Friday, April 3, 2009

CALON PENGHUNI SORGA

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

MANUSIA BIASA

Pada suatu malam sehabis shalat Isya’ , Nabi Muhammad duduk bersama beberapa sahabat di beranda mesjid . Dari kejauhan tampak seorang laki-laki berjalan ke arah mesjid. Dan Rasulullah berkata kepada para sahabatnya , “ Lihat , orang yang sedang berjalan kesini , dialah salah satu calon penghuni sorga “. Para sahabat pada penasaran ingin mengetahui calon penghuni sorga itu seperti apa , dan mereka memperhatikan dengan cermat segala gerak-gerik orang tersebut . Sesampainya orang tersebut di mesjid , orang tersebut meng ucapkan salam kepada Rasulullah dan para sahabat yang berada disitu , terus mengambil air wudlu. kemudian melakukan shalat sunnat dan wajib sebagaimana biasa dilakukan oleh sahabat-2 yang lain .Selesai shalat , orang tersebut duduk berdzikir dan berdo’a sebentar . Dengan diam-diam para sahabat rasulullah yang lain terus mengamati orang tersebut tanpa berkedip , setelah rasulullah pulang . Selesai orang tersebut mengerjakan shalatnya , segera berdiri dan pulang kerumahnya . Pada sa’at ia melewati para sahabat Rasulullah yang masih ada disitu , tak lupa orang tersebut mengucapkan salam .
Sejak malam tersebut banyak sahabat yang terus mengamati tungkah laku dan kegiatan “calon penghuni sorga” tersebut . Setelah beberapa waktu , mereka menghadap rasulullah dan bertanya mengapa orang tersebut bisa menjadi calon penghuni sorga karena kegiatannya se-hari-2 tampak biasa-2 saja tidak ada yang istimewa ? Rasulullah menjawab dengan tersenyum , “ Sahabatku , kuncinya adalah kewajaran dan ketulusan hidupnya .Setiap pagi ia berangkat mencari nafkah karena Allah . Dalam bekerja ia selalu menjaga kejujuran , keadilan dan amanah karena Allah . Setiap tiba sa’atnya shalat , ia selalu menja lankannya tepat waktu dengan sabar dan ikhlas karena Allah . Setiap kali menerima rezeki dan karunia Allah , ia tidak pernah lupa bersyukur dan dengan ikhlas menyisihkan sebagian untuk zakat , infaq dan shadaqah , karena Allah . Dalam pergaulan ia selalu menjaga silaturrahmi karena Allah . Ia senantiasa meng hindarkan diri dari berbuat maksiat dan meninggalkan yang subhat karena Allah . Bahkan ia menggauli isterinya-pun karena Allah . Setiap langkah dan nafasnya hampir tidak pernah ia melupakan dan mensyukuri nikmat Allah . Hatinya putih bersih , ikhlas , sabar , tawakal , tidak ada dendam , tidak ada sakit hati , tidak pernah takabur , tidak pernah menyakiti hati orang lain , tidak ada rasa iri atau dengki , dalam beramal tidak pamrih atau riya’ . “

Dari kisah diatas , kita dapat menarik pelajaran bahwa ternyata untuk bisa masuk sorga seseorang tidak perlu jungkir balik beribadah siang malam tanpa henti atau melakukan amalan-amalan yang berlebih-lebihan . Justru Allah tidak senang terhadap sesuatu yang berlebih-lebihan dan melampaui batas .

“ Hai orang yang beriman ! Janganlah haramkan yang baik-baik yang dihalalkan Allah bagimu . Dan Janganlah berlebih-lebihan. Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas “.(Al Maidah/05:87) .

Cukuplah kita menjadi manusia biasa yang normal-normal saja . Sa’at harus pergi bekerja ya pergi saja bekerja , bacalah basmalah dan niatkanlah beribadah . Sa’at waktu shalat tiba berhentilah sebentar dirikanlah shalat wajib dengan sabar dan ikhlas , dan usahakan shalat sunnah dua atau empat raka’at , berdzikir dan berdo’a sebentar kalau waktunya tidak terlalu mendesak , paling-paling 10 sampai 15 menit . Sa’at tiba waktu makan , makan dan minumlah secukupnya , makanan dan minuman yang halal dan baik , jangan lupa bacalah basmalah dan meniatkan makan dan minum karena Allah . Apabila kita memperoleh rezeki , bersyukurlah dan sisihkan sebagian untuk fakir miskin , anak yatim , dan mereka yang berhak menerimanya . Demikian seterusnya , bekerja , beristirahat , berolah-raga , menghadiri seminar , ikut program training , tidur dan lain sebagainya , dijalani saja sesuai dengan kodratnya . Yang harus diingat adalah niat bahwa semuanya itu karena Allah SWT . Sesuai dengan apa yang selalu kita ikrar-kan dalam setiap shalat bahwa : “ hidup dan matiku hanya untuk Allah seru sekalian alam “ .
“ Katakanlah ! Sesungguhnya shalatku , ibadatku , hidupku , dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan semesta alam . Tiada sekutu bagi-Nya ; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) .”, (Al An’am/06 :162-163)

Disamping itu kita harus membersihkan hati dari segala macam penyakit hati , seperti hasad , iri , dengki , pelit , serakah , sombong , angkuh , takabur , khianat , dan lain-lain . Penyakit hati merupakan sumber dari tumbuhnya nafsu angkara murka pada diri seseorang . Apabila jiwa serta mentalitas seseorang sudah dipenuhi nafsu angkara murka , iblis akan bercokol didalam hati dan sanubarinya , dan mengajaknya berjalan kearah kesesatan , kemungkaran , kejahatan , kemaksiatan dan kedholiman .

“ Hai orang yang beriman ! Janganlah kamu ikuti jejaknya syaitan . Barang siapa mengikuti jejak syaitan, (syaitan itu) akan menyuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya bukan karunia dan rahmat Allah atasmu , tiada serangpun diantara kamu akan pernah menjadi suci (dari perbuatan keji dan mungkar).Tapi Allah menyucikan siapa yang Ia berkenan . Dan Allah MahaMendengar , MahaTahu “. , (An Nur:21)

Gusti Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik serta berlomba-lomba berbuat kebaikan . Orang yang mengidap penyakit hati , lebih dekat dengan keburukan dari pada kepada kebaikan . Dan karenanya dia akan dijauhkan dari rahmat Allah .

“ Sungguh , Allah bersama mereka yang memelihara diri , dan orang-orang yang mengerjakan kebaikan “ . (An Nahl:128) .


Abu Mas’ud al Anshari Ra. Salah satu sahabat Rasulullah meriwayatkan , pada suatu sa’at seorang laki-laki datang kepada Rasullullah dan berkata , “ Wahai Rasulullah , Hampir saja aku tidak bisa mengikuti shalat Jum’at kemarin , karena Imam memanjangkan bacaan surrah-nya , sedangkan aku mempunyai urusan yang harus segera aku selesaikan “. Mendengar pengaduan seperti itu Rasulullah tampak menahan amarah , dan dengan nada keras memberi nasihat kepada para sahabat , “ Hai orang-orang Muslim , sebagian diantara kalian telah membuat orang lain tidak menyenangi perbuatan-perbuatan baik seperti ibadah shalat . Agar diperhatikan , barang siapa memimpin orang-orang dalam shalat berjama’ah hendaknya memendekkan bacaan surah-nya , sebab diantara kalian ada yang sakit , ada yang sudah renta karena usia , dan ada yang mempunyai keperluan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya “.

Disini bisa kita simak , bahwa dalam ibadahpun kita tidak boleh egois . Dalam beribadah kita tidak boleh cuek terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan anggota masyarakat yang ada di sekitar kita . Jangan sampai cara kita beribadah malahan menimbulkan antipati orang lain terhadap Islam karena kita tidak peduli terhadap perasaan mereka . Seorang hamba Allah yang baik harus memperhatikan tatakrama dalam segala hal , termasuk tatakrama dalam menjalankan ibadahnya . Tuhan dan Rasul-Nya , tidak pernah mengajarkan bahwa dalam beribadah kita boleh mengganggu ketentraman anggota masyarakat yang lain , atau men-jelek-jelekan agama lain , atau menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi . Tidak , sama sekali tidak ! Dalam beribadah hendaknya kita melakukannya dengan cara yang sopan , tertib , teratur , dan hidmat , sehingga mengundang simpati orang , bukannya menuai kebencian .

“Katakanlah,‘Serulah Allah atau serulah Ar Rahman.Dengan nama apapun kau seru Dia , kepunyaan-Nya Asma’ul Husna‘ Jangan ucapkan (do’amu) nyaring dalam melakukan shalat , dan jangan (pula) perlahan , tapi tempuhlah jalan antara keduanya “ . (Al Isra ’/17:110) .

“ Dan jangan nistakan sembahan , yang mereka seru selain Allah , supaya jangan mereka menista Allah , karena benci tanpa pengetahuan ...”. (Al An’am /06:108) .

Dengan demikian , hamba Allah yang baik dan mudah-mudahan bisa juga menjadi calon penghuni sorga , cukuplah menjadi manusia biasa yang bertakwa , berhati bersih , dan berakhlak mulia . Rasulullah setiap hari berdo’a mohon kepada Allah SWT. untuk dibaguskan akhlaknya , karena hanya orang yang berhati bersihlah yang memiliki akhlak yang bagus .

“ Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan . Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat) . Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu .“ (Al Baqarah/02:148)

No comments:

Post a Comment