angan dan irihati atas kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu , lebih dari kepada yang lain . Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan . Dan bagi perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan . Mohonlah kepada Allah karunia-Nya . Sungguh Allah tahu benar segala sesuatu “ , (An Nisa’/04:32) .
“Jika terjadi padamu suatu kebaikan , mereka sedih karenanya . Dan jika suatu bencana menimpamu , mereka gembira karenanya . Tapi jika kamu (tetap) bersabar dan bertakwa (kepada Tuhan) , sedikitpun tiada mereka meru gikan kamu dengan tipu dayanya . Sungguh , Allah meli puti (dengan ilmu-Nya) segala yang mereka lakukan “ , (An Nisa’/04:120) .
“ Katakanlah “ Aku berlindung kepada Tuhan (penguasa) fajar . Dari kejahatan apa yang Ia ciptakan . Dari kejahatan kegelapan bila menyelimuti (malam) . Dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang menggunakan jampi-jampi . Dan dari kejahatan orang yang dengki , bila mereka mendengki “,(Al Falaq/113 :1-5)
BERSYUKURLAH ATAS KARUNIA ALLAHSeorang yang beriman adalah orang yang pandai mensyukuri rahmat dan karunia Allah dan menyadari bahwa semua yang dimilikinya hanya ada karena Allah , termasuk hidup dan matinya . Anak manusia dilahirkan karena Kehendak Allah semata bukan karena kehendak ibu bapaknya dan bukan pula kehendaknya sendiri . Suami istri bisa saja kumpul setiap malam , setiap hari , setiap minggu , setiap bulan , bahkan bertahun-tahun , tapi apabila Tuhan tidak ber-Kehendak tidak mungkin lahir seorang bayi dalam keluarga itu . Seorang anak manusia tidak dilahirkan atas dasar keinginannya sendiri atau atas dasar pesanan agar dilahirkan sebagai seorang laki-laki yang sehat , tampan , gagah , lengkap dan sempurna pancainderanya , dan dilahirkan dari rahim seorang ibu bangsawan yang kaya raya . Atau ingin dilahirkan sebagai seorang puteri yang cantik molek , mempunyai postur tubuh yang indah , kulit putih bersih , dan mempunyai orang tua pejabat tinggi yang sangat berpengaruh .
Semua itu adalah hal yang tidak mungkin , karena manusia telah ditakdirkan sebagai makhluk Allah yang tidak berdaya dan keberadaannya di dunia ini semata-mata karena takdir dan Kehendak Allah . Apapun kondisi dari keberadaanya adalah karena rahmat dan karunia-Nya . Baik dilahirkan sebagai sese orang yang sempurna jasmani dan rokhaninya maupun sedikit cacat rokhani atau jasmaninya . Baik dilahirkan didalam ling kungan keluarga bangsawan yang kaya raya , atau dari orang tua yang hanya pedagang kecil dan berpenghasilan pas-pasan , atau bahkan dilahirkan oleh orang tua yang tidak jelas juntrungannya dan dibesarkan di Panti Asuhan . Semuanya ada lah takdir Allah . Kewajiban seorang hamba Allah adalah mensyukuri semua nikmat dan karunia-Nya . Meskipun ada sedikit cacat pada diri seseorang , tak ada sedikitpun hak pada orang tersebut untuk mengingkari nikmat Allah atau menyesalinya , karena masih lebih banyak karunia yang diberikan dibandingkan dengan sedikit kekurangan yang ada . Apabila kita menghitung-hitung jumlah karunia yang diberikan Allah kepada kita , tak bakalan sanggup kita mengetahui berapa jumlahnya karena saking banyaknya . Nikmat kesehatan saja misalnya . Dalam keadaan sehat walafiat biasanya orang tidak merasakan betapa besar nikmat tersebut . Bernafas menghirup udara segar tanpa bayar dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja tidak ada istimewanya . Cobalah , kita terkena gangguan sesak nafas 5 menit saja , kalau tidak kelojotan dan bahkan mungkin tak mampu lagi bernafas untuk selamanya .
Apabila Allah menyayangi seorang hamba , akan diberikan cobaan-cobaan untuk menguji keimanannya dan sekaligus untuk mengingatkannya pada kekuasaan Allah yang Maha Berkehendak . Cobaan Allah tidak selalu dalam bentuk kesusahan , kesakitan , atau kemiskinan , tapi tidak jarang seorang hamba diuji dengan berbagai bentuk kesenangan dan keberuntungan . Apapun bentuk ujian yang diterima oleh hamba Allah yang beriman , tidak akan membuatnya mengeluh atau lupa daratan , tapi justru akan lebih memperbesar rasa syukurnya dan mempertebal imannya .
Nabi Ayyub yang diberi cobaan sakit berkepanjangan sampai 7 (tujuh) tahun lamanya , tidak membuatnya putus asa , mengeluh , atau mengurangi aktivitas ibadahnya . Tetapi justru saking be sarnya rasa syukur atas segala karunia yang diterimanya sejak dilahirkan kedunia ini , ia malahan meningkatkan ketaatannya menjalankan perintah Allah . Dan ia merasa malu untuk mohon kepada Allah agar disembuhkan dari penyakitnya .
Hamba Allah yang selalu mensyukuri rahmat dan karunia Allah akan tampak dalam kepribadiannya yang tenang , sabar , tawakkal , rendah hati , jujur , amanah , tidak berlebih-lebihan , dan berakhlak mulia . Seseorang yang tipis rasa syukurnya sangat rentan terhadap segala cobaan yang diterimanya , cepat stress , suka mengeluh , menggerutu , ngomel , dan selalu menganggap cobaan sebagai gangguan terhadap ketenangan hidupnya . Baru kena flu ringan saja sudah mengeluh berkepanjangan , yang badannya sakit semua-lah , yang hidungnya tersumbat susah bernafas , dan tak berhenti mulutnya berdo’a minta cepat disembuhkan . Kalau sakitnya belum juga sembuh , tak segan-segan ia menyalahkan Allah karena mulutnya sampai berbusa berdo’a tapi belum juga di berikan ijabah ( dikabulkan ) .
Pada abad ke-delapan , di Basrah hidup seorang ulama berdarah biru dari istana Balkh bernama Ibrahim bin Adham rahimahullah . Suatu hari ia berjalan lewat sebuah pasar dan banyak orang yang mengenalnya yang kemudian pada mengerubunginya . Salah seorang dari kerumunan orang itu berkata , “ Wahai Ibrahim bin Adham , kami sudah berdo’a siang malam tapi mengapa do’a kami belum juga dikabulkan ? “.
Sang ulama menjawab dengan tenang , “ Hatimu sudah tertutup oleh sepuluh perkara . Satu , engkau mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya . Dua , engkau merasa mencintai Rasulullah tapi engkau tinggalkan sunnahnya . Tiga , engkau membaca Al-Qur’an tapi engkau tidak mengamalkan ajarannya . Empat , eng kau menikmati semua karunia Allah tapi engkau tidak mensyu kurinya . Lima , engkau bilang syaitan adalah musuhmu tapi eng kau tidak melawannya . Enam , engkau mengatakan bahwa sorga adalah hak namun engkau tidak beramal untuk memperolehnya . Tujuh , engkau bilang bahwa neraka adalah hak tapi engkau tidak beramal untuk menghindarinya . Delapan , kamu bilang ke matian adalah hak tapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya . Sembilan , setiap bangun tidur kamu lantas sibuk dengan aib orang lain sementara borokmu sendiri tidak kamu hiraukan . Sepuluh , engkau telah menguburkan orang-orang yang mati diantaramu tapi engkau tidak mengambil pelajaran dari mereka .
“ Maka ingatlah akan Daku , Aku ‘kan ingat kepadamu . Bersyukurlah kepada -Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku “ , (Al Baqarah/02:152) .
“ Dan tiada seseorang akan mati kecuali seizin Allah , menurut keputusan , pada waktu yang telah ditentukan .Barangsiapa menghendaki pahala di dunia , Kami akan memberikannya kepadanya . Dan barangsiapa menghen daki pahala akhirat , Kami akan memberikannya kepada nya . Dan Kami akan memberi ganjaran kepada orang yang bersyukur “ , (Ali Imran/03:145) .
“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan , “ Jika kamu bersyukur , pasti akan Kuberi kamu (kurnia) lebih banyak lagi . Tapi jika kamu tidak bersyukur , sungguh , azab-Ku amatlah dahsyat “ , (Ibrahim/14:07) .
“ Dan Ia berikan kepadamu segala yang kamu minta kepada-Nya . Jika kamu hendak menghitung nikmat Allah , tiada kamu dapat menghitungnya . Sungguh , manusia tidak adil dan tidak tahu berterima-kasih “, (Ibrahim/14:34)
“ Jika kamu menghitung nikmat Allah , kamu tiadakan dapat menghitungnya . Sungguh , Allah MahaPengampun , MahaPenyayang “ , (An Nahl/16:18) .
“ ……….. Barang siapa bersyukur , ia bersyukur demi kebaikan dirinya . Dan barangsiapa ingkar , sungguh , Tuhanku MahaKaya , MahaMulia . (Ia tidak memerlukan suatu apa) “ , (An Naml/27:40) .
“ Telah Kami berikan kepada Lukman hikmah “ Bersyukurlah kepada Allah “ . Barangsiapa yang bersyu kur , ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri . Dan barangsiapa yang ingkar , sungguh , Allah MahaKaya , MahaTerpuji “ , (Luqman/31:12) .
Dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut diatas dapat diambil sarinya sbb. :
1. Apabila kita mengingat Allah maka Allah pun akan mengingat kita ;
2. Allah mengingatkan kepada ummat-Nya agar bersyukur dan jangan mengingkari nikmat dan karunia-Nya ;
3. Seseorang hanya akan mati pada waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan keputusan dan izin Allah ;
4. Apabila seorang hamba menghendaki pahala dunia Tuhan akan memberikannya , dan apabila ia menginginkan pahala akhirat Tuhan – pun akan memberikannya ;
5. Allah akan memberi ganjaran kepada hamba-Nya yang bersyukur ;
6. Apabila kita bersyukur Allah akan memberikan karunia lebih banyak lagi , dan apabila kita tidak bersyukur Allah akan memberikan azab yang amat dahsyat ;
7. Allah memberikan segala karunia yang diminta hambanya . Apabila seorang hamba ingin menghitung karunia Allah , ia tak bakalan bisa menghitungnya ;
8. Kebanyakan manusia tidak tahu berterimakasih atas segala rahmat dan karunia yang diterimanya ;
9. Seorang hamba yang bersyukur pada hakikatnya bersyukur demi kepentingan dan kebaikannya sendiri ;
10. Apabila manusia mengingkari nikmat karunia-Nya (kufur nikmat) , Allah tidak akan dirugikan karena Ia memang tidak membutuhkan apa-apa dari hamba-Nya . Allah MahaKaya , MahaMulia , MahaTerpuji .
Mensyukuri rahmat dan karunia Allah tidak hanya sekedar mengucapkan terimakasih dan membaca Alhamdulillah ratusan atau ribuan kali sementara kelakuannya masih urakan , akrab dengan kemaksiatan , acak-acakan amal ibadahnya , tipis kepe dulian sosialnya dan rendah akhlaknya . Bukan itu arti ber syukur ! Bersyukur adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki kwalitas pribadi dan keimanannya dengan melaku kan secara ikhlas tanpa pamrih (riya’) semua perintah dan meninggalkan semua larangan-Nya .
Orang yang tidak pandai bersyukur kepada Allah SWT . sama dengan orang yang sudah mati hatinya dan otaknya penuh dengan kotoran syaitan . Bagaimana bisa orang yang hidup dan matinya semata-mata karena rahmat dan karunia Allah tidak mempunyai rasa terimakasih kepada Penciptanya . Seorang penge mis yang menerima sedekah sekedarnya saja bisa berterimakasih kepada orang yang memberinya . Semua makhluk yang ada di Bumi dan di Langit , baik yang bernyawa atau tidak , semuanya bersujud dan bertasbih kepada Allah sebagai pencerminan rasa syukur mereka kepada penciptanya .
“ Dan kepada Allah semata bersujud apa yang di Langit dan apa yang di Bumi , binatang maupun Malaikat , sedang mere ka tidak menyombongkan diri . Mereka takut kepada Tuhannya yang berada diatas mereka . Dan mereka melaku kan apa yang diperintahkan kepadanya “ , (An Nahl / 16:49-50) .
“ Bertasbih memuji–Nya Langit yang tujuh , dan Bumi serta makhluk yang ada diatas keduanya . Dan tidak satupun yang tidak bertasbih memuji-Nya , tapi kamu tidak mengerti pujiannya . Sungguh , Ia MahaPenyantun , MahaPengampun “ , (Al Isra’ / 17: 44) .
Jadi boleh dikata orang yang tidak mau bersyukur kepada Penciptanya , seperti Zombie ( mayat hidup ) , manusia iblis yang tidak mempunyai martabat . Biasanya orang yang suka ingkar terhadap nikmat Allah , baru ingat kepada Allah kalau sedang dalam kesulitan atau terkena musibah . Tapi begitu hilang kesulitannya , mereka tidak ingat lagi kepada Allah bahkan mengingkari karunia-Nya . Begitu banyak karunia Allah yang kita nikmati dari sejak kita dilahirkan didunia sampai menutup mata nanti . Apabila kita ber fikir jernih , apa sih yang bisa kita miliki yang bukan dari Allah ? Rumah , mobil , kebun , sawah , Villa , emas berlian , atau apa saja yang bisa kita sebutkan . Apakah itu semua bukan dari Allah ? Memang secara langsung Allah tidak menurunkan hujan emas dan perak dari langit , tapi siapa yang membuka pintu rezeki untuk dapat memperoleh semua itu ? Kepandaian , keahlian , dan ilmu pengetahuan . Apakah semua itu kita miliki karena usaha kita sendiri dan karena kita rajin belajar ? Lalu siapa yang meng encerkan otak kita ? Demikian juga yang lain-lain , tak satupun yang dapat kita miliki tanpa rahmat dan karunia Allah . Karenanya tak pantaslah kalau kita mengingkarinya . Sebalik nya kita harus pandai mensyukuri semua itu dengan meningkat kan amar ma’ruf nahi munkar .
Seandainya seluruh makhluk di Bumi dan di Langit mengingkari rahmah dan karunia-Nya , Allah tidak akan dirugikan karenanya , karena Allah MahaKaya , MahaKuasa , MahaMulia .
“ Segala nikmat yang ada padamu , adalah dari Allah . Kemudian bila kamu ditimpa kemalangan , kapada-Nya kamu menyampaikan keluhan “ ,(An Nahl / 16:53) .
“ Dan bila kemalangan menimpamu dilaut , mereka yang kau seru , meninggalkan kau , kecuali Ia ! Tapi setelah Ia menyelamatkan kamu ke darat , kamupun berpaling . Amatlah ingkar manusia ! “ , (Al Isra’ / 17:67)
“ Jika manusia ditimpa kemalangan , mereka menyeru Tuhannya , bertaubat kepada-Nya . Kemu dian , bila Tuhan merasakan kepada mereka rahmat -Nya , lihatlah sebagian mereka mempersekutu kan Tuhannya “ , (Ar Rum / 30:33) .
“ Maka apabila manusia ditimpa bencana , ia menyeru Kami .Tapi bila Kami karuniakan nikmat kepadanya , iapun berkata , “ Ini diberikan kepada ku karena ilmu pengetahuanku “ . Tidak , ini hanyalah ujian , tapi ke banyakan mereka tidak tahu ! “ , (Az Zumar / 39 :49) .
JANGAN BAKHIL JANGAN BOROSTuhan menciptakan manusia dengan garis tangan yang berbeda-beda sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan untuk masing-masing orang . Ada yang ditakdirkan menjadi seorang penguasa , ada juga yang hanya menjadi rakyat jelata . Ada yang gagah perkasa , ada yang kurus kering peot kempot tak bertenaga . Ada yang ditakdirkan menjadi orang kaya raya , tapi tidak sedikit yang hidupnya pas-pasan hidup menderita . Ada yang dikaruniai sifat welas asih , dermawan dan sangat memperhatikan ling kungan , ada yang suka membelanjakan hartanya secara berlebih-lebihan tak kenal batas , tapi ada juga yang meng-geng gam tangannya kuat-kuat mempertahankan hartanya jangan sampai bocor ketangan orang lain alias pelit , kikir bin bakhil .
Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya sesuai dengan Kehendaknya . Sebagian diberikan harta lebih banyak dari sebagian yang lain . Sebagian diberikan kemudahan memperoleh nya karena pintu rezeki dibuka lebar-lebar , dan sebagian mengalami kesulitan memperolehnya karena pintu rezekinya agak tertutup atau tertutup sama sekali . Perbedaan-perbedaan itu bukan berarti Allah tidak adil . Sama sekali tidak ! Semua itu merupakan cobaan bagi manusia , untuk menguji siapa diantara mereka yang lebih takwa kepada-Nya .
Seorang yang dikarunia kekayaan melimpah , akan diminta pertanggung-jawabannya di akhirat kelak , bagaimana dan kemana ia membelanjakan hartanya . Apakah dia gunakan hartanya untuk hidup berfoya-foya dan menghambur-hambur kannya secara berlebih-lebihan . Atau menumpuknya tanpa rasa puas , menghitung-hitungnya dan menyimpannya dengan cermat jangan sampai orang lain ikut menikmati hasil jerih payahnya tersebut . Atau ia mensyukurinya dengan memperbesar zakat , infaq , dan shadaqahnya , meningkatkan bantuan untuk kesejahteraan lingkungannya , dan memperbanyak sumbangan-sumbangannya kepada lembaga-lembaga pendidikan dan rumah-rumah ibadah .
Seorang yang diuji dengan kemiskinan , akan dinilai bagaimana ia menerima kemiskinan tersebut . Apakah ia akan menyesali nasibnya , ngomel menyalahkan Allah yang telah memberikan takdir seperti itu , membenci orang kaya , dan berusaha men dapatkan rezeki secara tidak halal , mencuri , merampok , mencopet , merampas , menjarah dsb. Ataukah ia akan tetap sabar dalam menghadapi kesulitan hidup seperti itu , tetap bersyukur karena menyadari masih banyak karunia Allah yang diterimanya , meningkatkan ibadahnya semata-mata karena Allah bukan karena mengharapkan diturunkannya hujan rezeki dari Langit . Memelihara rasa malu untuk meminta belas kasihan orang lain , meskipun ia sangat membutuhkan , karena peng hayatannya yang mendalam terhadap ikrar yang terkandung dalam surat Al-Fatihah yang selalu dibaca dalam shalatnya , “ Hanya Engkaulah yang kami sembah , dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan “.
Pada zaman Rasulullah , ada warga penghuni serambi Masjid Nabawi yang kemana-mana selalu mengikuti dan membantu dakwah Nabi sepenuh waktunya (full timer) . Mereka bukan tuan tanah atau saudagar kaya seperti kebanyakan kaum Muhajirin dan Anshar . Mereka juga tidak memiliki usaha yang layak secara ekonomi , malah boleh dikatakan mereka termasuk golongan fakir miskin . Sekalipun mereka fakir dalam soal ekonomi tapi kaya batinnya . Mereka senantiasa menjaga diri dari nafsu ang kara murka , tetap berlaku sopan kepada siapa saja , sabar dan tawakal menghadapi segala macam kesulitan , dan selalu memelihara sifat haya’ (malu) untuk meminta-minta bantuan kepada para sahabat lain yang berkecukupan . Rasulullah sangat memuji sifat haya’ yang dimiliki sahabatnya itu yang dikatakannya merupakan salah satu pondasi agama Islam .
Orang yang mempunyai sifat haya’ , yakni orang fakir yang memelihara kehormatan dirinya dari meminta-minta , mungkin banyak disekitar kita , yang tidak kita ketahui . Mungkin mereka adalah tetangga dekat kita , mungkin seorang guru SD atau ustadz Taman Pendidikan Al-Qur’an yang kita kenal , mungkin orang yang kita temui di Mushalla . Karena mereka menjaga martabat tidak pernah meminta-minta bantuan , orang sering mengira mereka termasuk orang yang berkecukupan , meskipun sebenarnya fakir . Kepada orang-orang seperti itulah sebenar nya sasaran infaq kita , sebagaimana dimaksud dalam surat Al-Baqarah ayat 273 :
“ (Sedekah adalah) untuk orang miskin , yang terhalang di jalan Allah , dan tidak dapat ber gerak keliling dimuka bumi (mencari kekayaan). Orang yang tidak tahu , mengira bahwa mereka orang yang tidak memerlukan suatu apa , karena kerendahan hatinya . Kau kenali mereka pada ciri-cirinya . Mereka tidak meminta-minta secara mende sak kepada orang . Dan apapun yang baik kamu beri kan , sungguh , Allah mengetahuinya “ .
Jadi orang miskin itu ada dua macam . Yang pertama , adalah orang miskin yang tidak punya malu untuk minta-minta dan kadang-kadang malahan dengan setengah memaksa mengatakan bahwa pada harta orang itu ada bagian yang menjadi haknya . Yang kedua , adalah orang miskin yang menerima kemiskinannya dengan sabar , tawakal , memelihara sopan santun , dan memiliki sifat haya’ (malu) untuk minta-minta bantuan orang lain .
Dan orang kaya pada dasarnya ada tiga macam . Yang pertama , adalah orang kaya yang menyenangi hidup mewah dan suka menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan dan/atau kemaksiatan (hedonist) . Yang kedua , adalah orang kaya yang ti dak ingin hartanya dinikmati atau jatuh ketangan orang lain meskipun hanya sebagian kecil . Orang seperti ini kadang-kadang terhadap dirinya sendiripun sangat pelit , dan kalaupun ter paksa harus beramal tujuannya adalah untuk memperoleh puji an atau kehormatan (riya’) . Yang ketiga , adalah orang kaya yang hidupnya sederhana tetapi banyak amalan sosialnya , banyak menafkahkan hartanya di jalan Allah , senantiasa menjaga akidah dan melaksanakan semua syari’ah agamanya .
Bisa saja kalau mau , penggolongan itu ditambah lagi dengan kombinasi dari kelompok-kelompok tersebut diatas . Misalnya golongan orang yang cukup mampu tapi suka pingin memiliki barang kepunyaan orang lain dan tak malu-malu untuk memintanya , atau orang fakir tapi suka bersedekah dengan hartanya yang pas-pasan kadang-kadang terpaksa megorbankan keperluannya sendiri , dsb.
Nah , pertanyaannya sekarang adalah , termasuk kelompok yang manakah kita ?
Al-Qur’an mengajarkan kepada kita , apabila termasuk orang kaya janganlah kita lupa daratan , menurutkan nafsu berme wah-mewah tanpa batas , menghambur-hamburkan uang tanpa perhitungan dan berfoya-foya mengumbar kemaksiatan . Orang yang suka memboroskan hartanya adalah saudaranya syaitan . Janganlah sombong membanggakan banyaknya harta yang dimiliki karena sesungguhnya harta kekayaan itu adalah titipan Allah yang didalamnya ada bagian yang menjadi milik orang fakir miskin , anak-anak yatim , dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah . Rasulullah bersabda bahwa ,
“ Yang benar-benar menjadi hartamu hanyalah apa yang kamu makan lantas habis , apa yang kamu pakai lantas lapuk , dan apa yang kamu infaq-kan lantas menjadi simpananmu di akhirat . Diluar itu akan hilang dan ditinggalkan menjadi milik orang lain “, (HR.Muslim) .
Bersyukurlah atas limpahan harta yang diberikan dengan membelanjakannya dijalan Allah . Keluarkanlah zakat , infaq dan shadaqah tidak hanya sebesar batas minimal yang diwajib kan tapi nafkahkanlah sebanyak yang dibutuhkan fakir miskin , yayasan sosial , lembaga pendidikan dan rumah-rumah ibadah yang memerlukan uluran tangan kita . Jangan sekali-kali timbul dihatimu rasa sayang terhadap hartamu yang melebihi kecinta anmu kepada Allah dan Rasul-Nya , karena itu akan membuatmu jadi orang yang kikir bin bakhil . Apabila kita sayang untuk menafkahkan harta dijalan Allah , Allah-pun akan menyempit kan rezeki kita . Api neraka yang bergejolak akan menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang mengumpulkan harta dan menyimpannya saja . Emas , perak , intan , mutiara dan harta keka yaan yang dibakhilkan , pada hari kiamat kelak , akan dipanaskan dengan api neraka Jahannam lalu dikalungkan dan ditempel kan ke dahi , lambung , dan punggung orang yang bakhil .
Apabila termasuk orang yang diuji dengan kemiskinan , janganlah meradang menyesali nasib , membenci orang tua yang telah melahirkan kita , apalagi menuduh dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil karena tidak melimpahkan rezeki secara merata diantara hamba-hamba-Nya . Jangan biarkan kemiskinan menghilangkan rasa malu untuk minta-minta atau menjadikan nya alasan untuk menghalalkan segala macam cara memper oleh harta , mencuri , merampok atau menjarah harta benda milik orang kaya . Jangan biarkan kemiskinan menjadikan kita orang yang tidak mempunyai martabat , pendengki , pembenci , pengkhianat , tidak mengenal sopan santun , kejam , keji , dan kehilangan kemanusiannya .Sabarlah menerima kemiskinan sebagai cobaan Allah Robbil ‘Izzati dan teguhkan iman dengan tetap mensyukuri nikmat-Nya yang jauh lebih besar dari kemiskinan itu sendiri . Tetaplah memelihara akidah serta menjalankan semua syariah dan sunnah-Nya .
“ Dan janganlah orang yang bakhil dengan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karunia-Nya, mengira bahwa (kebakhilan) Itu lebih baik baginya . Tidak , (kebakhilan) itu buruk baginya. Segala yang mereka bakhilkan itu akan dikalung kan kelak di lehernya pada hari kiamat . Kepunyaan Allah warisan Langit dan Bumi . Dan Allah tahu benar apa yang kamu lakukan “ ,(Ali Imran /03:180) .
“ Dan jangan persekutukan Ia dengan sesuatu . Berlakulah baik terhadap kedua orang tua , para kerabat , anak yatim , tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman yang akrab , orang (yang terlantar) dalam perjalanan, dan hamba sahayamu . Sungguh, Allah tidak suka orang yang sombong dan besar omong . (Yaitu) orang yang kikir dan menyuruh orang kikir (pula), dan menyembunyikan karunia yang di berikan Allah kepadanya. Kami telah sediakan bagi orang yang kafir azab yang menghinakan“,
(An Nisa’/04:36-37) .
“ Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanya lah ujian (bagimu) . Dan bahwa Allah , pada-Nya lah pahala yang besar “ ,(Al-Anfal/08:28) .
“ Sungguh , orang yang boros adalah saudara syaitan-syaitan , dan Syaitan ingkar kepada Tuhannya “ , (Al Isra’/17:27) .
“ Katakanlah , “ Sungguh , Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Ia berkenan , dan menyempitkan(nya) . Tapi kebanyakan manusia tidak tahu . Bukanlah kekayaan mu , bukan (pula) putera-puteramu yang mendekatkan kamu kepada Kami , tapi mereka yang beriman dan beramal saleh , mereka itulah yang mendapat pahala berlipat ganda bagi amal perbuatannya , sedang mereka (tinggal) aman di kediamannya yang tinggi “ , (Saba’/34:36-37) .
“ Tidak sama sekali ! Itu adalah api neraka yang menyala ,yang mengopak kulit kepala ! Menarik (kepadanya) orang yang membelakang dan berpaling (dari kebenaran) , menghimpun (keka yaan) dan menimbunnya “ , (Al Ma’arij/70:15-18)
“ Tapi siapa yang bakhil , dan puas dengan dirinya sendiri , serta mendustakan adanya pahala yang terbaik , Kami ‘kan mudahkan baginya jalan kepada kemalangan . Tiada berguna baginya kekayaannya , bila ia jatuh lintang pukang “ , (Al Lail/92:08-11)
“ Bermegah-megah karena banyak harta dan pengikut , menjadikan kamu lalai “ ,(At Takatsur/102:01) .
SABAR DAN TAWAKALSabar dan tawakal adalah pakaian kebesaran yang selalu melekat dibadan orang yang beriman . Tak pernah mereka melepaskannya meskipun menghadapi berbagai macam godaan dan hujan badai musibah dan kesulitan . Sabar bukanlah sekedar hiasan dan ibadah tambahan , tetapi merupakan satu hal yang essensial dan mutlak harus dimiliki setiap orang yang beriman , baik dalam susah maupun senang , untuk meningkatkan kualitas pribadi dan spiritualnya . Sabar tidak saja diperlukan pada waktu seseorang mengahadapi musibah atau kesulitan . Kesabaran justru mempunyai peranan yang sangat penting pada saat seorang hamba memperoleh berbagai kenikmatan . Ia bisa mencegah jangan sampai kenikmatan membuatnya terlena dan lupa daratan , sehingga memudahkan syaitan mempengaruhinya berbuat kemaksiatan . Dan ia juga bisa mengingatkan untuk men syukurinya dengan meningkatkan amal ibadahnya dan tidak melupakan kewajiban zakat , infaq dan shadaqahnya . Karena pentingnya fungsi sabar dalam kehidupan manusia , Allah menyebutkannya berulang-ulang dalam kitab suci Al-Qur’an . Imam Akhmad mengatakann : “ Sebutan sabar dalam Al-Qur’an kira-kira ada di sembilan puluh tempat “ .
Sifat sabar akan membuat seseorang senantiasa tegar dalam mempertahankan kebenaran , teguh dalam pendirian (istiqomah) , jernih dalam berfikir , tidak putus asa dalam menghadapi berba gai kesulitan , ikhlas dan tidak grusa-grusu dalam bertindak , hati bersih dan selalu mensyukuri nikmat Allah yang Maha Pemurah pemberi rahmah . Sebaliknya ketidak sabaran akan membuat orang menjadi kerdil dan labil jiwanya , mudah putus asa , mudah tersinggung , pendiriannya suka berubah-ubah (plin-plan) , gampang menyerah , mudah marah , suka nekad , dan kondisi kejiwaan negative yang lain .
Ketidak sabaran merupakan salah satu kelemahan manusia , ia merupakan penyakit bawaan sejak dilahirkan didunia , karena manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang suka tergesa-gesa sebagaimana sabda Allah dalam firman-Nya :
“ Diciptakan manusia bertabiat tergesa . Akan Kuperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (adzab)-Ku , maka janganlah kamu minta bergesa-gesa “ , (Al Anbia’/21:37) .
Oleh karena ditakdirkan memiliki penyakit yang kronis tersebut , Allah mengingatkan kepada kita semua agar tidak menyerah pasrah dan agar selalu berusaha menyembuhkannya dengan obat yang telah disediakan yakni kesabaran . Orang yang beriman selalu menggunakan kesabaran sebagai pakaian yang selalu melekat dibadannya , karena sadar apabila ia lepaskan , penyakit tergesa-gesa–nya akan kambuh lagi .
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan dengan shalat . Ini sungguh berat , kecuali bagi orang yang khusyu’ , (Al Baqarah/02:45) .
Tawakal merupakan sikap pasrah dari seorang hamba dalam menerima takdir Allah . Pasrah disini tidak berarti menyerah kalah tanpa daya upaya , tapi merupakan rangkaian sikap yang di dahului dengan usaha yang sungguh-sungguh , dilakukan dengan penuh kesabaran , dan menerima dengan tawakal hasil usahanya karena apapun hasilnya hal itu sudah menjadi Kehendak Allah dan itulah yang terbaik bagi dirinya .
Konon pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khatab , ada seorang yang terkenal alim dan ahli ibadah , yang siang malam kerjanya hanya i’tikaf di mesjid melakukan shalat , berdo’a , dzikir , dan membaca Al-Qur’an . Apabila capai dan datang rasa kantuknya ia sempatkan untuk tidur sebentar dan setelah hi lang rasa kantuknya ia mengambil air wudlu dan mulai lagi melakukan ritual ibadahnya , shalat , berdo’a , dzikir dan sete rusnya . Pada jam-jam makan , datang sanak keluarganya mengantar makanan , dan pada sa’at itu biasanya ia sudah siap di beranda mesjid untuk menyambutnya . Habis makan ia kembali lagi masuk kedalam mesjid untuk beribadah lagi . Demikian kerjanya setiap hari , jarang sekali ia meninggalkan mesjid kecuali untuk keperluan-keperluan yang sangat mendesak .
Pada suatu hari Khalifah Umar keliling kota Medinah melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap kondisi keamanan dan kesejahteraan rakyatnya . Sampailah Khalifah di mesjid dimana orang alim tadi sedang beri’tikaf . Dari para pembantu nya , Khalifah memperoleh informasi mengenai apa yang dilakukan ahli ibadah tersebut . Maka didekatinya dan beliau menunggu dibelakangnya karena orang itu sedang melakukan shalat Dhuha . Setelah selesai shalatnya , orang tersebut ber diri menghadap Khalifah menyalami dan mencium tangannya . Khalifah kemudian mengajukan pertanyaan kepada orang tersebut , apa saja yang dilakukannya di mesjid itu . Orang tersebut dengan berbunga-bunga menjawab , “ Ya Khalifah , hamba di mesjid ini melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah . Hamba menggunakan hampir seluruh waktu yang hamba miliki untuk beri’tikaf dan beribadah di mesjid ini . Hamba tidak pernah pulang kerumah kecuali untuk keperluan-keperluan yang sangat penting “ . Khalifah meneruskan pertanyaannya , “ Apakah kamu mempunyai keluarga , isteri dan anak ? “ . Si alim menjawab , “ Punya ya , Khalifah . Hamba mempunyai seorang isteri dan beberapa orang anak “ . Khalifah bertanya kembali , “ Lalu , siapa yang memberi nafkah mereka ? “ . Orang tersebut menjawab dengan mantap , “ Ya, Khalifah , hamba mengamalkan ajaran Rasulullah untuk tawakal kepada takdir Allah . Karenanya soal nafkah hamba serahkan sepenuhnya kepada anak dan isteri hamba “. Dengan menahan marah Khalifah berkata , “ Keluar kau dari mesjid ini . Carilah nafkah , jangan kamu menjadi beban bagi isteri dan anak-anakmu karena merekalah yang justru harus kamu beri nafkah . Tawakal tidak berarti berpangku tangan tanpa ber usaha mencari rezeki dan hanya berdo’a mengharapkan hujan rezeki turun dari langit “ .
Tawakal mengandung arti sikap berserah diri kepada Allah , karena menyadari bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui dan MahaBerkehendak , tiada daya dan kekuatan kecuali milik-Nya . Jangan diartikan tawakal sebagai sikap pasrah yang pasif . Tawakal harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan penuh kesabaran . Apabila kita sakit janganlah kita pasrah dan hanya berdo’a saja kepada Tuhan mohon disembuhkan . Tetapi berusahalah mencari kesembuhan dengan berobat kepada Dokter atau Tabib yang ahli mengobati penyakitnya , sambil berdo’a mohon pertolongan-Nya .
Anas bin Malik meriwayatkan , suatu ketika seorang laki-laki Badui datang kepada Rasulullah dan meninggalkan untanya sambil berkata , “ Aku lepaskan untaku dan aku bertawakal “ . Maka Rasulullah berkata , “ Ikatlah untamu dan bertawakallah kamu “ .
“ (Yaitu) orang yang hatinya takut bila (nama) Allah disebut . Mereka yang sabar terhadap apapun yang menimpa dirinya , dan memelihara terus shalatnya , serta menafkahkan sebagian dari apa yang Kami berikan kepadanya “ , (Al Hajj/22:35) .
“ Maka sabarlah menghadapi apa yang mereka katakan , dan tasbihlah memuji Tuhanmu , sebelum matahari terbit , dan sebelum ia terbenam “ , (Qaf/50:39) .
“ Sekarang sabarlah menunggu putusan Tuhanmu , karena sungguh , kau dalam perlindungan Kami . Dan tasbihlah memuji Tuhanmu , sewaktu engkau bangkit berdiri “ , (Ath Thur/52:48)
“ Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan , dan jauhilah mereka dengan cara yang baik “ ,(Al Muzzammil/73:10) .
“ Maka sabarlah kamu menunggu ketetapan Tuhanmu , dan janganlah turuti orang durjana , atau orang yang ingkar antara mereka “,(Al Insan/Ad Dahri /76:24) .
“ Demi masa . Sungguh manusia dalam kerugian . Kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan , saling menasihati supaya mengikuti kebenaran , dan saling menasihati supaya mengamalkan kesabaran “ , (Al ‘Ashr/103:01-03) .
Bersihkanlah hatimu , tingkatkan kualitas ketakwaan dan ibadahmu , dan berdo’alah dengan sabar setiap selesai shalat seperti do’anya Rasulullah SAW , “ Ya Allah , baguskanlah akhlakku “ . Mudah-mudah Allah Rabbil “Izzati meridhoi dan memasukkan kita kedalam golongan orang yang ber-Akhlak Mulia . Amin ya Robbal Alamin .
Subscribe to:
Posts (Atom)
