Tuesday, May 26, 2009

MANUSIA BUKAN PENDUDUK ASLI BUMI


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang


Sejak awal abad keduapuluh para ilmuwan banyak yang penasaran , mengenai keberadaan makhluk cerdas lain di alam semesta , selain manusia . Segala macam upaya dan usaha dilakukan , antara lain dengan membuat teropong-2 raksasa dan membangun wahana-2 luar angkasa baik yang berawak maupun yang tidak berawak . Berbagai program eksplorasi ruang angkasa dibuat untuk mencari informasi tentang tanda-2 kehidupan di planet-2 dan kemungkinan adanya makhluk cerdas tersebut . Hanya saja karena keterbatasan ilmu yang dikuasai manusia , sampai sekarang eksplorasi yang dilakukan masih terbatas dalam ruang lingkup tata surya kita sendiri yakni matahari berikut planet-2-nya . Dalam skala jagad raya , tata surya kita tentu saja tidak significant karena sangat kecilnya .Untuk mendekati tata surya lain yang terdekat saja (Alpha Centauri) diperlukan perjalanan yang jaraknya empat tahun cahaya atau 400.000.000.000.000 KM . Suatu jarak yang amat teramat jauh untuk ukuran manusia . Seandainya manusia bisa sampai kesana dan pulang balik lagi kebumi , mungkin sudah tidak ada lagi orang yang dikenalnya lagi karena sudah pada meninggal atau kalaupun masih ada yang tersisa , sudah berusia sangat lanjut . Hal itu terjadi karena apabila kita melaju dengan kecepatan sangat tinggi , kecepatan cahaya misalnya , maka waktu akan merambat sangat lambat sehingga pertambahan usia kitapun akan berjalan sangat lambat pula . Sementara manusia yang tinggal di bumi pertambahan umurnya berjalan secara normal . Makin jauh kita melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya , makin tertahan pertambahan usia kita , sehingga makin jauh jarak usia kita dengan usia saudara-2 , teman-2 , bahkan anak-2 yang kita tinggalkan di bumi .
Dalam sejarah purbakala diriwayatkan,raja Namrud dari Babilonia pernah mencoba membuat sebuah menara untuk menjangkau langit ,yang kemudian dikenal dengan nama menara Babel . Tentu saja keinginan sang raja tidak kesampaian , karena berapalah tinggi menara yang bisa dibangun manusia , apalagi pada waktu itu peralatan yang digunakan masih sangat primitive . Kisah itu untuk masa kini,terdengar sangat absurd seperti layaknya suatu anekdot yang sungguh tidak lucu , karena kemustakhilannya .Demikian juga Fir’aun pernah memerintahkan seorang ahlinya yang bernama Hamman untuk membuat menara yang sangat tinggi menjangkau langit karena ia ingin bertemu dengan Tuhannya Musa . Tapi usaha inipun sia-2 karena tidak masuk akal..
Dalam usaha naik ke langit ini , bangsa Jin jauh lebih maju karena pada zaman awal kejadian mereka telah berhasil mencapai langit yang terdekat untuk mencuri mendengarkan pembicaraan para Malaikat dalam persidangan Dewan Malaikat . Tapi tidak lama kemudian mereka tidak berani naik ke langit lagi karena para Malaikat telah siap denagn bola-2 api untuk melempari para Jin yang masih berani naik ke sana . Dan hal ini kita bisa lihat dari bumi sebagai meteor-2 atau bintang jatuh di langit .

Upaya yang dilakukan umat manusia pada zaman sekarang adalah mencoba melakukan perjalanan ruang angkasa , hanya sayangnya belum dibekali dengan ilmu yang memadai . Tentu saja hal tersebut hanya akan menimbulkan frustrasi dan kekecewaan yang mendalam . Rasanya seperti mengulang sejarah menara Babel saja . Bagi orang yang mau berpikir , sangat sulit untuk bisa menerima kemungkinan perjalanan ruang angkasa dilakukan tanpa dukungan perangkat lunak dan perangkat keras yang secara teknis dan phisik dapat dipertanggung-jawabkan . Mengarungi ruang angkasa yang jaraknya sangat luar biasa jauhnya , memerlukan alat transportasi yang bisa melaju dengan kecepatan cahaya atau lebih cepat lagi. Sudah mampukah manusia mempersiapkan software dan hardware-nya ? Kalaupun itu bisa dipenuhi , mampukah secara phisik manusia melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya ? Secara teoritis apabila benda atau bentuk-2 organis , termasuk manusia , melaju dengan kecepatan cahaya ,organisme tersebut akan terurai menjadi atom kembali dan terurai berobah menjadi gas . Perjalanan ruang angkasa sampai sekarang , baru sampai pada taraf impian atau khayalan manusia dalam buku-2 atau film-2 fiksi ilmiah (science fictions) . Seperti ketika saya masih kecil dulu , senang sekali dengan cerita dan komik Flash Gordon yang bertualang dan melakukan perjalanan ruang angkasa .Pada masa kini kita banyak melihat film Star Trek , Star Wars , Babylon Five , Deep Space Nine , Battlestar Galactica , Stargate dan banyak lagi yang lain . Apakah hal itu akan bisa terwujud menjadi kenyataan dimasa depan , Wallahu a’lam Bissawwab .


Pada tahun1968 seorang penulis bangsa Jerman bernama Erich von Daniken mengarang buku yng berjudul Chariot of the Gods. Dalam buku tersebut dia menyampaikan temuan-2-nya bahwa banyak peninggalan-2 zaman purba (artifacts) seperti Piramids dan Spinx di Mesir , Piramids peninggalan suku Inca , Stonhengge dan lain-2 dinilai merupakan hasil teknologi tingkat tinggi yang melampaui kemampuan teknologi pada zamannya .Dari hasil kajian-2 yang dilakukan ia berkesimpulan bahwa pada zaman itu telah terjadi space travelers dari planit atau Galaxi lain yang mampir ke bumi dan telah mempengaruhi budaya dan teknologi masyarakat setempat . Dan extraterrestrial visitors tersebut oleh masyarakat setempat kemudian dianggap sebagai tuhan-2(Gods) yang turun dari langit .Hiphotesa Erich von Daniken tersebut tentu saja menimbulkan pro kontra diantara para ahli sejarah dan kosmopologi .
Sebenarnya kalau orang mau berpikir dan mengkaji berita-2 dari Al Qur’an mereka tidak perlu berpikir dan berpendapat yang aneh-2 seperti itu .Didalam Al Qur’an Tuhan telah memperingatkan , bahwa tanpa bantuan kekuasaan Allah SWT (sulthan) manusia tak akan mampu menembus langit . Lagi pula mengapa manusia repot-2 mencari alien (makhluk asing) di luar angkasa , sedang Al Qur’an sudah memastikan adanya makhluk yang bernama Malaikat dan Jin yang banyak tersebar di bumi dan di langit . Mereka hidup dalam dimensi yang berbeda dengan dimensi kehidupan manusia , tidak mungkin keberadaan mereka dideteksi dengan pancaindera ataupun peralatan secanggih apapun yang bisa dibuat manusia . Al Qur’an juga menyebutkan bahwa Tuhan telah menugaskan dua Malaikat untuk mendampingi setiap manusia yang tugasnya adalah mencatat semua perbuatan manusia baik yang baik maupun yang buruk . Dan malaikat inipun yang menurut para ahli bernama Rakib dan Atid tidak dapat dideteksi dengan alat apapun yang bisa dibuat manusia .

Malaikat diciptakan dari berkas cahaya , karena itu mereka bisa terbang dengan kecepatan cahaya bahkan lebih cepat lagi , tanpa harus terurai menjadi atom kembali . Salah satu manusia yang pernah diperjalankan mengarungi angkasa luar bahkan sampai ke suatu tempat paling jauh /tinggi yang bernama Sidratul Muntaha , adalah Nabi Mihammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj . Menurut suatu kisah , sebelum melakukan perjalanan tersebut , terlebih dahulu dada Nabi Muhammad SAW di belah (dioperasi) , jantung dan hatinya dicuci dengan suatu zat (hanya Allah SWT yang tahu) , sehingga beliau mampu mengarungi ruang angkasa dengan kecepatan yang boleh jadi berkali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya . Perjalanan Rasulullah didampingi Malaikat Jibri (Gabrail) dengan mengendarai binatang atau wahana ruang angkasa yang menurut sementara riwayat bernama Buraq yang sanggup berjalan secepat penglihatannya . Jadi begitu ia melihat suatu destinasi langsung ia sudah sampai disana .Dengan kata lain mampu melayang dengan kecepatan cahaya .Hanya dalam waktu satu malam saja , beliau diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan kemudian naik kelangit tertinggi , pulang balik . Suatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan apabila tidak dengan bantuan kekuasaan (hikmah) dari Allah SWT.

Apabila kita mau berpikir lebih jernih lagi , siapakah sebenarnya kita ini dan siapa leluhur-2 kita ? Kita akan menyadari bahwa sebetulnya umat manusia bukanlah asli penduduk bumi . Di bumi pada hakekatnya bangsa manusia merupakan kaum pendatang atau aliens . Sebagaimana telah diketahui , bapak umat manusia adalah Nabi Adam AS . Setelah Nabi Adam AS diciptakan Tuhan Sang Maha Pencipta , beliau ditempatkan didalam Sorga . Dimana letak Sorga tersebut ? Tak seorangpun yang mampu menunjukkan dimana letaknya . Didalam Al Qur’an disebutkan bahwa luas Sorga adalah seluas bumi dan langit , karena itu boleh jadi Sorga tidak berada di alam semesta dimana kita berada sekarang . Kalau boleh menduga , mungkin Sorga merupakan suatu alam semesta yang lain , yang hanya Allah SWT yang mengetahui bagaimana hakekatnya dan dimana letaknya .
Pada saat itu Bumi dihuni oleh bangsa Jin dan makhluk-2 Pra sejarah seperti Dinosaurus , Mastodon ,Mamoth dan makhluk-2 raksasa lainnya mungkin termasuk makhluk yang bernama “manusia purba” berbentuk manusia tapi hidup seperti binatang , buas dan tidak berakal .
Nabi Adam AS dengan isterinya ibu Hawa (Eve) dideportasi ke bumi oleh Allah SWT , karena melakukan kesalahan fatal tergoda oleh bujukan iblis makan buah khuldi yang sudah dilarang oleh Allah agar tidak menyentuhnya . Sebelumnya bumi telah disiapkan menjadi layak huni dengan memusnahkan makhluk-2 raksasa yng serba buas dan mengerikan , sehingga nantinya bisa menjadi tempat yang bisa menjadi tempat tinggal Adam dan Hawa serta anak cucunya yakni bangsa manusia untuk menjadi khalifah di bumi .Pada waktu Nabi Adam AS beserta isterinya Hawa dideportasi ke bumi, tidak jelas apakah ia menggunakan kendaraan ruang angkasa , atau di gendong Malaikat , atau dikirim dengan semacam teleport (seperti yang digunakan dalam film Star Trek) , hanya Tuhan yang tahu . Jadi secara langsung sebenarnya umat manusia adalah keturunan penduduk Sorga . Suatu sa’at nanti kita akan pulang kampung kembali ke Sorga apabila kita memiliki tiketnya yakni termasuk dalam golongan orang yang takwa , beriman dan beramal shalih . Jadi begitulah , apabila kita ingin pulang kekampung halaman umat manusia (Sorga) , maka kita haruslah menjadi orang yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa , beriman kepada Malaikat-2 -Nya , Rasul-2- Nya , Kitab-2-Nya , Hari Kiamat serta Qadha’ dan Qadar . Dan disamping itu menjalankan semua rukun Islam dengan sungguh-2 dan dengan hati yang ikhlas , serta melakukan amal-2 kebajikan lainnya sebagaimana diperintahkan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul .


Kalau masih ada orang yang masih penasaran ingin mencari Aliens atau makhluk cerdas dari planit atau Galaxi lain , tunjukkanlah bahwa kita semua berasal dari dunia lain , tidak usah repot-2 cari yang lain . Dari pada buang-2 uang untuk penyelidikan dan explorasi ruang angkasa yang pasti memerlukan biaya yang sangat besar , lebih baik gunakan uang tersebut untuk proyek-2 kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan , sehingga Aliens yang bernama bangsa manusia ini bisa hidup lebih sejahtera di bumi .

“Dan Kami berfirman , “ Hai Adam ! Tinggallah kau dan isterimu didalam Sorga . Dan makanlah kamu dari padanya dengan senang dimana saja kamu berkenan . Tapi janganlah ganggu pohon ini,supaya kamu jangan jadi orang yang dhalim . # Lalu syaitan menggelincirkan mereka dari (sorga) , dan mengeluarkan mereka dari keadaannya (yang bahagia) . Dan Kami berfirman , “ Turunlah kamu sekalian , yang sebagian jadi musuh yang lain . Bagi kamu ada tempat tinggal di bumi , dan kesenangan sampai waktu (yang ditentukan) .# Lalu Adam menerima beberapa kata dari Tuhan-nya . Maka Tuhanpun menerima taubatnya . Sungguh , Ia-lah Yang Maha Penerima Taubat , Yang Maha Penyayang .# Kami berfirman , “Turunlah kamu sekalian dari sini ! Dan jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku , siapa saja mengikuti petunjuk-Ku , tiadalah mereka perlu dikuatirkan , dan tiada mereka berduka cita . “ # “Tapi mereka yang tiada beriman , dan mendustakan ayat-2 Kami , merekalah penghuni neraka . Mereka tinggal di dalamnya se-lama-2-nya . “ (Al Baqarah / 02:35-39)

“Maha Suci Allah yang membawa berjalan hamba-Nya malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha , yang Kami berkati sekitarnya untuk memperlihatkan kepadanya beberapa tanda (kebasaran) Kami . Sungguh , Ia-lah Yang Maha Mendengar , Yang Maha Melihat . “ (Al Isra’ / 17:01)

“Diantara tanda-2 (kebesaran)-Nya , ialah penciptaan langit dan bumi , dan makhluk-2 yang Ia sebarkan di atas keduanya. Dan Ia berkuasa (pula) mengumpulkannya , jika Ia menghendaki (demikian).” (Asy Syura / 42:29)

“Ia sungguh telah melihatnya , waktu (Jibril) turun sekali lagi .# Di Sidratul Muntaha .# Dekat di situ ada taman Sorga tempat kediaman .# Ketika Sidratul Muntaha diliputi (rahasia) yang meliputi(nya) .”(An Najm / 53:13-16)

“Hai kumpulan jin dan manusia ! Jika sanggup kamu menembus keluar dari daerah-2 langit dan bumi , tembuslah ! tanpa kekuasaan (Kami), tiadalah sanggup kamu menembus (nya) . “ (Ar Rahman / 55:33)

No comments:

Post a Comment